Jumat, 27 Maret 2015

NgeTrip Ke Pacitan: Rumah Makan Bu Dzakir, Alternatif Wisata Kuliner di Pacitan


Beranjak dari Goa Putri, nampaknya cacing di dalam perut sudah pada konser semua yang memang dari pagi kita belum makan sesuap nasi pun dan hanya sebungkus mie instan saja sebagai pengganjal perut kita sementara waktu. Segeralah kita ayunkan kendaraan sepeda motor kita menuju warung makan yang terdekat.
Sempat bingung juga mau makan dimana. Sungguh ironi memang, banyak terdapat warung makan yang berjualan di sepanjang jalan namun kita tidak menghampirinya. Kalau saja ada yang jualan sayur lalakan tentunya kita ingin sekali mencobanya karena makanan tersebut merupakan salah satu makanan khas Pacitan. Apadaya hasrat tak sampai, nampaknya warung makan tersebut tak ada yang menjualnya, maka kita urungkan niat tersebut dan memilih warung makan lainnya. Tak di sengaja setelah keluar dari pertigaan besar menuju Jl. Raya Solo Pacitan, kita melihat sebuah Rumah Makan yang cukup ramai di kunjungi oleh para pengunjung yakni RM Bu Dzakir.
Rumah makan terbilang cukup besar bila dibandingkan dengan rumah makan yang ada di sekelilingnya. Kesan pertama ketika Ane memasukinya yaitu rumah makan yang cukup eklusif, tentu dengan fasilitas yang lengkap. Terdapat dua jenis tempat makan, yakni berupa lesehan di sebelah barat dan meja kursi di sebelah timur. Tinggal pilih selera saja. Selain itu kebersihan dan kenyamanan sangat diperhatikan. Sambil memilih - milih menu makanan, akhirnya Ane mengambil sendiri makanan berupa nasi sayur dengan daging ayam kampung yang berkuah dan tidak ketinggalan sambal yang pedas nan enak. Untuk minumannya Ane harus pesan terlebih dahulu. Es teh lah sebagai pilihannya. Inilah penampakan seporsi nasi sayur dan segelas es teh manis. Ada yang mau? hehe.


Seporsi nasi sayur dan segelas es teh manis
Setelah merasakan sendiri seporsi nasi sayur ini, menurut Ane bumbunya cukup meresap dan kuahnya cukup kental beraroma kuat terasa di mulut. Sambalnya yang terasa pedas nan enak cukup menggoyang lidah Ane, sehingga menambah nafsu makan semakin tinggi. Satu kata untuk ini semua,"Pecah abis". Tiga puluh menit kemudian:


Teng tong
Eow iya sob, di rumah makan ini pernah dikunjungi oleh putera dari presiden kita keenam lo sob, siapa itu? bapak Presiden SBY. Nama anaknya silahkan di tebak sendiri ya sob, hehe.
Setelah semuanya habis, lantas kita tidak pergi begitu saja. Sambil istirahat untuk melepaskan lelah kitapun berbincang - bincang mengenai apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Perbincangan semakin hangat dan tak terasa waktu sudah semakin sore. Tak ingin kemalaman sampai di Yogya akhirnya kita bergegas untuk segera pulang ke rumah. Sebelumnya kita harus menanggung perbuatan kita sendiri yaitu membayar makanan apa yang telah kita makan. Setelah di total - total dan dihitung - hitung seporsi nasi sayur dan sepotong dagiang ayam serta segelas es teh manis, ternyata cukup bersahabat di kantong, yakni hanya perlu merogoh kocek 20k saja. Bagaimana menarik bukan? Untuk sobat yang kebetulan datang ke Pacitan dan bingung mau makan dimana?, Rumah Makan Bu Dzakir ini bisa dijadikan sebagai alternatifnya. Letaknya cukup strategis yaitu dekat dengan pertigaan jalan menuju Goa Gong dan Pantai Klayar. Selamat mencoba sob.
Dengan berakhirnya wisata kuliner di Pacitan ini, maka berakhir pula kunjungan kita di sini. Tunggu cerita Ane selanjutnya ya sob, sampai jumpa.
Let's Go

