Jumat, 01 Desember 2023

Intip - Intip Menu di Rumah Makan Pondok 21 Kota Metro

Kota Metro merupakan salah satu dari dua kota yang berada di Provinsi Lampung. Kota ini berukuran cukup kecil, namun demikian cukup bersih dan rapi. Saat pertama kali Ane memasuki kota ini, suasana yang Ane rasakan cukup berbeda bila dibandingkan dengan wilayah - wilayah lain yang ada di Provinsi Lampung. Bahkan kalau boleh Ane bilang Kota Metro ini pun suasananya mirip seperti kota - kota yang ada di Pulau Jawa.


Walau Ane lahir dan besar di Lampung, Ane baru dua kali ini sob mengunjungi Kota Metro. Pertama saat Ane pulang dari Kota Jogja menggunakan sepeda motor dan mampir di tempat saudara Ane di wilayah Punggur (letaknya ada di sebelah utara Kota Metro), dan kedua saat Ane ada acara yang harus Ane tunaikan di kota ini. Nah, secara sengaja sebelum Ane datang kesini Ane menemukan beberapa artikel yang membahas tentang Rumah Makan Pondok 21 Kota Metro yang baru saja dikunjungi oleh orang nomor satu di negeri ini yakni Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Tentu dong sob hal ini membuat rasa penasaran Ane terhadap tempat ini, jarang juga pak presiden berkunjung ke Provinsi Lampung ini dan sekali berkunjung pastinya saat makan siang beliau tentu memilih tempat makan yang layak dan memenuhi standar yang diterapkan oleh istana.
Pada tanggal 18 November 2023 pada pagi hari, Ane berangkat ke Metro dengan menggunakan travel. Sebetulnya saat jauh - jauh hari sebelumnya Ane sudah mempertimbangkannya untuk naik sepeda motor saja karena jarak juga tidak terlalu jauh, akan tetapi orang tua kurang setuju dan menyarankan untuk naik travel saja, maka akhirnya Ane memutuskan untuk naik travel saja. Lebih enak, badan tidak lelah, serta resikonya juga lebih kecil. Tak sampai 5 jam waktu yang Ane perlukan untuk sampai sini.

Suasana pintu masuk Rumah Makan Pondok 21 kala itu
Tepat sebelum pukul 12 siang Ane sudah menginjakkan kaki di pelataran tempat makan yakni di Rumah Makan Pondok 21 yang beralamatkan di Jl. AH. Nasution, Yosodadi Metro Timur, Kota Metro, Lampung. Tempat makan ini termasuk kedalam wilayah tapal batas karena kurang lebih 200 meter lagi wilayahnya itu bukan lagi Kota Metro, melainkan wilayah Kabupaten Lampung Timur. Tugu perbatasan pun berdiri terlihat sangat jelas dari sini. Nah kalau sobat dari Kota Metro Pusat, misalnya saja dari Taman Merdeka sobat bisa mengarahkan kendaraan kearah timur melalui Jl. AH. Nasution lurus saja kurang lebih 4 Km. Rumah Makan Pondok 21 ini berada di sebelah kanan (selatan) jalan. Atau cara lainnya, sobat bisa juga pakai ojek online yang juga Ane gunakan. Cukup klak - klik, klak - klik saja sampailah sobat disini. 
Oke, kesan pertama ketika Ane menginjakkan kaki disini adalah banyak pondokan - pondokan berdiri bak sebuah suasana dalam perkampungan, pantas saja tempat makan ini dinamakan Rumah Makan Pondok 21. Mungkin, ini mungkin ya sob bahwa angka 21 ini diambil dari jumlah pondokan yang terbangun. Angin yang berhembus begitu semilir karena rimbunnya pepohonan yang berdiri mengerumuni mengelilingi pondokan - pondokan ini. Satu lagi, ini yang tak kalah pentingnya yaitu keberadaan tempat parkirannya yang begitu luas dapat menampung puluhan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat sehingga tak mengherankan bila orang nomor satu di negara ini memilih tempat ini sebagai tempat untuk menyantap makan siangnya. Ya coba bayangkan saja dengan rombongan istana yang pastilah tidak hanya 2 atau 3 orang kalau makan di tempat yang parkirannya cukup kecil bagaimana? kan repot, ya nggak?

