Jumat, 19 Agustus 2016

Sego Koyor Bu Parman, Enak Tapi

Hai sob, gimana nieh kabarnya? semoga baik-baik saja ya. Dah satu minggu aja nieh sob blog ini Ane anggurin, lagian yang mpunya blog lagi disibukkan masalah yang lain sieh jadi ya terpaksa deh Ane anggurin sebentar. Nah, kali ini Ane mau cerita tentang perjalanan Ane di Sego Koyor Bu Parman sob. "Krucuk, krucuk, krucuk", begitulah kira-kira suara yang ada didalam perut Ane. Sepertinya cacing - cacing dalam perut sedang pada konser semua. Saat itu hari sudah mulai malam sekitar jam 10 an, Mau makan nasi sayur sudah tak mungkin karena warung sudah pada tutup semua, mau makan di burjo (hmmm, masa burjo lagi?), mau nongkrong tapi nggak ada sahabat yang bisa Ane ajak, tiba - tiba terlintas di benak Ane kalau di Jogja itu ada warung yang sangat direkomendasikan untuk dicoba, bukanya bukan dari pagi sampai sore hari, tapi justru dari malam sampai pagi hari. Warung yang Ane maksud adalah Sego Koyor Bu Parman yang terletak di Jl Brigjend. Katamso Yogyakarta.



Berbekal dari nama alamat berangkatlah Ane langsung menuju TeKaPe menyusuri Jl. Brigjend. Katamso tersebut. Toko demi toko Ane lihat, hingga akhirnya setelah melewati Jogjatronik ketemu juga warung Sego Koyor Bu Parman ini. Warungnya sangat sederhana hanya menempati sebuah emperan toko, jadi kalau pagi sampai sore digunakan untuk aktifitas toko, sedangkan malam sampai pagi harinya digunakan untuk berjualan sego koyor ini. Pada awalnya Ane kira kalau disini ada semacam tempat lesehannya sob, tapi apa yang terjadi? ternyata tak ada dan yang ada hanyalah dua buah kursi panjang saja yang terpasang mengelilingi mejanya. Alhasil Ane harus sedikit menggeser pengunjung yang lain yang sedang ngobrol asyik bersama para sahabatnya.



"Mau makan apa mas?", tanya Sang Penjualnya kepada Ane saat Ane baru saja duduk di kursi.
"Sego koyor Bu", balas Ane dengan cepat. "Ini petainya juga di jual kan Bu?", tanya Ane karena tanpa sengaja Ane melihatnya.
"Iya mas", jawab Sang Ibu.
"Petainya satu aja", timpal Ane.
"Baik mas, lalu minumannya mas?", tanya Sang Ibu kembali
"Teh hangat saja", jawab Ane.
Kini, menu yang hendak Ane santap sudah ada di depan mata Ane.



Eow iya sob, daritadi Ane ngomongin soal sego koyor ini, sobat sudah tahu belum apa itu sego koyor? taaaauuu? atau tidak tahu? okelah kalau begitu, jadi yang dinamakan sego koyor itu adalah makanan berupa urat sapi yang disajikan dengan nasi putih (nasi putih dalam bahasa jawanya adalah sego). Beginilah penampilan sego koyor Bu Parman itu.



Sudah tak tahan lagi rasanya Ane ingin segera mencicipinya. sepotong koyor kini mendarat di indera pengecap Ane, rasanya cukup gurih, empuk dan tak sedikitpun Ane merasakan kealotan darinya. Saking empuknya Ane dengan mudah memotongnya menjadi bagian - bagian kecil dengan sendok. Agar lebih nikmat dan seru, Ane lantas mengambil seplastik kecil kerupuk yang ada dihadapan Ane. Sebenarnya ada beberapa pilihan lauk yang dapat Ane pilih sob, diantaranya ada jeroan, gorengan, maupun babat.



Lengkap sudah di tengah udara malam ini mengletus lalapan petai yang ada dan ditemani segelas teh hangat. Dua kata untuk ini semua,"Wuenak tenan, le leduk". Biarlah orang berkata apa kalau petai itu bau, de el el. Tak ada gengsi sob, Ane benar - benar menyukainya, yang penting enak ya masuk mulut, hehehe.