Senin, 23 Maret 2015

NgeTrip Ke Pacitan: Goa Putri, Sosok Putri Cantik di Pacitan

Kabupaten Pacitan terkenal dengan julukan kota seribu satu goa. Tak heran bila sepanjang perjalanan di kita akan dengan mudah menemukan sebuah goa, diantaranya Goa Gong yang konon merupakan Goa tercantik di Asia Tenggara, Goa Tabuhan yang terkenal akan suara gamelan, Goa Kalak dengan segala misterinya, dan masih banyak lagi goa - goa lainnya. Namun ada satu goa yang membuat Ane penasaran, yaitu Goa Putri.


Waktu menunjukkan pukul 12 siang, itu artinya kita masih bisa mengunjungi beberapa obyek wisata lagi di Pacitan. Jatuhlah Goa Putri sebagai pilihan kita selanjutnya. Selain alasan searah dengan jalan pulang, juga dibayangi rasa penasaran seperti apakah sosok putri ini. Maklum sob yang nulis ini sedang merindukan seorang putri untuk menjdi pandamping hidupnya, hahaha. Nggak nyambung ya? yasudahlah lupakan saja, hehe.



Beranjak dari Pantai Banyu Tibo kita arahkan sepeda motor mengambil arah jalan pulang menuju Goa Gong, karena Goa Putri ini letaknya tidak jauh dari Goa Gong sekaligus satu arah dengan jalan kita pulang. Sesampainya di Goa Gong kita lambatkan putaran roda motor sambil mencermati dimanakah Goa Putri berada. Akhirnya kita membaca sebuah kain banner yang bertuliskan "Goa Putri 100 meter" di samping kiri jalan. Beloklah kita ke arah tersebut. Tak sampai satu menit dari banner tersebut sampailah kita di Goa Putri. Jadi total lama perjalanan yang sudah kita tempuh dari Pantai Banyu Tibo kurang lebih 35 menit saja.


Di goa putri terdapat sebuah pos penarikan retribusi namun ketika itu tidak ada yang jaga. Maksud hati mau membayar tiket masuk goa, apa daya tak ada yang jaga. Yasudah kita parkirkan saja sepeda motor kita di dekat pos tersebut. Jangan membayangkan Goa Putri seperti Goa Gong ya sob yang terdapat banyak pedagang yang menjajakan barang dagangannya, kamar kecil yang memadai, dan tempat parkir yang luas. Di sini fasilitas itu semua tidak ada hanya tempat parkir saja yang sempit dan dapat menampung beberapa sepeda motor saja.

Goa Putri tidak bisa di lihat secara langsung dari pos tempat penarikan kontribusi ini. Kita harus melanjutkan perjalanan dengan cara berjalan kaki untuk menuju kesana. Jalan terbuat dari batu yang tertata rapi nan bersih. Di sepanjang perjalanan kita tidak akan pernah bosan dibuatnya. Di samping kanan dan kiri jalan dimanjakan oleh tulisan - tulisan yang bertemakan tentang menyayangi, mencintai, dan menjaga lingkungan. Salah satu contohnya gambar yang terdapat di atas.
Ditemani rimbunnya hijau pepohonan dan hembusan angin yang lembut tak terasa sampailah kita di mulut Goa Putri.


Ane di depan mulut Goa Putri
Mulut goa yang terlihat kecil dan kurang menarik bila di lihat dari luar, namun siapa sangka kita dibuatnya takjub dan terpesona begitu memasukinya. Bagian tengah goa merupakan ruangan yang terbesar di Goa Putri. Hiasan stalaktit dan stalagmit begitu indah terbetuk secara alami. Sama seperti pada Goa Gong, di Goa Putri yang cantik ini terdapat beberapa lampu yang berwarna warni sebagai alat penerangan. Banyak burung kelelawar yang bersliweran kesana kemari seolah - olah sedang menyambut kedatangan kita.





