Rabu, 14 Juni 2023

Makan di Rumah Makan Cikwo, Diajari Cara Membuat Seruit

Apa yang terlintas di benak sobat - sobat semua saat pertama kali mendengar kata "Cikwo Resto and Coffee"? tentu tempat makan biasa atau nongkrong sambil minum kopi, ya kan sob? apalagi diatas dari kata tersebut tersemat sebuah tulisan "Kopi Subana" pastilah sobat tanpa ragu - ragu lagi langsung berfikiran demikian. Tak ada yang salah dengan anggapan sobat tersebut, pun demikian dengan Ane saat sebelum mendatanginya secara langsung. Ane pun berfikir sama dengan yang ada di fikiran sobat. Tapi seusai mendatangi dan merasakan secara langsung, anggapan Ane pun sirna dan berubah bahwa "Cikwo Resto and Coffee" atau Ane lebih nyaman dengan menyebutnya Rumah Makan Cikwo ini rumah makan yang unik dan tak biasa menyajikan menu makanan dan minuman khas Lampung.


Ane sebagai orang yang lahir, tumbuh, dan besar di Lampung pun belum pernah yang namanya makan makanan khas Lampung, cuman kalau istilah yang menggunakan kata atau aksara Lampung Ane paham. Maka dari itu sekaranglah saatnya Ane menambah khasanah pengetahuan tentang tempat tinggal Ane ini dengan cara mencoba makanan khas Lampung yang bukan merupakan makanan sehari - hari Ane. Pumpung berada di Kota Bandar Lampung dan ada sebuah tempat makan yang cukup rekomended untuk Ane coba, mampirlah Ane kesini.
Perjalanan Ane mulai dari hotel tempat Ane menginap, dengan menaiki ojek online sampailah Ane kesini. Rumah Makan Cikwo ini sangat mudah ditemukan karena berada di jalan utama Jl. Kimaja Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung. Tampak dari luar, bangunan resto ini cukup mungil tak sebesar seperti restoran pada umumnya. Ane sempat ragu, apa iya tempat ini yang Ane maksud. Dengan penuh rasa ragu - ragu Ane menuju masuk kedalam. Ruangan yang cukup kecil hanya muat beberapa orang saja dengan dekorasi yang modern layaknya sebuah kafe.


Astaganaga, anggapan Ane selama ini ternyata salah saat memasuki ruangan yang kedua yang ada di bagian belakang. Ruangan dengan konsep semi outdoor dan cenderung klasik dengan taman yang didominasi oleh tanaman berbagai macam jenis bunga, ada yang diletakkan di tanah begitu saja maupun di gantung. Di sisi - sisi pinggir taman inilah tempat yang paling utama pengunjung dalam menikmati makanan yang di pesan olehnya. Ruangan yang lebih menyerupai sebuah lorong dengan di dindingnya terdapat berbagai macam hiasan pernak - pernik khas lampung, peralatan memasak tradisional, peralatan pak tani seperti topi tani, beragam foto menu khas lampung yang ditawarkan seperti pandap, pekhos masin, khalipu sambol, dan khetak belulang. Rupa - rupanya Ane tak salah mengunjungi restoran ini, tampak terpajang berbagai macam prestasi dan penghargaan yang pernah diperolehnya mulai dari tingkat lokal hingga nasional.
Foto - foto menu khas Lampung
Foto berbagai macam prestasi dan penghargaan