Suasana parkirannya tampak ada beberapa kendaraan roda 4 yang sedang terparkir
Memasuki area pondokan - pondokan tersebut, Ane disambut dengan ramah oleh salah seorang pegawainya dan mempersilahkan Ane bebas untuk mengambil tempat duduk yang Ane kehendaki. Ane mengambil salah satu dari pondokan yang tersedia, yakni pondokan nomor 2 yang cukup sempit berkapasitas kurang lebih 4 orang. Maklum Ane hanya seorang diri, tak elok jika Ane mengambil pondokan yang cukup luas karena memang setiap pengunjung yang datang kesini bisa mengambil salah satu ruang pondokan yang tersedia menyesuaikan jumlah anggota rombongan yang ada.

Ma'af agak ngeblur
Ada yang Ane suka dari pondokan ini yaitu di bagian depan setiap pondokan tersedia tempat untuk mencuci tangan dilengkapi sabun, jadi bagi setiap pengunjung yang datang sebelum dan sesudah makan tak perlu repot - repot lagi mencari tempat untuk mencuci tangannya. Sesampainya didalam pondokan Ane diberikan daftar menu yang bisa Ane pesan, dan ini cukup membingungkan bagi Ane karena menu - menu yang tersedia disini itu cukup banyak dan beragam. Di bagian paling depan dari daftar menu tertulis dengan jelas "masakan khas Lampung, Palembang, dan sea food", kalau begitu ada apa sajakah gerangan?



Pertama ada berbagai macam olahan makanan seperti berbagai jenis olahan ikan gurame; olahan pindang seperti pindang tulang, pindang baung, dan pepes baung; olahan berbagai macam jenis ikan air tawar seperti ikan lele, mas, dan nila; hingga berbagai macam jenis sate seperti sate ayam dan kambing; serta rawon dan tongseng. Masih dalam menu makanan, berbagai macam jenis olahan daging bebek, ayam, dan sapi pun tersedia. Masih lagi dalam menu makanan, berbagai macam jenis sayur - mayur, aneka macam olahan mie hingga beraneka ragam olahan nasi goreng pun bisa di pesan oleh para pengunjungnya.




Kedua ada berbagai macam jenis olahan seafood seperti cumi dan udang; berbagai macam jenis olahan steak seperti sirloin steak, tenderloin steak, chicken steak, dan steak iga; hingga berbagai macam jenis snack seperti sandwich, kulit ayam crispy, otak - otak, kentang goreng, cireng, dan lain sebagainya. Sebetulnya Ane sempat asing dengan namanya sirloin steak dan tenderloin steak tapi karena harganya yang cukup tinggi bagi Ane, yakni 150 gram saja harganya 60k jadi ya Ane urungkan niatan Ane untuk memesannya. Mungkin bisa lain waktu, mungkin!




Dari sini saja Ane sudah merasa agak bingung dengan menu - menu yang hendak Ane pesan sob, apalagi ada daftar menu lainnya seperti berbagai macam menu paket biasa dan menu paket prasmanan. Tapi untuk kedua paket yang terakhir ini Ane skip dan Ane lebih tertarik untuk memesan menu - menu yang terpisah, dengan membolak - balik daftar menu ini dan dengan berbagai macam pertimbangan akhirnya Ane memesan satu porsi nasi putih, satu porsi cah kangkung biasa, dan satu porsi cumi goreng tepung yang kata mbak pegawainya menu ini juga di pesan oleh pak Jokowi. Okelah!




Lalu bagaimanakah dengan menu minumannya? daftar menu minuman yang tersedia pun tak kalah banyaknya, beraneka macam jenis minuman seperti es cincau, es kelapa muda, es jeruk, capuccino, dan lain sebagainya serta berbagai macam jenis juice seperti juice alpukat, strawberry, buah naga, dan lain sebagainya. Juga ada lho berbagai macam jenis milk shake seperti orange squash, avocado float, manggo float, dan lain - lain. Untuk minumannya pilihan Ane akhirnya jatuh pada sebotol fresh tea saja yang Ane pikir cukuplah untuk menghilangkan rasa dahaga Ane dikarenakan habis perjalanan dari rumah.



Menu - menu yang sudah Ane pilih ini langsung di catat oleh mbak pegawainya dan segera di proses, kemudian Ane harus menunggunya. Tak butuh waktu lama kurang lebih 10 menit menu - menu yang Ane pesan kini semua sudah tersedia di meja makan Ane. Seporsi nasi putih, seporsi cah kangkung biasa, seporsi cumi goreng tepung yang setelah iseng - iseng Ane hitung berjumlah 10 biji beserta bonusnya yaitu semangkok sambal kecil, serta menu minuman sebotol es fresh tea.