Proses pembentukan stalaktit dan stalakmit sepertinya masih berlangsung, hal ini ditandai dengan masih terdapat tetesan air yang keluar dari stalaktit dan stalakmit tersebut. Tetesan air tersebut jatuh ke tanah sehingga menyebabkan jalan menjadi licin dan menuntut kita untuk selalu berhati - hati dalam menyusurinya. Bergerak dari ruang tengah, kita langkahkan kaki menuju lebih dalam lagi bagian dari gua. lorong yang sempit, jalan yang licin, dan genangan air yang cukup membuat kita susah untuk melangkah ke depan. Tak mungkin rasanya bila Ane membawa tas keril masuk ke dalam gua lebih jauh lagi. Keril yang Ane pakai terpaksa Ane tanggalkan di pintu masuk lorong gua.





Semua rintangan dan tantangan terbayar sudah ketika kita sampai di ujung gua. Betapa eloknya gua ini, konon goa ini dinamakan sebagai Goa Putri karena di dalamnya terdapat stalaktit dan stalakmit yang Konon mempunyai bentuk menyerupai seorang putri. Selain itu terdapat juga tempat peristirahatan milik seorang putri.



Dalam hati penuh tanya dan menduga - duga, Apakah di ujung gua ini tempat peristirahatan seorang putri tersebut? ataukah terletak di bagian tengah gua yang telah kita lewati yang memang terdapat sebuah batuan yang cukup datar? entahlah terlepas dari itu semua, gua ini memang indah, cantik, nan elok. Tak lupa kita mengabadikan moment penting ini.



Puas menikmati pesona gua Putri, selanjutnya kita melanjutkan perjalanan lagi menuju pulang ke rumah. Nampaknya cacing di dalam perut sudah pada konser semua dan memang dari pagi kita belum makan nasi dan hanya mie instan saja sebagai pengganjal perut kita. Mampirlah kita di RM Bu Dzakir.



Ingin tahu cerita menarik wisata kuliner kita di RM Bu Dzakir? Yuk mari di klik postingan berikut ini.
NgeTrip Ke Pacitan: Rumah Makan Bu Dzakir, Alternatif Wisata Kuliner di Pacitan
Sampai jumpa.
Let's Go

Kamis, 19 Maret 2015

NgeTrip Ke Pacitan: Air Terjun Jatuh ke Laut di Pantai Banyu Tibo Pacitan

Pacitan memang terkenal akan seribu guanya, sebut saja Goa Gong yang memiliki stalaktit tercantik di Asia Tenggara, Goa Tabuhan, Goa Putri, dan goa - goa lainnya yang dapat kita jumpai dengan mudah ketika kita berada di sini. Tapi siapa sangka bahwa Pacitan ini juga memiliki pantai yang sangat elok nan indah yaitu Pantai Banyu Tibo.
Beranjak dari Pantai Klayar, selanjutnya kita bergerak menuju ke Pantai Banyu Tibo. karena memang kita berempat Ane bersama tiga orang sahabat Ane sebut saja Hanna, Bang Robert, dan Sofi telah mengunjungi Pantai Klayar terlebih dahulu dan pada akhirnya berkunjung ke Pantai tersebut. So, bagi sobat yang belum membaca postingan Ane yang berjudul NgeTrip Ke Pacitan: Pantai Klayar Dengan Batu Sphinx dan Seruling Samuderanya, silahkan di baca terlebih dahulu yaw sob supaya nyambung ceritanya.