Soal harga masih cukup bersahabat kok sob untuk semuanya hanya dibanderol dengan harga 20k saja dengan rincian sego koyor 15k, teh hangat 2k, seplastik kerupuk kecil 1k, dan satu biji petai 2k. Gimana tertarikkah untuk mencicipinya?
Kalau tertarik langsung aja sob menuju ke TeKaPe:



Dari Titik Nol Kilometer Kota Jogja, bergeraklah ke arah timur (belok kiri bila dari arah Malioboro) melalui Jl. Panembahan Senopati hingga perempatan lampu merah. Kemudian beloklah ke arah kanan (selatan) melalui Jl. Brigjend. Katamso melewati pertigaan lampu merah dan Jogjatronik, lambatkan laju kendaraan sobat bila menggunakannya dan lihatlah ke arah kiri (timur) tak lama lagi sampailah sobat di tempat yang sobat maksud.
Warungnya terletak di sebelah kiri (timur) jalan.
Jam Buka : Pukul 21.30 - 04.00 WIB.
Enak sieh enak sob, Eitz tapi ingat: kalau sobat mau makan ya jangan sering-sering ya, ntar ndak kolestrolnya naik. Woke! hehehe
Sampai Jumpa!!!
Let's Go

Jumat, 12 Agustus 2016

Ayam Geprek Jekardah Jogja

Pertama kali Ane membaca tulisan "Kedai Ayam Geprek Jekardah" yang terletak di Jl. Pandega Marta, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, fikiran Ane langsung tertuju pada Jakarta, warung tersebut berasal dari Jakarta maksud Ane. Tapi imajinasi Ane ternyata salah sob Jekardah sendiri akronim dari Jelas Membakar Lidah. Ane kali ini tak sendiri sob datang kesini, melainkan dengan sahbat Ane, Hanna. Yah, cuman dia sob orang yang bisa di ajak mbolang cari makan. Soalnya janjian mendadak aja, bisa jadi kalau sama dia. Lainnya iya - iya aja, tapi begitu mendekati waktunya eh malah mengundurkan diri nggak jadi. Maka dari itu sob Ane selama ini kalau makan ya sendiri kalau nggak bersama sahabat Ane ini. Kalau jalan nunggu teman atau sahabat, kapan lagi bisa jalan, ya nggak sob? pumpung masih muda / Balita (Bawah Lima puluh Tahun), hahaha. Belum ada tanggungan, jadi hati suka ya jalan aja.



Ealah malah ngelantur kemana - mana dan sok bijak lagi, okelah sob back to topik jadi menurut kabar yang beredar Kedai Ayam Geprek ini salah satu yang direkomendasikan di kota Jogja ini. Katanya enak dan bumbu yang digunakan juga berasal dari luar negeri, inilah sob yang membuat Ane penasaran. Secara Ane selama ini sudah merasakan 2 lokasi ayam geprek yang berbeda yakni di Warung Ayam Geprek Bu Rum dan Warung Ayam Geprek Mas Kobis dan kedua lokasi tersebut ayam gepreknya benar - benar mantab rasanya.
Seperti apa ya rasanya? untuk membuktikannya datanglah kita menuju TeKaPe. Kedainya cukup mudah ditemukan, dari Perempatan besar lampu merah petemuan Jl. Ringroad Utara dengan Jl. Kaliurang, maju ke barat dikit ada belokan jalan ke arah kiri yang menyerong. Beloklah Ane ke belokan tersebut dan mengikuti jalan ini, sampai deh di lokasi yang kita maksud. Kedainya terletak di sebelah kanan (barat) jalan.



Kedainya cukup luas dan bersih, terdapat tempat parkir yang luas dan meja serta kursi tersusun dengan rapi. Nampaknya sudah ada beberapa pengunjung yang sudah menikmati pesanannya, mereka semua tampak masih muda dan sedang bercanda tawa. Memang cocok sob tempatnya buat nongkrong selain makan. Jadi begitu selesai makan bisa nongkrong dulu sebentar. Ada banyak pilihan menu makanan dan minuman yang dapat kita pilih diantaranya ada ayam geprek (Hot Bully Chicken), ayam sambal kosek, ayam kremes, dan lain sebagainya, sedangkan untuk minumannya ada teh, jeruk, air mineral, dan aneka macam jus.