Lalu bagaimanakah dengan rasanya? Yapz, Ane mulai dari cumi goreng tepungnya. Rasanya itu crispy pada bagian luarnya dan pada bagian cuminya itu sendiri terasa lembut. Untuk nasi putih dan fresh teanya tow seperti rasa pada umumnya. Namun berbeda halnya dengan rasa cah kangkungnya, untuk bumbunya tow cukup sedap namun pada pemilihan bahan kangkungnya itu sendiri menurut Ane kurang tepat seperti kangkung yang bertekstur agak besar dan cukup kaku serta cenderung kurang lemas. Ntah kebetulan pas Ane temui ini saja atau memang kangkung yang seperti ini yang dihidangkan disini. Ntahlah! Secara keseluruhan makanan ini semua "Wuenak Tenan" untuk itu

Tak habiskan semuanya, cuma tersisa sedikit nasi karena sudah kenyang :-)
Untuk semua menu yang Ane habiskan ini, Ane dikenai harga 70k. Cukup mahal bukan? nggak juga sieh sob ini standarlah karena dari harga tersebut, harga yang cukup mahal berada pada cumi goreng tepungnya. Jadi ya wajarlah. Nah itulah sob cerita Ane mengenai petualangan kuliner di Rumah Makan Pondok 21 ini. Semoga lain kali Ane bisa berkunjung kesini lagi dan merasakan menu - menu yang lainnya.


Jam buka: 09.00 - 21.00 WIB
Berdasarkan informasi yang ada di daftar menunya, berikut No. WA yang bisa dihubungi: 0813 7942 6689, 0812 7919 3880, dan 0812 7459 6100
Let's Go

Kamis, 13 Juli 2023

Taman Bahagia Unit 8 Tulang Bawang, Tak hanya Ada Kolam Renangnya Saja

Saat sedang berada di rumah dan sedang santai - santainya tak ada kegiatan yang cukup berarti, tiba - tiba Ibu Ane pulang dari bekerja langsung saja menghampiri Ane dan beliau langsung mengatakan:

Ibu Ane    : Le (Panggilan kepada seseorang yang lebih muda), sesok
             arep melu jalan - jalan ora? Bareng karo cah - cah TK! 
            (Jawa)
             Nak, Besok mau ikut jalan - jalan nggak? Bersama dengan
             anak - anak TK! (Indonesia)

Ane        : Insya Allah tumot mak, Gampil mangke! Kapan lan ugi 
             rencana nipun ten pundi niku?(Jawa)
             Insya Allah ikut mak, gampang nanti! Kapan dan 
             rencananya dimana itu?(Indonesia)

Ibu Ane    : Tanggal 11 Juni 2023, nang Taman Bahagia Unit 8 Tulang
             Bawang Le! (Jawa)
             Tanggal 11 Juni 2023, di Taman Bahagia Unit 8 Tulang
             Bawang Nak! (Indonesia)

Ane        : Ow, Nggeh mak, gampil lah! (Jawa)
             Ow, Iya mak, gampang lah! (Indonesia)


Jadi begini sob, Ibu Ane ini bekerja sebagai pendidik di salah satu lembaga pendidikan milik yayasan yakni TK PGRI Kejadian, karena mempunyai kuota dan diperkirakan masih ada tempat duduk yang kosong, diajaklah Ane ini untuk pergi bersamanya.
Perlu sobat ketahui bahwa obyek - obyek wisata alam yang ada di bagian utara dari Provinsi Lampung itu tidaklah banyak dan terbilang sangat sedikit bila dibandingkan dengan obyek - obyek wisata alam yang ada di bagian selatan. Kebanyakan obyek - obyek wisata yang ada di bagian utara Provinsi Lampung ini adalah obyek wisata buatan. Contohnya saja Islamic Center dan Uluan Nughik yang ada di Tulang Bawang Barat, Taman Kehati yang ada di Kabupaten Mesuji, dan sekarang ini yang rencananya akan Ane kunjungi yakni Taman Bahagia Unit 8 yang beralamatkan di Kampung Cempaka Dalam, Kecamatan Menggala Timur, Provinsi Lampung. Sebenarnya ada perasaan ragu - ragu saat mengiyakan ajakan Ibu Ane ini sob, secara gitu loh masak Ane berlibur bareng anak - anak TK dan jumlahnya cukup banyak antara 60 sampai 70 anak. Ya walaupun mereka - mereka semua bersama dengan orang tuanya masing - masing sieh tapi ya tetap saja agak gimana gitu perasaannya. Ntar dikatain ini, itu, jadikan bisa malu - malu tapi mau tapi setelah di fikir - fikir ngapain juga malu, lawong nggak melanggar norma dan hukum e lo jadi ya tetap deh Ane mau mencobanya.