Untuk menuju ke Pantai Banyu Tibo, dari Pantai Klayar kita harus mengikuti jalan pulang yang telah kita lewati sebelumnya ketika berangkat sampai di pertigaan dekat Pasar Kalak. Dari pertigaan ini, kita belok ke arah kiri menuju arah Desa Widoro. Jika lurus maka kita akan sampai di Goa Gong dan Kota Pacitan. Kita lurus saja mengikuti jalan ini dan kurang lebih sekitar 15 menit kita menemukan sebuah papan petunjuk dekat pos penarikan retribusi yang mengarahkan ke pantai tersebut. Bangunan pos penarikan retribusi ini bukanlah seperti pos - pos yang terdapat di kebanyakan pantai melainkan lebih menyerupai sebuah rumah yang cukup sederhana. Harga tiket masuk cukup bersahabat di kantong, yakni hanya dengan 10k saja untuk 4 orang sudah bisa menikmati pantai yang sangat eksotis ini.
Dari pos, kita belum melihat pesona pantainya. Kita harus menempuh perjalanan lagi melewati jalan yang sudah di blok menjadi dua jalur. Jalannya yang sempit dan kurang bagus sehingga menuntut kita untuk selalu berhati - hati ketika melewati jalan tersebut. Di tengah perjalanan kita menemukan sebuah pertigaan, beloklah kita ke kanan dan terus saja mengikuti jalan tersebut. Tidak lama kemudian sampailah kita di Pantai Banyu Tibo.


Kesan pertama ketika Ane datang kesini adalah rasa takjub, ya rasa takjub akan keindahan yang ditawarkan oleh pantai Banyu Tibo. Bagaimana tidak ada keunikan tersendiri di pantai ini yaitu batu karang yang ada di garis pantai terbelah menjadi dua bagian, dan di tengah belahan tersebut terdapat air terjun yang jatuh langsung ke pantai.
Bila hanya air terjun saja tentulah sudah menjadi hal yang biasa, namun hal menjadi sangat luar biasa ketika ada air terjun yang langsung jatuh ke pantai seperti yang ada di Pantai Banyu Tibo.
Mungkin dalam benak sobat ada sebuah pertanyaan mengenai air terjun tersebut, "darimanakah air terjun tersebut berasal? Air terjun tersebut berasal dari sebuah sungai kecil yang jernih dan aliran air inilah jatuh ke pantai dan menyatu dengan air laut.
Air terjun tersebut berhasil menarik perhatian kita dan berhasil menggoda iman kita untuk menyentuhnya. Berbagai ekspresi kita lakukan, mulai loncat indah dari atas batuan karang, foto cantik dengan air terjunnya, hingga bersembunyi di balik air terjun itu sendiri. Berikut liputannya, hehe.

Bebaskan ekspresimu, mari meloncat dengan penuh keceriaan
Pantai Banyu Tibo memang pantai jempolan
Ngumpet dulu di belakang air terjun
Sebelum menuju ke bibir pantai untuk menyentuh air laut secara langsung, kita memilih mengeksplorer suasana di sekitar pantai terlebih dahulu. Lagi - lagi kita di buat kagum dengan birunya air laut lepas dan deburan ombak yang sangat keras yang sudah menjadi karakter pantai - pantai selatan jawa menghantam batu karang yang besar nan keras. Sungguh eksotis pantai ini.

Pemandangan birunya air laut di sebelah kiri air terjun
Pemandangan birunya air laut di sebelah kanan air terjun
Sudah mengeksplorer di bagian sekitar air terjun Pantai Banyu Tibo, kini saatnya bercumbu dengan birunya air laut dan lembutnya pasir di pantai ini. Pada umumnya tepi pantai pada sebagian besar pantai di dominasi oleh pasir yang lembut, putih, hitam, dan sebagainya. Hal ini nampaknya tidak berlaku di Pantai Banyu Tibo yang sebagian besar di dominasi oleh batuan karang yang besar dan keras. Untuk mencapai tepi pantai yang berupa pasir, kita harus bersusah payah menuruni anak tangga terlebih dahulu. Menurut Ane disinilah letak sensasinya dan pada akhirnya bisa menikmatinya.


Santai dulu sob
Ada yang menarik lo sob disini, apa itu? yaitu terletak pada tekstur pasirnya. Menurut Ane pasirnya seperti yang ada di Tanjung A'an, Lombok yaitu seperti butiran merica dan bercampur dengan serpihan batu karang yang lembut, Keren. Sepertinya enak nih buat alas tidur, tidur dulu ah, hehehe.


