Sabtu, 02 Maret 2024

Lembah London Kota Metro, Jalan - Jalan Sambil Menikmati Secangkir Kopi

Setelah makan siang di Rumah Makan Pondok 21, perjalanan di Kota Metro kembali Ane lanjutkan. Destinasi selanjutnya yang Ane kunjungi adalah Lembah London yang sudah berhasil membuat Ane pertama kali saat mendengarnya merasa heran dan terkejut, secara ini kan negara Indonesia wabilkhusus di Kota Metro kok ya ada tempat wisata yang namanya Lembah London, kan London itu sendiri merupakan nama dari sebuah kota di Inggris sana sebagai ibukota lagi. Jadi ya heran saja, eh ternyata kata "London" tersebut hanyalah sebuah akronim dari kata "Kulon Stadion", yang berarti barat stadion yakni Stadion Tejosari Metro.


Dengan memanfaatkan layanan ojek online (Gocar), Ane berhasil sampai sini walau dibumbui dengan drama - drama kecil. Ceritanya begini sob! saat naik Gocar, pak supirnya bilang bahwa Ia berasal dari Kota Bandar Lampung dan mengantarkan penumpangnya ke Kota Metro. Saat Ane memesan Gocar melalui aplikasi, kemudian dia langsung mengambilnya. Karena kalau Ia tidak mengambilnya akan ada sanksi untuknya. Nah diambillah itu.
Ntah bagaimana ceritanya pak sopir tersebut mengikuti aplikasi yang ada di HP dia, selepas dari jalan yang bagus ketemulah kita dengan jalan yang jelek dengan di samping kanan dan kirinya itu areal persawahan yang cukup luas. Bapak sopir terlihat bimbang dan ragu dengan ditandai laju mobilnya yang terkesan lambat. Dia mengaku bahwa baru kali ini Ia melewati jalan ini. Yassalam, Karena pengakuan inilah membuat Ane merasa khawatir jangan - jangan tempat wisata tersebut sudah tutup atau bahkan memang tidak ada, tapi di google map ada bahkan di internet sudah banyak yang mengulasnya. Dengan sedikit keyakinan Ane, akhirnya Ane meyakinkan kepada beliau bahwa Lembah London ini memang benar - benar ada.


Dia terus pacu kendaraannya dengan pelan - pelan sambil mengamati daerah sekitar, hingga akhirnya kita menemukan sebuah papan nama bertuliskan "Selamat Datang di Taman Lembah London 24a Tejosari - Metro Timur". Kita masih sedikit bingung dimanakah letak lembah londonnya? pasalnya bila dilihat dari jalan, daerah ini itu lebih mirip dengan kawasan perumahan biasa dan bukan merupakan area tempat wisata. Nah, setelah mengikuti jalan yang mengarah masuk (belok Kanan) kedalam kawasan perumahan tersebut barulah Ane yakin bahwa memang tempat ini yang Ane cari, hal ini ditandai dengan adanya tempat parkir yang tidak begitu luas hanya bisa menampung puluhan kendaraan saja dan sebuah rumah berwarna cream yang berada di samping kiri pintu masuk berlantaikan 2 dengan di lantai dasarnya dimanfaatkan sebagai cafe. Cafe tersebut bernama mili.coffee. Luasnya tidak seberapa dan hanya tersedia beberapa meja dan kursi saja.

Daftar menu minuman dan makanan ringan Lembah London
Daftar menu makanan Lembah London
Sebelum memasuki area inti tamannya, Ane terlebih dahulu memesan secangkir es capuccino sambil mencari informasi bagaimana cara memasukinya. Dari sini Ane mendapatkan informasi bahwa untuk memasuki Taman Lembah London setiap pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar 5k saja dan bisa juga gratis asalkan pengunjung tersebut pesan dan makan di tempat ini. Dikarenakan perut Ane yang masih kenyang, maka Ane hanya memesan secangkir minuman saja dan membayar tiket masuknya.
Layaknya sebuah tempat wisata pada umumnya yang mempunyai pintu masuk yang cukup lebar, di Lembah London hal tersebut tidaklah berlaku. Pintu masuknya cukup sederhana seperti pintu biasa memasuki taman rumah. Akan tetapi anggapan Ane sirna begitu sampai di dalam area taman. Tamannya cukup luas dengan ditumbuhi rimbunnya pepohonan dan tumbuh - tumbuhan dari berbagai macam jenis sehingga menjadikan suasana udaranya begitu sejuk tentu sangat cocok untuk bersantai dan kongkow - kongkow sambil menikmati makanan dan minuman yang telah di pesan oleh pengunjung.