Menu - menu tersebut dapat kita pilih sendiri - sendiri atau sistem paket, adapaun paket - paket yang dapat kita pesan diantaranya:
1. Paket Leh Uga yang berisi nasi, sayap, terong crispy, dan kobis 
   goreng; 
2. Paket Kanmaen yang berisi nasi, paha atas/dada, terong crispy,
   dan kobis goreng;
3. Paket Warbiyasa dengan isian nasi putih, paha atas/dada, telor
   geprek, terong crispy, dan kobis goreng; serta
4. Paket Berbeque Chicken Wing yang berisi chicken wing dan potato
   wedges.
Ini dia sob perbedaan ayam geprek ini dengan yang lainnya, tingkat kepedasan yang dapat dipilih itu dinamai sesuai dengan genre musik seperti acoustic (bercabai 1), pop (bercabai 3), jazz (bercabai 5), rock (bercabai 10), dan tingkat kepedasan yang paling tinggi adalah dangdut koplo (bercabai 20).



Sementara selain pada makanan pokoknya, ada juga makanan pendamping lho sob diantaranya ada tempe, tahu, telor, terong, cah kangkung, sop ayam, jamur crispy, dan kremes. Selain itu juga kue cubit cute bite dengan berbagai rasa baik itu original, Taro', cokelat, dan lain sebagainya. Yuk di pilih, di pilih!



Setelah lihat - lihat daftar menu tersebut akhirnya Ane memutuskan untuk makan ayam geprek paha, es teh, dan jamur crispy (karena ini makanan favorit Ane). Sementara sahabat Ane Hanna lebih memesan bentuk paket yakni paket kanmaen dan segelas es jeruk sebagai minumannya serta mendoan.
Sesudah itu Ane kasihkan kertas pemesanan menu tersbut ke salah satu pegawainya agar segera di proses dan kemudian langsung masuk ke perut. Tak perlu menunggu lama, sekitar 15 menit kemudian semua pesanan yang kita pesan sudah ada di depan hadapan kita.



Seporsi ayam geprek terdiri dari nasi putih, ayam yang di geprek berlumurkan cabai, dan sayur kubis. Sementara untuk jamur krispynya disajikan menggunakan wadah yang kecil, begitupula mendoannya yang terlihat cukup menarik untuk di pandang. Rasanya? hmmm biasa aja sob tak begitu renyah dan cenderung lemas, padahal tuh ya sob Ane cuman pesan kelas rock aja lho dan sambalnya juga menurut Ane tak pedas.



Menyesal rasanya, kenapa tadi kok nggak pesan yang kelas dangdut koplo aja ya. Kalau Ane bandingkan dengan Ayam Geprek Bu Rum, malah enakan Ayam Gerprek Bu Rum menurut Ane. Untuk jamurnya okelah cukup renyah, tapi Ane kurang suka dengan mendoannya yang di pesan Hanna, ceritanya Ane nyicipin punya dia sob dan rasanya itu cukup manis karena ada mayonesenya. Kalau Si Hanna mah lahap saja, tuh buktinya



Soal harga, masih standarlah sob, untuk semuanya hanya dibanderol seharga 40k dengan rincian ayam geprek paha 9k, paket kanmaen 12k, nasi putih 3k, jamur crispy 5k, es teh 2k, es jeruk 3k, dan mendoan yang di bayar terpisah seharga 6k. Kenapa kok harus di bayar terpisah? nggak tahu sob, Ane juga bingung kok gitu ya nggak dijadikan menjadi satu saja. Oke deh sob, kalau sobat penasaran dengan ayam geprek ini bisa langsung meluncur ke TeKaPe.