Puas menikmati indahnya Pantai Banyu Tibo, selanjutnya kita berniat untuk meninggalkan pantai dan segera melanjutkan perjalanan lagi. Buat sobat yang ingin datang kesini, jangan takut akan kelaparan karena di sekitar kawasan pantai sudah terdapat beberapa pedagang yang menjajakan barang dagangannya seperti makanan atau minuman.



Selain penjual makanan dan minuman, terdapat juga penjual batu akik. Bagi pecinta batu akik dan ingin membawa untuk oleh - oleh, disini bisa dijadikan sebagai alternatif untuk membelinya. So, tunggu apalagi ayok buktikan sendiri keunikan, keindahan, dan sekaligus kecantikan yang ditawarkan oleh Pantai Banyu Tibo.
Tujuan kita selanjutnya yaitu Goa Putri yang tak kalah indahnya, Sampai jumpa.
Let's Go

Senin, 16 Maret 2015

NgeTrip Ke Pacitan: Pantai Klayar Dengan Batu Sphinx dan Seruling Samuderanya


Beranjak dari Goa Gong kita berempat Bang Robert, Sofi, Hanna, dan Ane sendiri segera menuju ke tujuan utama kita di Pacitan yaitu Pantai Klayar karena hari sudah semakin sore. Karakter jalan di Pacitan yang berbukit - bukit dan berkelok - kelok harus kita tempuh untuk menuju kesana. Keluar dari Goa Gong, mula - mula Jalan yang di tempuh masih cukup mulus dan lebar. Setelah menempuh jalan kurang lebih 5 Km jalan berubah menjadi jalan aspal yang sempit dan berlubang. Kita sempat ragu - ragu ketika melewati jalan tersebut. Apakah jalan yang kita lewati ini sudah benar atau salah. Masa untuk mencapai pantai yang eksotis ini melewati jalan yang sempit dan berlubang. Namun rasa keragu - raguan tersebut berhasil kita kalahkan dengan niat dan tekad yang kuat sambil melaju ke depan melewati jalan tersebut.

Di sepanjang perjalanan banyak terdapat pemuda - pemuda yang berdiri di samping jalan. Entah apa yang dilakukannya, namun Ane baru "ngeh" ketika ada kendaraan mobil lewat dan pemuda - pemuda tersebut mengatur jalannya mobil tersebut supaya tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan.



Rasa lega menghinggapi hati Ane ketika kita menemui sebuah plank di sebuah pertigaan yang menunjukkan ke beberapa pantai seperti pantai Banyu Tibo dan tentunya Pantai Klayar. Pertigaan tersebut berada di dekat tempat yang menyerupai sebuah pasar. Ane menduga sebuah pasar tersebut adalah Pasar Kalak. Dari pertigaan ini kita lurus saja ke depan. Bila belok ke kanan maka akan sampai di Pantai Banyu Tibo dan sekitarnya. Tidak membutuhkan waktu lama dari pertigaan tersebut sampailah kita di Pantai Klayar yang eksotis ini. Cukup memayar 3k saja per orang kita sudah bisa memasuki pantai tersebut.




Banyak pengunjung yang sudah memadati kawasan pantai. Benar saja hari itu adalah hari sabtu artinya malam minggu segera datang dan tentunya banyak pengunjung yang sedang menikmati liburan di sini. Sungguh luar biasa indahnya Pantai Klayar ini. Dari kejauhan di sebelah selatan Tampak sebuah batu sphinx yang berdiri kokoh yang seolah - olah menyapa kita.

Disini kita bingung mau ngecamp dimana. Menurut berbagai informasi yang Ane dapat, bisa ngecamp di atas tebing. Tanpa di duga dan di nyana, datanglah seorang bapak setengah baya menghampiri dan menawari kita sebuah penginapan, namun Ane menolaknya dengan cara halus yaitu menjelaskan kalau kita akan ngecamp dan tidak menginap di losmen, hotel dan sejenisnya. Bapak tersebut pun balas menjawab kalau kita bisa juga ngecamp di dekat rumahnya. Ane bertanya dimanakah rumah bapak? dan bapak tersebut menunjukkan sebuah rumah di sebelah timur Pantai.