Waktu yang dinanti - nanti akhirnya tiba juga, hari Minggu tanggal 11 Juni 2023, dengan keberangkatan mulanya direncanakan jam setengah 7 pagi hingga akhirnya kita meninggalkan lokasi titik keberangkatan jam setengah 8 kurang sedikit. Ane sungguh salut dengan para orang tua siswa - siswi TK ini yang setengah 7 pagi tet sudah berkumpul semua termasuk para Ibu guru beserta salah seorang keluarganya. Tapi mau gimana lagi lawong kendaraannya sendiri pada belum datang, jadi ya kita harus menunggunya. Cukup lama juga sieh kita semua menunggunya, kurang lebih 30 menitan lah. 3 buah bus berukuran sedang dan sebuah mobil pribadi, itulah kendaraan yang akan kita tumpangi.
Sesampainya kendaraan yang akan kita tumpangi terparkir di lokasi penjemputan, kita semua bersiap - siap untuk naik. Diawali dari pengaturan tempat duduk dan absensi penumpang yang dilakukan oleh para Ibu Guru TK PGRI Kejadian yakni Ibu Guru Siska, Siti Mutmainah, Siti Maisaroh, dan juga Prihatini kemudian dilanjutkan pembagian sebotol minuman penyegar dan snack untuk setiap anggota rombongan. Rombongan kita bisa di bilang didominasi oleh kaum ibu - bu, walaupun begitu persiapan ini terbilang tertib dan lancar karena mereka semua patuh terhadap para ibu guru yang bertanggung jawab. Ane sendiri naik mobil pribadi terpisah dari rombongan ibu - ibu tersebut.


Tepat jam setengah 8 kurang sedikit tet kita akhirnya berangkat. Seperti biasa, awal perjalanan kita melewati jalan yang bervariasi mulai dari beraspal rusak, berbatu dan bergelombang, hingga jalan tanah kalau di total kurang lebih 8 Km. Didalam mobil bisa dibayangkan rasanya seperti apa. Kalau sobat pernah naik kuda ya seperti itulah dan itulah kondisi jalan pada umumnya di desa - desa Provinsi Lampung.


Ada 2 cara untuk sampai di Taman Bahagia yang akan kita tuju, pertama melalui jalan tol dan yang kedua tanpa melalui jalan tol. Kali ini cara yang pertama yang akan kita lalui yakni melalui jalan tol, masuk melalui pintu gerbang tol Way Kenanga dan keluar melalui pintu gerbang Tol Lambu Kibang. Cukup dekat sieh cuman cukup membantu. Keluar dari pintu tol menuju Jalan Lintas Timur, jalan yang kita lalui masih dalam keadaan rusak parah beraspal nan bergelombang hingga akhirnya jalannya terbilang cukup bagus saat melewati jalan nasional Lintas Timur dan mendekati Obyek Wisata Taman Bahagia Unit 8. Ow iya, sobat pasti bingung kan dengan nama unit itu sendiri? Pasti sobat langsung berfikiran ada unit - unit yang lainnya seperti unit 1, unit 2, unit 3, dan seterusnya! Memang iya sob, ada. Jadi kata "unit" itu juga sebutan untuk sebuah daerah namun tidak dipakai secara legal administrasi perkantoran melainkan aka atau alias saja dan biasanya hanya warga lokal saja yang mengetahuinya.