Jam Buka kedai: Pukul 11.00 - 21.00 WIB
Let's Go

Jumat, 05 Agustus 2016

Bakso Kuning Gading, Kini Pindah di Jalan Magelang

Warung Bakso Kuning Gading yang awalnya beralamatkan di Jl. Abu Bakar Ali No.2, kini pindah agak jauh dari pusat kota sob yakni di Jl. Magelang Km. 7,8 Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Bakso kuning gading ini cukup membuat Ane penasaran konon katanya penyajian bakso ini berbeda dengan yang lainnya. katanya ada tambahan daging ayam dan babatnya.



Untuk menjawab rasa penasaran Ane berangkatlah Ane menuju kesana. Warungnya cukup luas dengan meja dan kursi yang tersusun rapi dan bersih. Ada beragam jenis menu bakso dan minuman yang dapat Ane pilih, diantaranya ada bakso babat, bakso otot, dan bakso ayam. Sedangkan minumannya ada teh, jeruk, tape, dan kelapa muda.



Eh, by the way tahu tidak sob mengapa bakso ini dinamakan bakso kuning gading? Konon katanya sieh awal jualannya warung bakso ini menempati sebuah bangunan yang berwarna kuning sehingga disebutlah demikian. Tapi sekarang berhubung pindahnya belum lama, bangunan yang ditempati belum bercat kuning. Apakah kedepannya akan di cat berwarna kuning? ntahlah hanya Tuhan dan penjualnya saja yang tahu, hehehe.



"Mau pesan apa mas?", tanya Sang Penjualnya saat Ane barusaja memasuki warungnya.
"Bakso babat saja Pak", jawab Ane dengan singkat.
"Ma'af, habis ew mas adanya bakso otot dan bakso ayam saja", balas Sang Penjualnya.
"Kalau begitu bakso otot saja Pak", balas Ane tanpa ingin berpusing - pusing lagi.
"Minumnya?", tanya bapaknya lagi.
"Es tape aja Pak", timpal Ane.
"Wah itu juga sudah habis mas", jawab bapaknya.
"Yasudah air es aja Pak", timpal Ane dengan perasaan yang agak menyesal karena apa yang Ane inginkan tak sesuai dengan rencana.
Tak butuh waktu lama sob, pesanan yang Ane pesan sudah datang.



Secara penampilan, bakso ini disajikan memang benar - benar beda sob dengan penyajian bakso pada umumnya. Semangkok bakso berisi 3 buah bakso, sawi, mie kuning, irisan tahu, seledri, sedikit taburan bawang goreng, dan mempunyai kuah yang bening. Ini bedanya sob selain itu semua, juga terdapat suwiran daging ayam yang tentunya menggoda untuk dinikmati.



Rasanya? Kuahnya terasa sangat gurih, tidak asin dan cenderung nikmat. Begitupula dengan baksonya yang terasa sekali rasa dagingnya. Sedangkan pada suwiran daging ayamnya terasa lembut di mulut sehingga dapat memanjakan lidah Ane. Dua kata deh sob untuk ini semua,"Wuenak tenan, Le leduk".



Soal harga, kali ini bapaknya sedang berbaik hati sob, karena baru saja pindah lokasi untuk minumannya Ane digratiskan. So, hanya bayar baksonya saja sebesar 15k saja. Memang sieh sob bila dibandingkan dengan bakso - bakso lain yang ada di Yogyakarta, bakso ini terbilang agak mahal sedikit tapi hal itu sebanding dengan apa yang kita rasakan.
Cara menuju lokasi:



Dari Tugu Jogja, bergeraklah ke arah barat melalui Jl. P. Diponegoro hingga menemukan perempatan lampu merah. Kemudian beloklah ke arah kanan (utara) melalui Jl. Magelang lurus terus hingga menemukan perempatan di bawah jalan layang. Masih lurus lagi ke arah utara hingga sobat menemukan POM Bensin Mlati yang terletak di sebelah kiri (barat) jalan. Maju sedikit, ada jalan balik arah. Nah Warung Bakso Kuning Gading ini berada tepat di jalan balik arah tersebut. Sampai deh!