Kita akhirnya mengurungkan niat tersebut karena jika kita jadi ngecamp di dekat rumah bapaknya resikonya kita harus menuntun kuda hijau Ane melewati pasir putih pantai dan akan menjadi semakin berat tentunya.
Ane sempat menduga - duga kalau tebing yang dimaksud untuk tempat ngecamp ada di sana dekat dengan batu sphinx. Bergeraklah kita mendekati batu sphinx tersebut. kita dibuatnya terkagum - kagum. Berada di dekat batu sphinx serasa sedang berada di Mesir. Mengapa harus pergi jauh - jauh kalau di dalam negeri sendiri pun ada.


Kalau boleh Ane gambarkan keadaan sekitar batu sphinx, di samping kiri (sebelah timur)  dan kanan (sebelah barat laut) batu terdapat dua tebing yang seolah - olah menjaga batu tersebut. Sedangkan di sebelah selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan sbelah utara batu terdapat gazebo - gazebo yang siap di sewa oleh para pengunjung. Tampaknya ada juga aktiftas yang dilakukan oleh nelayan di pantai ini, hal ini ditandai dengan beberapa kapal yang bersandar di bibir pantai.
Ternyata eh ternyata dugaan Ane salah. Ada dua orang pengunjung sepertinya mengalami nasib yang serupa dengan kita. Dia kira juga tebing tersebut adalah tempat mendirikan tenda. Setelah sedikit bertanya - tanya kemungkinan besar tebing yang digunakan untuk mendirikan tenda terletak di sebelah barat pantai. Jadi tempat tersebut dekat dengan pintu masuk pantai dan tempat parkir.
Hari semakin gelap dan pintu masuk menuju batu spinx pun di tutup. Malas rasanya bergerak ke arah tebing yang ada di sebelah barat pantai. Akhirnya kita mendirikan tenda di dekat batu sphinx tersebut. Tak di sangka ternyata banyak juga yang ngecamp di sini. Asyik ada temannya (dalam hati berkata).

Di sela - sela mendirikan tenda, Ada cerita yang mengejutkan dari Bang Robert kalau dia salah membawa tenda. Seharusnya yang dia bawa adalah tenda yang memakai frame, namun yang di bawa malah tenda yang menyerupai tenda pramuka. Alamak, yaw sudah akhirnya kita berfikir bagaimana agar tenda tersebut bisa tetap berdiri.
Caranya adalah mengikatkan kedua ujung tenda dengan pohon pisang, kebetulan di situ terdapat pohon pisang yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda tersebut. Akhirnya lega juga perasaan kita walau ada perasaan was was kalau yang punya pohon pisang datang dan memarahi kita. Oleh karena itu kita pun berencana membongkar tenda tersebut pagi - pagi buta.
Hari sudah semakin malam itu artinya kita segera tidur. Berbagai suara terdengar di telinga kita, mulai dari musik, jangkrik, hingga deburan ombak yang keras menemani tidur kita sehingga terkesan suasana yang begitu eksotis. Mantab.


Di sela - sela waktu tidur dan sedang bermimpi basah, eh tidak ding dikarenakan air lautnya yang sedang pasang tidak sampai di tenda kita, hehe. Maksud Ane mimpi di pulau kapuk tiba - tiba Ane terbangun oleh suara kembang api. Lalu Ane mengarahkan mata saya ke HP, waktu menunjukkan pukul 2 pagi. Keluarlah Ane dari tenda dan menyaksikan pancaran kembang api tersebut. Sungguh suasana yang mendukug. Bagaimana tidak ribuan atau bahkan jutaan bintang terpatri di langit  dan dilengkapi dengan pancaran kembang api sehingga suasana menjadi indah. Mata masih terasa sayup, Ane melanjutkan lagi mimpi yang sempat terputus tadi.
Singkat cerita pagi pun telah tiba tak ada tanda - tanda sang mentari memancarkan pesonanya. Langit mulai menghitam dalam hati bertanya," apakah hari ini akan segera turun hujan?" ah enyahlah. Dengan penuh harap semoga hari menjadi cerah, Ane memilih menunggu sang mentari datang dengan menikmati secangkir energen di tepi pantai.