Rombongan Ane sampai di Taman Bahagia ini tepat jam 09.30 WIB, itu artinya dari lokasi pemberangkatan kita sampai sini hanya memerlukan waktu kurang lebih 2 jam. Mobil yang Ane tumpangi dengan ketiga bus yang ditumpangi oleh rombongan siswa - siswi dan orang tuanya ternyata berbeda cara masuk ke obyek wisata Taman Bahagia ini, Bus - bus yang ditumpangi rombongan siswa - siswi bersama orang tuanya lewat jalan belakang yang jalannya cukup landai, sementara mobil yang Ane tumpangi lewat bagian depan yang jalannya ituloh wow turunan yang cukup ekstrim. Sesampainya di tempat parkir, Ane cukup terkesan dengan pengelolaan obyek wisata ini. Bagaimana tidak obyek wisata Taman Bahagia ini luas, namun bersih dan terawat dengan baik. Luas tempat parkirnya kurang lebih 3.000 meter persegi yang dapat menampung sangat banyak kendaraan roda dua maupun roda empat. Lahan parkir ini memanfaatkan tempat yang sudah ada, hal ini terlihat dari tanaman pohon kelapa sawit yang masih berdiri kokoh meneduhi semua kendaraan yang ada di bawahnya.

Suasana dan kondisi lahan parkir kendaraan
Keseruan anak - anak TK PGRI Kejadian saat foto bersama
Di sisi sebagian lahan parkir terdapat berbagai macam fasilitas salah satunya tiga buah gazebo berkerangka kayu berbentuk persegi panjang dengan beratapkan spandek. Dalam setiap gazebo terbagi dalam beberapa slot dengan jumlah yang berbeda, ada 2 slot hingga 3 slot. Susasana di gazebo ini cukup segar dan nyaman karena berdiri diatas kolam yang berisi berbagai macam jenis ikan. Karena kenyamanannya inilah, gazebo ini kita pilih sebagai tempat beristirahat sejenak sambil mempersiapkan segalanya, ada yang pergi ke kamar kecil dan ada juga yang sarapan pagi karena dari pagi memang belum sempat sarapan. Selain gazebo, fasilitas lain yang tersedia diantaranya kamar kecil, tempat wudhu, mushola kecil, dan sebuah warung.

Walau beratap spandek, tapi tetap saja sejuk
Keseruan kita saat sedang sarapan pagi
Waktu istirahat sudah cukup dan dari sinilah rombongan kita mulai berpencar sendiri - sendiri. Taman Bahagia Unit 8 Tulang Bawang ini memang terkenal dengan kolam renangnya. Setidaknya ada 3 buah kolam renang yang bisa dipakai oleh para pengunjungnya. 2 buah kolam renang terletak secara terpisah diperuntukkan untuk anak - anak karena mempunyai kedalaman yang cukup dangkal dan sebuah kolam renang diperuntukkan oleh orang dewasa karena mempunyai kedalaman 2 meter. Di masing - masing kolam renang itupun terdapat berbagai macam fasilitas permainan yang berbeda. Kalau di kolam renang orang dewasa tow hanya ada 4 buah gazebo saja, tapi beda cerita dengan kolam renang yang diperuntukkan untuk anak - anak.


Fasilitas yang ada di kolam renang anak - anak terbilang sangat komplit dan menyenangkan. Dimulai dari sisi - sisi  pinggirnya, di salah satu sisi dindingnya terdapat lukisan timbul pemandangan alam yang cukup elok. Untuk tempat teduhnya ada beberapa gazebo yang beratapkan welit juga tempat teduh lainnya yang terbuat dari bahan baja ringan. Di sebagian bibir kolam berdiri 7 buah pancuran air berupa patung menyerupai berbagai macam jenis hewan yang hidup di laut seperti ikan lumba - lumba, pinguin, serta kura - kura serta sebuah pancuran air berupa patung kepala singa. Nampaknya inspirasi ini muncul dari negara tetangga apalagi kalau bukan Singapura. Jadi kalau sobat ingin foto seolah - olah berada di singapura, cukup datang kesini aja ya sob, hehehe.

Pancuran air yang didesain mirip ikon negara Singapura
Lokasi kolam renang anak yang berukuran kecil terletak secara terpisah dari kolam renang anak yang berukuran besar
Nah inilah fasilitas utama yang ada di kolam renang anak, sebuah ember tumpah yang diletakkan di bagian tengah kolam, perosotan untuk anak - anak, serta ini sepertinya fasilitas yang paling asyik dinikmati oleh para pengunjungnya baik anak - anak maupun orang tua dari anak - anak yakni mandi busa. Buat anak - anak yang mau berenang disini bisa renang dengan tangan kosong sepuasnya atau naik pelampung bebek - bebekan yang bisa di beli dari penjualnya secara langsung karena disini tidak ada penyewaan alat bantu pelampung tersebut.