Tuh pintunya ada di sebelah sisi kanan kendaraan bermotor

Tepat setelah pintu masuk, Ane dapat menemui sebuah warung makan dengan tempat duduk meja dan kursi yang terletak di warung utama dan tempat duduk lesehan yang berseberangan dengan warung utama. Keduanya hanya terpisahkan oleh jalan setapak saja. Selain itu juga pengunjung bisa duduk - duduk dibawah payung tenda yang sudah di lengkapi dengan meja yang langsung menyatu dengan tiang payung dan kursi kayu. Tepat di samping kanan lorong, terdapat spot yang menarik yaitu spot jamur dan rumah hobit yang berukuran cukup kecil.




Spot - spot lainnya yang tak kalah menarik yaitu spot kupu - kupu dan jembatan lengkung. Untuk spot kupu - kupu tepat dibawah patung kupu - kupu sudah tersedia tempat duduk yang bisa langsung digunakan hingga 3 orang, Jadi tinggal duduk dan langsung jepret dah. Sedangkan untuk spot jembatan lengkung ya walaupun bentuknya tidak begitu lengkung estetik sieh tapi Ane rasa sudah cukup kalau hanya sekedar untuk berfoto selfi ria merefresh otak yang dipenuhi dengan pikiran hidup yang cukup berat, hehehe. Jembatan tersebut di bangun diatas sungai yang cukup kecil. Sesampainya di ujung taman terdapat gazebo - gazebo yang berderet - deret menjadi satu barisan, berukuran kecil sekitar 1,5 X 2 meter, berkerangka kayu dan beratapkan asbes dengan model atap fasad pelana yang mempunyai derajat kemiringan sekitar 45 derajat. Antara gazebo yang satu dengan yang lainnya dihubungkan oleh anak - anak tangga.




Eow iya, Taman Lembah London ini bukan benar - benar sebuah lembah pada umumnya yang biasa terdapat pada daerah pegunungan atau perbukitan, melainkan sebuah tempat yang terdapat di tepi persawahan mirip sebuah jurang yang tidak terlalu dalam namun memang memiliki kontur tanah yang tidak rata. Sayang saat Ane berkunjung areal persawahan tersebut masih dalam tahap penanaman benih sehingga tidak bisa menyaksikan pemandangan hijaunya tanaman padi yang sedang mulai berbenih. Tak hanya sebagai tempat duduk - duduk saja, Taman Lembah London ini juga cukup bersahabat dengan anak - anak. Tersedia berbagai macam alat permainan seperti prosotan dan ayunan yang dapat digunakan oleh anak - anak untuk bermain.


Bagi pengunjung yang datang kesini tak perlu khawatir saat ke kamar kecil atau ingin melaksanakan shalat karena fasilitas tersebut sudah tersedia tepat di tengah - tengah areal taman, walau hanya sederhana dengan 2 kamar kecil, sebuah tempat wudhu dan sebuah tempat pesholatan. Bisa sieh shalat berjamaah namun tidak bisa menampung banyak orang. Tempat ini menyajikan nuansa pedesaan yang sejuk nan indah, namun ada yang sangat disayangkan yakni kondisi taman ini terkesan kurang dalam perawatan, seperti tumbuhnya berbagai macam rumput liar, panggung gazebo yang mulai tampak jebol di beberapa sisi serta ranting - ranting pepohonan yang seharusnya tidak berada di area taman itu malah tertumpuk dan sengaja dibiarkan.


Di Taman Lembah London ini sejauh pengamatan Ane dari pihak pengelola hanya sekedar melakukan aktivitas penyapuan dan pembakaran sampah saja. Padahal bila dikelola dengan baik serta dilakukan perawatan secara rutin apalagi berinisiatif mempercantik taman, bukan tak mungkin akan mendatangkan pengunjung yang lebih banyak lagi dan bisa bikin nagih para pengunjung yang datang. Semoga!
Jam buka Lembah London: 07.00 - 18.00 WIB
Ngomong - ngomong hari sudah semakin sore saja sob, Agar tidak kesoren dan masih ada sebuah tempat lagi yang ingin Ane kunjungi untuk hari ini, bergegaslah Ane kembali menuju ke pusat Kota Metro dimana Taman Merdeka dan Masjid Agung berada. Seperti apa kelanjutan cerita Ane ini, tunggu saja ya sob. Sampai jumpa!

2 komentar:

  1. Waaah ketemu lagi dengan blog mas anis ☺☺☺. Dah lama banget ga main kesini mas. Btw mas nya skr di lampung? Dulu di jogja kalo ga salah kan yaa?

    Duuh kangen baca tulisan mu 😄

    Sayang banget kalo tamannya ga terlalu terawat yaaa. Apa sepi mungkin jd biayanya juga ngadat. Padahal kalo taman begini, seandainya terawat kan pasti banyak yg jadiin tempat refreshing.

    BalasHapus
  2. Eh mbak Fanny, iya bener banget mbak. Pada umumnya di Lampung ya begitu obyek wisata dengan mudah di buat tapi ya mudah juga dilupakan alias tidak terawat. Memang cukup di sayangkan. Iya sieh pengunjungnya agak sepi karena yang saya lihat orientasinya cuma duit jadi ya begitu

    BalasHapus