Berdasarkan informasi yang Ane dapatkan dari Sang Penjualnya bahwa Warung Bakso Kuning Gading buka dari jam 9 pagi hingga maksimal 8 malam, tapi beliau juga menambahkan kalau saat sedang ramai - ramainya bakso ini bisa tutup pada jam 4 sore.
Let's Go

Selasa, 02 Agustus 2016

Warung Makan Pak Bejo Jogja, Pesona Kuliner Pinggir Kota

Kalau ikan wader di goreng dan disajikan menggunakan nasi putih itu sudah biasa sob, tapi bagaimanakah bila wader itu disajikan dengan nasi pecel? Kalau sobat sudah tahu sebelumnya ya syukurlah, tapi sob bagi Ane ini sesuatu yang baru. Kalau bisa mah yang namanya makanan apa dengan makanan apa tetap bisa, tapi permasalahannya apakah enak? Di Jogja sendiri ternyata ada sebuah warung yang menawarkan pecel wader lho sob, warung tersebut bernama Warung Makan Pak Bejo yang terletak di Dusun Wiyoro, Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.



Rasa penasaran pun kini menghantui fikiran Ane, tapi apa boleh buat saking penasaran akan citarasa yang ditawarkannya akhirnya Ane menyambangi tempat tersebut pada tanggal 30 April 2016. Duh, sudah lama ya sob? nggak apa-apa deh. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari kost Ane membuat perjalanan Ane cukup singkat, hanya sekitar 15 menitan saja.
Warungnya cukup sederhana dengan dindingnya yang terbuat dari bambu. Warungnya cukup sepi hanya ada seorang pembeli saja yang sedang menyantap menu makanannya, maklum Ane datang kesini pas sore hari sob mau tutup lagi. Konon katanya warung ini selalu ramai pada saat jam makan pagi atu siang.


Warung Makan Pak Bejo tampak depan
Masuk ah
Begitu Ane beranjak dari tempat parkirnya, Ane langsung menghampiri penjualnya dan memesan apa yang ingin Ane pesan. Sesuai rencana pesanlah Ane seporsi pecel wader untuk menu makanannya dan es campur untuk minumannya. Sebenarnya selain pecel wader ada juga sieh sob menu yang lainnya diantaranya ada soto, sego wader, sego welut, pecel welut, dan lain sebagainya.



Setelah masuk kedalamnya ternyata ada dua jenis tempat duduk yang dapat Ane pilih, ada lesehan dan adapula meja dan kursi. Biar terkesan santai Ane lebih memilih di tempat lesehan saja. Tak perlu nunggu terlalu lama pesanan yang Ane pesan kini sudah ada dihadapan Ane.


Sistem lesehan
Seporsi pecel wader dan semangkok Es campur siap di sikat habis
Pecel Wader
Pecel wader disajikan menggunakan piring rotan yang diatasnya diberi alas berupa lembaran daun pisan. Secara penampilan pecel wader ini tidaklah berbeda jauh bila dibandingkan dengan pecel - pecel pada umumnya. Seporsi pecel wader terbuat dari sayuran bayam, kubis, kacang panjang, taburan seledri dan sedikit bawang goreng yang di siram dengan bumbu kacang. Nah inilah sob yang membedakan antara pecel Pak Bejo ini dengan pecel lainnya yakni hadirnya sebuah wader goreng yang cukup menggoda. Menurut Ane pecel ini cocok bagi penyuka rasa pedas, karena didalamnya juga terdapat dua macam sambal yang siap membakar lidah.



Rasanya? hmmm enak nan lezat sob, bumbu kacangnya cukup kental, sayuran yang digunakan juga segar. Nah ini dia wadernya, wadernya ituloh garing banget sehingga terasa kriuk - kriuk di mulut. Lengkap sudah dengan hadirnya dua macam sambal yang cukup membuat muka basah. Huha, huha, dua kata untuk ini deh sob,"Wuenak tenan, Le leduk".



Es Campur
Seperti pada umumnya es campur disajikan dengan menggunakan mangkok bercap Ayam J***. Semangkok es campur ini berisikan dawet, kacang hijau, cincau, es serut, dan memiliki kuah santan yang kental serta sebagai pemanisnya digunakan susu hitam kental manis. Sebenarnya ada ketan hitam yang tersedia bila Ane menginginkannya, berhubung Ane nggak suka dengannya maka Ane pesan untuk tidak di beri ketan hitamnya.