Penantian Ane cukup membuahkan hasil, langit mulai cerah dan awan mendung mulai menghilang, sang mentari datang menyinari alam semesta. Tak di sangka dan tak di nyana, pagi yang cerah ini diikuti oleh munculnya pelangi yang indah di ufuk barat daya. Sungguh beruntungnya nasib Ane. Bagaimana tidak senang, Di hari ulang tahun ini tak hanya sobat Ane yang memberi ucapan selamat kepada Ane tetapi juga kembang api, sang mentari, dan pelangi yang indah. Mantabbb. Terucap do'a dari mulut Ane,"terima kasih Tuhan Engkau telah mengirimkan mereka di hari ini".
Selain Pantai Klayar terkenal akan Batu sphinxnya juga terkenal akan seruling samuderanya. Mungkin dalam hati kecil sobat penuh tanya,"dimanakah letak seruling samudera itu? Letaknya ada di dekat batu sphinx tepatnya di sebelah barat daya.


Tampak beramai - ramai pengunjung mulai berdatangan memadati Pantai. Apalagi kalau bukan ke batu sphinx dan seruling samuderanya. Berbagai cara dilakukan oleh para pengunjung untuk mencapai kedua tempat tersebut. Ada yang jalan kaki, berlari - lari, dan tidak jarang pula yang menaiki ATV. So, bagi sobat - sobat yang datang kesini dan malas berjalan kaki dari tempat parkir, naiklah ATV yang siap mengantarkan anda ke batu sphinx dan seruling samudera tersebut. ATV dapat dijumpai dengan mudah oleh para pengunjung yang biasanya berjajar rapi di bibir pantai di dekat tempat parkir kendaraan.
Pintu masuk menuju ke batu sphinx dan seruling samudera sudah di buka oleh petugas. Belum ke Pantai Klayar namanya kalau belum mengunjungi batu sphinx dan seruling samuderanya, maka itulah tentunya tidak kita lewatkan begitu saja dan segera menuju ke arah tersebut. Hanya dengan membayar kontribusi 2k saja kita sudah bisa memasuki area tersebut.


Di depan pintu masuk, terdapat anak tangga yang cukup pendek yang dapat kita gunakan naik ke atas. Selain melalui anak tangga, sebenarnya masih ada jalan lain menuju ke atas yaitu dengan cara memilih jalan yang landai terletak di sebelah barat anak tangga. Ane sempat penasaran, mengapa anak tangga tersebut di buat karena untuk menuju ke batu sphinx dan seruling samuderanya terdapat jalan yang landai yang bisa digunakan. Apakah sengaja di buat untuk kenyamanan bagi para pengunjung? lalu Ane menemui salah satu anggota TIM SAR yang sedang berjaga. Dari keterangan beliau dapat diketahui bahwa anak tangga tersebut memang sengaja di buat untuk menyambut kedatangan Pak SBY ketika itu.
Ane pun sempat penasaran dengan tebing yang ada di sebelah barat laut batu sphinx, setiap pengunjung yang datang ke tebing tersebut selalu di semprit oleh petugas. Padahal tinggi batuan karang di sekitar batu sphinx dengan tebing tersebut bisa di bilang sama. Lalu Ane tanyakan kepada beliau juga mengenai hal itu. Jawaban beliau sungguh mengejutkan, "di tebing tersebut termasuk tempat yang di angkerkan dan ada penunggunya yaitu makhluk gaib". Pernah ada pengunjung datang pada hari lebaran ke lima dan dia meminta tolong temannya untuk memfoto dirinya di tebing tersebut. Ketika temannya tersebut mulai memfoto dirinya, tiba - tiba dirinya hilang begitu saja. Berbagai upaya telah dilakukan oleh TIM SAR namun sampai sekarang belum juga diketemukan. Percaya atau tidak percaya, tetapi begitulah kenyataannya dan sebaiknya patuhilah tata tertib atau aturan yang berlaku pada suatu daerah tertentu.