Itu tuh, ember tumpahnya ada di tengah - tengah kolam
Keceriaan para pengunjungnya saat mandi bola
Berbeda dengan kolam renang yang tergolong wahana permainan air, disini juga terdapat permainan darat untuk anak - anak yang berada didalam ruangan namun tak berdinding rapat. Jadi masih dapat terlihat jelas dari luar. Letaknya itu ada di sebelah timur dari kolam renang anak. Berbagai jenis permainannya yaitu mobil - mobilan, sepeda - sepedaan, prosotan, bermain basket, ayunan dan lain sebagainya. Ane kurang begitu tahu apakah masih harus membayar lagi untuk menikmati itu semua atau tidak, Ane lupa untuk bertanya karena Ane fokus ke kolam renang dan jalan - jalan mengelilingi kolam renang ini hingga menyeluruh.


Spot foto lukisan 3D
Ane rasa Taman Bahagia ini dikelola sangat sungguh - sungguh dan didesain tidak hanya untuk anak - anak saja tetapi juga untuk orang dewasa. Bagaimana tidak ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan oleh para pengunjung diantaranya mancing di kolam pemancingan, karaokean di panggung bahagia, menyewa tempat untuk sebuah acara kegiatan, foto - foto di Taman Kurcaci atau foto - foto di spot foto lukisan 3D seperti tokoh - tokoh film animasi spongebob dan lain sebagainya.

Salah satu tempat yang disewakan untuk berbagai keperluan
Tempat ini juga disewakan

Bisa juga pengunjung menjadikan Taman Bahagia hanya sebagai refreshing jalan - jalan saja menikmati pemandangan yang ada seperti 2 (dua) buah rumah - rumahan kecil dengan cat berwarna - warni, sebuah tugu monas berukuran mini, 4 buah patung kuda berwarna putih yang sedang menarik sebuah kereta yang menyerupai burung, hingga 3 (tiga) pasang patung manusia laki - laki dan perempuan dengan menggunakan pakaian adat yang berasal dari 3 suku yang berbeda yakni Lampung, Jawa dan Bali.

Lampung dicirikan dengan adanya kopiah emas yang dipakai oleh laki - laki dan siger yang dipakai oleh perempuan, jawa yang dicirikan dengan adanya blangkon yang dipakai oleh laki - laki dan sanggul yang dipakai oleh perempuan, serta Bali yang ditandai dengan adanya Udeng yang dipakai oleh laki - laki dan gaya pakaian yang khas dari seorang wanita Bali. Keberadaan patung - patung ini bukan hanya sebagai pemanis saja melainkan mempunyai sebuah makna bahwa beragam suku yang mendiami daerah Kabupaten Tulang Bawang ini hidup berdampingan secara harmonis dan penuh dengan toleransi.


"Lah kamu sendiri disitu ngapain nis?" Ane sendiri disini ya hanya berenang sekitar 30 menitan saja, setelah itu jalan - jalan menikmati setiap langkah demi langkah sambil memperhatikan lingkungan sekitar. Habis cukup bagus sieh untuk tataran obyek wisata yang ada di Provinsi Lampung.
Harga Tiket Masuk: Senin - Jum'at    : Rp. 15.000/orang
                   Sabtu dan Minggu  : Rp. 20.000/orang
Jam Buka         : Setiap hari mulai dari Jam 09.00 - 17.00 WIB.
Let's Go

Rabu, 14 Juni 2023

Makan di Rumah Makan Cikwo, Diajari Cara Membuat Seruit

Apa yang terlintas di benak sobat - sobat semua saat pertama kali mendengar kata "Cikwo Resto and Coffee"? tentu tempat makan biasa atau nongkrong sambil minum kopi, ya kan sob? apalagi diatas dari kata tersebut tersemat sebuah tulisan "Kopi Subana" pastilah sobat tanpa ragu - ragu lagi langsung berfikiran demikian. Tak ada yang salah dengan anggapan sobat tersebut, pun demikian dengan Ane saat sebelum mendatanginya secara langsung. Ane pun berfikir sama dengan yang ada di fikiran sobat. Tapi seusai mendatangi dan merasakan secara langsung, anggapan Ane pun sirna dan berubah bahwa "Cikwo Resto and Coffee" atau Ane lebih nyaman dengan menyebutnya Rumah Makan Cikwo ini rumah makan yang unik dan tak biasa menyajikan menu makanan dan minuman khas Lampung.