Berhubung pedas, kini Ane menyeruput es campurnya dulu sebentar. Rasanya ternyata tak kalah lezatnya dibandingkan dengan pecelnya sob, Manisnya kuah santan berpadu dengan manisnya susu hitam serta hadirnya kacang hijau benar - benar membuat es campur ini terasa nikmat di minum. Rasa pedas dan haus Ane kini hilang seketika.



Soal harga masih sangat bersahabat dengan kantong kok sob, untuk semuanya hanya di banderol dengan harga 16k saja dengan rincian 12k untuk pecel wadernya dan 4k untuk es campurnya.
Jam buka warung: Pukul 08.00 - 16.00 WIB.
Soalnya saat Ane masih disana, tepat pukul 4 sore ketika Ane belum keluar warung ini sudah mulai di tutup, itu artinya tinggal nunggu Ane saja untuk keluar dari warungnya.
Sedangkan untuk hari Jumat Tutup/Libur.



Gambaran rute menuju warungnya:
Dari Titik Nol Kilometer Kota Jogja bergeraklah ke arah timur melalui Jl. Panembahan Senopati, Jl. Sultan Agung, dan Jl. Kusumanegara melewati Kebun Binatang Yogyakarta (Gembira Loka Zoo) hingga menemukan perempatan lampu merah setelahnya. Dari sini beloklah ke arah kiri (utara) melalui Jl. Janti hingga sobat akan menemui lagi perempatan lampu merah di Jl. Ringroad Timur. Beloklah ke arah kanan (selatan) melalui Jl. Ringroad Timur hingga menemukan perempatan lampu merah lagi. Dari sini beloklah ke arah kiri (timur) melalui Jl. Raya Wonosari hingga perempatan lampu merah pertama (perempatan Wiyoro). Beloklah ke arah kanan (selatan) hingga kurang lebih 400 meter sampailah sobat di tempat yang sobat maksud.



Warungnya terletak di sebelah kanan (barat) jalan.
Selain disini, Warung Pak Bejo ini sudah membuka cabang baru di Jl. Wonosari Km.9 Yogyakarta (Barat Jogja TV).
Atau mau makan di tempat lain yang dekat dengan warung ini? tenang saja sob, masih ada kok yakni di Warung Makan Pak Suko 
Sampai Jumpa!
Let's Go

Jumat, 29 Juli 2016

Gudeg Bu Niek, Daun Ketelanya Boleh Juga

Gudeg lagi, gudeg lagi, namanya saja Kota Gudeg sob jadi banyak para penjual gudeg yang tersebar hampir di seluruh Kota Jogja ini. Ada sentra penjualan gudeg Sleman di sekitaran kampus UGM, Sentra Penjualan Gudeg Wijilan di sekitaran Alun - alun Selatan Kota Jogja dan bahkan ada penjual gudeg yang menyendiri keberadaannya sob, tapi masih terbilang tak jauh sieh dari Wijilan. Ya, gudeg tersebut adalah Gudeg Bu Niek yang terletak di Pasar Kluwih, Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Keraton, Yogyakarta.


Ane paling suka menikmati gudeg itu kalau nggak pada pagi, ya malam hari sob. Setelah searching - searching di internet ketemulah sebuah artikel yang mengupas tentang gudeg ini, Kebetulan Gudeg Bu Niek ini bukanya dari pagi jam 6 hingga peralihan ke siang jam 10, "jadi cocok buat sarapan", fikirku.



Benar saja di lain hari akhirnya Ane jadi mendatangi tempat tersebut. Arahannya dari Alun - alun Utara Kota Jogja, Ane bergerak ke arah timur melalui Jl. Ibu Ruswo hingga menemukan sebuah belokan ke arah kanan (selatan). Beloklah Ane kesitu melalui Jl. Wijilan hingga sejauh kurang lebih 600 meter Ane menemukan sebuah perempatan jalan yang kedua. Dari sini beloklah Ane ke arah kanan (barat) hingga Ane menemukan Warung Gudeg Bu Niek ini yang terletak di sebelah kanan (utara) jalan sebelum masjid dan Pasar Kluwih. Nah, misal kalau sobat kesini dan sudah sampai pasar, berarti sobat kebablasan.