Kini sampailah kita di batu sphinx dan seruling samudera Pantai Klayar. Ane sempat berusaha mengabadikan foto bersama dengan pancuran air yang menyembur ke atas dari dalam cekungan, namun sayang Ane tidak bisa mengabadikan foto bersama dengan semburan air tersebut. Ane hanya bisa melihat dengan mata telanjang saja. Konon katanya semburan air akan keluar dari batuan karang secara berkelanjutan ketika laut sedang pasang. By The Way, ada yang tahu tidak apa yang dimaksud dengan seruling samudera di pantai ini? okelah Ane kasih nieh, seruling samudera merupakan cekungan yang ada di bawah batuan karang yang ada di Pantai Klayar. Karena cekungan tersebut air laut masuk ke dalam cekungan sehingga air menyembur ke atas permukaan melalui sela - sela yang ada di batuan karang. Dari semburan air inilah menghasilkan bunyi seperti bunyi seruling. Sedangkan kata samudera sendiri di ambil dari air laut yang ada di Pantai Klayar berasal dari Samudera Hindia. Kuatnya semburan air tergantung pada besarnya deburan ombak yang mengalir di bawah batuan.
Tidak berhasil mengabadikan moment penting bersama semburan air tersebut lantas tidak membuat kita kecewa. Di sekitar batu sphinx dan seruling samudera terdapat pemandangan yang sangat luar biasa indahnya sehingga mampu menghipnotis mata kita. Inilah beberapa pemandangan yang berhasil Ane abadikan.

Pemandangan batu karang seperti gua di belakang sana
Pemandangan sebelah timur batu sphinx
Batuan sebelah timur batu sphinx
Hamparan laut lepas dengan gulungan ombak yang sangat besar serta pelataran batu karang yang luas, itulah pemandangan yang dapat Ane saksikan di sini. Banyak aktifitas yang dapat kita dilakukan disni, di antaranya menaiki batu sphinx, duduk manis di pinggir batuan karang sambil menikmati hamparan laut lepas yang luas, maupun bernarsis ria. Tak ada salahnya kan narsis bersama tongsis? hehe. Jangan sangka tongsis ini adalah milik Ane yaw sob, tetapi hanya pinjaman dari sobat Ane Hanna, hahaha.

Narsis dulu bersama tongsis, hahaha
Eow iya sob, bagi yang tidak suka terapi ketika berada di pelataran batuan karang yang luas ini jangan lupa untuk memakai alas kaki. Hal ini dikarenakan banyak terdapat butir menyerupai sebuah buah yang berukuran kecil - kecil dan terasa sakit bila terinjak oleh kaki. Tetapi bagi yang menyukai terapi menurut Ane tempat ini sangat cocok dan tak ada salahnya kan untuk mencobanya.
Puas menikmati pemandangan di sekitar batu sphinx ini dan juga cacing di dalam perut sudah pada konser, akhirnya kita segera pulang ke tenda untuk segera memasak mie sebagai pengganjal perut.


Masak dulu dah
Inilah hasil masakan kita
Sungguh indah memang pantai ini, sebenarnya tak ingin berlalu begitu saja kita di sini, namun apa boleh buat masih ada beberapa agenda lagi yang harus kita selesaikan yaitu berkunjung ke Pantai Banyu Tibo yang terkenal akan air terjunnya. Segera packing, mandi dan siap - siap menuju ke Pantai tersebut. Walaupun ceritanya ngegembel, namun kebersihan diri tetap di perhatikan, betul? hehe.
Sampai ketemu di Pantai Banyu Tibo yaw sob, sampai jumpa.
Let's Go

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me