Ane sebagai orang yang lahir, tumbuh, dan besar di Lampung pun belum pernah yang namanya makan makanan khas Lampung, cuman kalau istilah yang menggunakan kata atau aksara Lampung Ane paham. Maka dari itu sekaranglah saatnya Ane menambah khasanah pengetahuan tentang tempat tinggal Ane ini dengan cara mencoba makanan khas Lampung yang bukan merupakan makanan sehari - hari Ane. Pumpung berada di Kota Bandar Lampung dan ada sebuah tempat makan yang cukup rekomended untuk Ane coba, mampirlah Ane kesini.
Perjalanan Ane mulai dari hotel tempat Ane menginap, dengan menaiki ojek online sampailah Ane kesini. Rumah Makan Cikwo ini sangat mudah ditemukan karena berada di jalan utama Jl. Kimaja Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung. Tampak dari luar, bangunan resto ini cukup mungil tak sebesar seperti restoran pada umumnya. Ane sempat ragu, apa iya tempat ini yang Ane maksud. Dengan penuh rasa ragu - ragu Ane menuju masuk kedalam. Ruangan yang cukup kecil hanya muat beberapa orang saja dengan dekorasi yang modern layaknya sebuah kafe.


Astaganaga, anggapan Ane selama ini ternyata salah saat memasuki ruangan yang kedua yang ada di bagian belakang. Ruangan dengan konsep semi outdoor dan cenderung klasik dengan taman yang didominasi oleh tanaman berbagai macam jenis bunga, ada yang diletakkan di tanah begitu saja maupun di gantung. Di sisi - sisi pinggir taman inilah tempat yang paling utama pengunjung dalam menikmati makanan yang di pesan olehnya. Ruangan yang lebih menyerupai sebuah lorong dengan di dindingnya terdapat berbagai macam hiasan pernak - pernik khas lampung, peralatan memasak tradisional, peralatan pak tani seperti topi tani, beragam foto menu khas lampung yang ditawarkan seperti pandap, pekhos masin, khalipu sambol, dan khetak belulang. Rupa - rupanya Ane tak salah mengunjungi restoran ini, tampak terpajang berbagai macam prestasi dan penghargaan yang pernah diperolehnya mulai dari tingkat lokal hingga nasional.
Foto - foto menu khas Lampung
Foto berbagai macam prestasi dan penghargaan


Kain bercirikan khas Lampung
Meja kasir
Di salah satu sisi pinggir bagian timur terdapat sebuah panggung berukuran sedang berhiaskan gambar siger (mahkota pengantin wanita lampung berbentuk segitiga berwarna emas). Cocoklah kalau untuk panggung live musik guna menghibur para pengunjungnya. Apalagi didukung dengan ruangannya yang cukup luas, lebih luas 8 - 10 kali dibandingkan dengan ruangan yang pertama. sambil memesan menu yang ditawarkan, Ane mengambil salah satu tempat duduk yang posisinya berdekatan dengan meja kasir. Disini Ane banyak mengobrol dengan salah satu pelayannya dan seorang pelayan yang lainnya membuatkan menu yang sedang Ane pesan. Maklum, saat datang Ane belum melihat seorang pun yang datang jadi bisa mengobrol panjang lebar dengan pelayannya. Cukup lama juga Ane menunggu pesanan datang, hampir 20 menitan. Tapi waktu yang lama tersebut tak terasa membosankan karena suasana tempatnya yang begitu tenang dan nyaman jauh dari kebisingan kendaraan bermotor meski berada di tengah kota. Inilah sob menu - menu yang Ane pesan


Ada taboh iwa tapa, sambal terasi, tempoyak dan terong rebus, lalapan, serbat kweni dan air putih. Loh dimana seruitnya?
Berbagai macam jenis lalapan seperti 4 biji potongan mentimun, 3 mata petai, daun kemangi, 2 biji terong hijau bulat, sawi, dan 2 biji kecipir
sebelum makan di mulai, Ane mencicipi dahulu minuman yang khas dari daerah Lampung ini yakni serbat kweni. secara penampilan sebelum diaduk warna minuman ini terbagi menjadi 3 lapisan. Lapisan bagian atas berwarna orange seperti warna pada minuman es teh, lapisan tengah berwarna cokelat seperti warna pada cokelat susu kental manis, dan di lapisan paling bawah berwarna kuning seperti warna original pada buah mangga yang segar. Segelas minuman serbat kweni berisi mangga, es batu, dan biji selasih. Aroma yang ditimbulkan pun sangat harum nan menggoda bagi siapa saja yang dekat dengannya. Lalu bagaimanakah dengan rasanya? Sruput, sruput, sruput, sungguh nikmat dan seketika menghilangkan rasa dahaga Ane. Rasanya itu masam, manis, dan agak pedas sedikit mungkin asal pedasnya ini berasal dari jahe kali ya sob.