Warungnya cukup sederhana hanya dengan menggunakan sebuah gerobak sederhana dan menempati samping bangunan POS Ronda Suryoputran. Jadi setiap para pengunjung yang datang tak terkecuali dengan Ane ketika hendak beli gudegnya dan di makan disini bisa memakannya di depan POS Ronda tersebut. Woke!



"Mau pakai apa mas", tanya Sang Penjual dengan ramah ketika Ane baru saja turun dari motor.
"Bentar ya Bu", balas Ane dengan cepatnya.
Setelah melihat - lihat persediaan menunya, akhirnya Ane memutuskan untuk pesan nasi gudeg pakai telur saja.
"Pakai telur saja Bu", timpal Ane.
Dengan lincahnya Sang Ibu tersebut meracik gudeg yang Ane pesan, dan kini seporsi nasi gudeg sudah ada dihadapan Ane beserta air minumnya teh hangat.



Gudeg disajikan menggunakan piring yang terbuat dari menjalin yang diatasnya diberi alas berupa kertas minyak. Seporsi nasi gudeg terdiri dari nasi, gudeg, krecek, cabai, areh, tahu dan berhubung Ane pesannya pakai telur maka telur yang Ane maksud sudah ada didalamnya. Ow iya sob, daun ketela yang biasanya tak ada didalam gudeg, disini juga terdapat lho sob. Di sela - sela Ane mengamati gudegnya, Anepun penasaran donk sob termasuk jenis apakah gudeg ini? Sehabis Ane menanyai Sang Penjualnya, Ane ketahui kalau gudeg yang beliau jual termasuk jenis gudeg basah, begitu juga dengan arehnya yang berwarna krem. Sementara kreceknya menurut Ane lebih menyerupai sayur tempe yang diolah bersamaan biji cabai.



Lalu bagaimanakah dengan rasanya? hmmm cukup enak sob. Arehnya cukup lemas dan gurih, gudegnya cukup manis dan yang Ane suka rasa daun ketelanya yang begitu lembut di bibir mulut ini. Namun untuk kreceknya cenderung terasa seperti sayur tempe. Satu kata untuk ini,"Wuenak tenan". Untuk itu


Tak habiskan
Soal harga menurut Ane gudeg ini saat ini termurah di Jogja sob bila dibandingkan dengan yang lainnya. Seporsi nasi gudeg dan segelas teh hangat hanya dibanderol dengan harga 10k saja. Gila bukan?
Let's Go

Kamis, 28 Juli 2016

Warung Makan Sambal Korek Pak Topo, Semua Menunya Serba Kremes

Di Yogyakarta banyak sekali sob yang namanya warung penyetan, hampir di semua daerah kita dapat menjumpainya dengan mudah. Rata - rata warung penyetan menawarkan harga yang miring sehingga tak ayal bila warung penyetan selalu menjadi alternatif tempat makan yang banyak diserbu oleh pembeli terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Sobat pasti sudah tahu kan kalau Kota Jogja ini dikenal sebagai Kota Pendidikan? So, cocoklah. Dari sekian warung penyetan yang ada, setidaknya ada salah satu warung penyetan yang berhasil membuat Ane penasaran. Warung penyetan apakah itu? ya, "Warung Makan Sambal Korek Pak Topo" lah namanya yang terletak di Jl. Manggis, Klebengan, Desa Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.



Letaknya yang cukup dekat dengan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gajah Mada (UGM) membuat perjalanan Ane tak membutuhkan waktu yang lama karena Ane sendiri ngekost tak jauh dari kedua kampus tersebut. Sesampainya disana, terlihat sudah banyak para pengunjung yang datang memadati warung tersebut. Ada yang sedang menikmati menu makanannya dan adapula yang sedang membayar.