Penampakan serbat kweni (Kanan) dilihat dari samping

Penampakan serbat kweni dilihat dari atas
Oke sekarang pada gulai taboh iwa tapanya yang secara penampilan mirip ikan yang dimasak dengan kuah santan yang biasa dilakukan oleh ibu Ane. Tetapi kuah pada gulai taboh iwa tapa ini sangat kental sekali. sekarang saatnya Ane mencicipinya, pada kuahnya rasanya itu cukup gurih dan saking lezatnya tak henti - hentinya indra pengecap Ane menyerapi lebih dalam tentang rasanya. Berbeda dengan kuahnya, rasa pada ikannya itu sangat unik dan khas mirip seperti ikan yang diasapkan gitu, bukan di goreng atau di panggang secara langsung sob. Berdasarkan informasi dari mas pelayannya memang benar ikan ini di masak dengan cara tradisional diasapi kurang lebih selama 8 jam dan di beri bumbu rempah - rempah yang di campur dengan santan. Uniknya lagi dalam pengolahan ikan dan bumbu tidak menggunakan minyak sama sekali, jadi benar - benar alami rasanya.


"Lalu makanan yang mana yang tersedia di meja makan Ane ini yang dinamakan dengan seruit?, kan tadi Ane juga pesan makanan seruit, tapi adanya kok sambal terasi, tempoyak, lalapan, dan terong rebus",fikirku. selain yang sudah Ane bahas diatas, dengan rasa penasaran bertanyalah Ane kepada mas pelayannya dan ternyata yang dinamakan seruit itu ya percampuran dari keempat bahan tersebut dan cara membuatnya dilakukan secara mendadak.
Mas Pelayan pun bertanya kepada Ane,"masnya bisa membuat seruit? sudah pernah makan seruit sebelumnya?"
Ane pun langsung menjawab dengan jujur,"Belum pernah mas, makanya saya tanya kepada masnya makanan yang mana yang dinamakan seruit". Kalau begitu, "Bagaimana cara membuatnya mas?".
"Ini mas, begini caranya", timpal beliau sambil menjelaskan kepada Ane bagaimana cara membuat seruit itu.

Diambilnya setengah sendok sambal terasi

Setengah potong terong rebus dan setengah sendok tempoyak
dan satu sendok kuah gulai taboh ikan tapa serta ikan pepes satu dua suir
Semua di aduk sampai ulet dengan menggunakan tangan hingga halus dan lembek dan inilah hasilnya yang dinamakan "Seruit Lampung" itu.
"Owalah begitu tow mas", jawab Ane.
Sesuai dengan petunjuk masnya, Ane pun menirukannya dengan cara berulang - ulang dalam menikmati hidangan seruit yang ada di meja makan ini hingga akhirnya semuanya habis. Lalu bagaimanakah dengan rasa seruit itu sendiri? rasanya itu khas agak Aneh di lidah Ane. Gurihnya ikan, masamnya tempoyak, dan rasa khas sambal terasi bercampur padu menjadi satu sehingga sulit untuk dijelaskan. Maklum baru pertama kali ini Ane nyeruit jadi perlu pembiasaan sedikit, walau begitu tetap saja sob

Tak habiskan semuanya terkecuali beberapa lalapan dan bagian tulang yang memang tak enak untuk di konsumsi, hehehe
Bagi sobat yang penasaran dengan rasanya silahkan sobat bisa langsung datang kesini ya sob ya, tidak lengkap rasanya bila sobat sudah berada di Lampung tetapi tidak sekalian mencicipi makanan khasnya. Untuk kesemua menu yang Ane santap, Ane harus membayar agak mahal sob yakni 65k dengan rincian:
1 seruit polos, harga 15k
1 Taboh Iwa Tapa, harga 29k
1 Nasi, harga 6k
1 Serbat Kweni, harga 15k
(Harga Bulan September 2021)


Jam Buka: 10.00 - 22.00 WIB
Let's Go

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me