Beruntung masih ada tempat yang kosong yang dapat Ane tempati, sambil melihat daftar menu yang ada, akhirnya Ane putuskan untuk pesan ayam kampung 1/4 saja. Selain ayam kampungnya, sebenarnya ada beberapa pilihan menu yang dapat Ane pilih sob diantaranya ayam goreng potong, lele goreng, tempe, telur, hingga terong goreng. Sedangkan untuk minumanya, segelas air sehat siap menemani Ane. Why?, lagi - lagi selain teh dan jeruk tak ada lagi pilihan menu minumannya.
Begitu Ane selesai mengisinya, kemudian Ane kasihkan kertas pemesanan ini ke salah satu pegawainya. Disini para pengunjung bisa langsung melihat proses pemasakannya, nah menariknya disini sob semua menu pemesanan di goreng kremes. Oke, setelah sekian lama menunggu karena Ane harus mengantri dulu akhirnya datang juga pesanan yang Ane pesan. Seporsi ayam goreng kremes dan segelas air putih.



Sedangkan untuk nasi dan sambalnya mengambil sendiri sesukanya. Tapi Ane tak mau langsung ambil banyak begitu saja sob, lebih baik ambil dikit kalau kurang nambah daripada banyak sekaligus tetapi malah tidak habis. Sayang bukan nasinya? sedangkan di luar sana masih banyak orang kelaparan yang lebih membutuhkannya, ceileh uwek. Sebenarnya Ane masih bingung sob, nama warung ini kan Warung Sambal Korek Pak Topo tentu ada yang spesial donk dengan sambal korek tersebut. Tapi disini perlakuannya malah nggak mencerminkan kalau sambal tersebut istimewa, buktinya aja suruh ngambil sendiri. Ah, ntahlah.



Tak mau berlarut - larut dalam kebingungan, Ane langsung saja melihatnya, memfotonya kemudian langsung menyikatnya. Secara penampilan ayam kremes ini tak jauh beda dengan ayam - ayam kremes lainnya, ayam yang di kremes. Begitupula dengan sambal koreknya yang terbuat dari lombok rawit nan menggoda.



Lalu apa yang istimewa dari ayam kremes dan lombok ini ya? Hmmm, setelah Ane mencobanya ternyata kremesnya itu renyah sekali sob dan daging ayam kampungnya sangat gurih sekali. Lengkap sudah nikmatnya menu ini dengan hadirnya sambal korek yang segar dan pedasnya dapat membakar lidah ini. Satu kata deh sob buat menu makanan ini," wuenak tenan".



Soal harga masih bersahabat dengan kantong sob, seporsi ayam goreng kampung, seporsi nasi putih yang dapat diambil semaunya, serta segelas air putih hanya dibanderol dengan harga 20,5k saja. Gimana sob, tertarikkah untuk mencicipinya? harga tersebut tentunya akan lebih murah lagi kalau pilihan menunya menggunakan daging ayam potong dan sekedar makan telur atau lele kremes saja.
Cara menuju Warung Sambal Korek Pak Topo:



Jalan menuju kesini itu searah dengan jalan menuju Loempia Boom Jogja sob, dari Gedung Rektorat UNY, bergeraklah ke arah timur melalui Jl. Colombo hingga mentok di pertigaan lampu merah. Beloklah ke arah kiri (utara) melalui Jl. Gejayan hingga menemukan Selokan Mataram (selokan dalam bahasa jawa yang berarti saluran pembuangan air). Nah, dari sini beloklah ke arah kiri (barat) melalui Jl. Bougenvile dan melewati Fakultas Teknik UNY. Maju sedikit ada perempatan, masih maju sedikit hingga sobat menemui belokan ke arah kanan (utara). Tak usah ragu - ragu, masuklah sobat kedalam belokan tersebut dan ikuti jalannya yakni Jl. Manggis hingga sobat menemui Warung Sambal Korek Pak Topo ini yang berada persis di sebelah kanan jalan, menikung ke arah kanan (timur).



Jam buka warunnya: Pukul 09.00 - 21.00 WIB
Selamat menikmati!
Let's Go

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me