Kain bercirikan khas Lampung
Meja kasir
Di salah satu sisi pinggir bagian timur terdapat sebuah panggung berukuran sedang berhiaskan gambar siger (mahkota pengantin wanita lampung berbentuk segitiga berwarna emas). Cocoklah kalau untuk panggung live musik guna menghibur para pengunjungnya. Apalagi didukung dengan ruangannya yang cukup luas, lebih luas 8 - 10 kali dibandingkan dengan ruangan yang pertama. sambil memesan menu yang ditawarkan, Ane mengambil salah satu tempat duduk yang posisinya berdekatan dengan meja kasir. Disini Ane banyak mengobrol dengan salah satu pelayannya dan seorang pelayan yang lainnya membuatkan menu yang sedang Ane pesan. Maklum, saat datang Ane belum melihat seorang pun yang datang jadi bisa mengobrol panjang lebar dengan pelayannya. Cukup lama juga Ane menunggu pesanan datang, hampir 20 menitan. Tapi waktu yang lama tersebut tak terasa membosankan karena suasana tempatnya yang begitu tenang dan nyaman jauh dari kebisingan kendaraan bermotor meski berada di tengah kota. Inilah sob menu - menu yang Ane pesan


Ada taboh iwa tapa, sambal terasi, tempoyak dan terong rebus, lalapan, serbat kweni dan air putih. Loh dimana seruitnya?
Berbagai macam jenis lalapan seperti 4 biji potongan mentimun, 3 mata petai, daun kemangi, 2 biji terong hijau bulat, sawi, dan 2 biji kecipir
sebelum makan di mulai, Ane mencicipi dahulu minuman yang khas dari daerah Lampung ini yakni serbat kweni. secara penampilan sebelum diaduk warna minuman ini terbagi menjadi 3 lapisan. Lapisan bagian atas berwarna orange seperti warna pada minuman es teh, lapisan tengah berwarna cokelat seperti warna pada cokelat susu kental manis, dan di lapisan paling bawah berwarna kuning seperti warna original pada buah mangga yang segar. Segelas minuman serbat kweni berisi mangga, es batu, dan biji selasih. Aroma yang ditimbulkan pun sangat harum nan menggoda bagi siapa saja yang dekat dengannya. Lalu bagaimanakah dengan rasanya? Sruput, sruput, sruput, sungguh nikmat dan seketika menghilangkan rasa dahaga Ane. Rasanya itu masam, manis, dan agak pedas sedikit mungkin asal pedasnya ini berasal dari jahe kali ya sob.

Penampakan serbat kweni (Kanan) dilihat dari samping

Penampakan serbat kweni dilihat dari atas
Oke sekarang pada gulai taboh iwa tapanya yang secara penampilan mirip ikan yang dimasak dengan kuah santan yang biasa dilakukan oleh ibu Ane. Tetapi kuah pada gulai taboh iwa tapa ini sangat kental sekali. sekarang saatnya Ane mencicipinya, pada kuahnya rasanya itu cukup gurih dan saking lezatnya tak henti - hentinya indra pengecap Ane menyerapi lebih dalam tentang rasanya. Berbeda dengan kuahnya, rasa pada ikannya itu sangat unik dan khas mirip seperti ikan yang diasapkan gitu, bukan di goreng atau di panggang secara langsung sob. Berdasarkan informasi dari mas pelayannya memang benar ikan ini di masak dengan cara tradisional diasapi kurang lebih selama 8 jam dan di beri bumbu rempah - rempah yang di campur dengan santan. Uniknya lagi dalam pengolahan ikan dan bumbu tidak menggunakan minyak sama sekali, jadi benar - benar alami rasanya.


"Lalu makanan yang mana yang tersedia di meja makan Ane ini yang dinamakan dengan seruit?, kan tadi Ane juga pesan makanan seruit, tapi adanya kok sambal terasi, tempoyak, lalapan, dan terong rebus",fikirku. selain yang sudah Ane bahas diatas, dengan rasa penasaran bertanyalah Ane kepada mas pelayannya dan ternyata yang dinamakan seruit itu ya percampuran dari keempat bahan tersebut dan cara membuatnya dilakukan secara mendadak.
Mas Pelayan pun bertanya kepada Ane,"masnya bisa membuat seruit? sudah pernah makan seruit sebelumnya?"
Ane pun langsung menjawab dengan jujur,"Belum pernah mas, makanya saya tanya kepada masnya makanan yang mana yang dinamakan seruit". Kalau begitu, "Bagaimana cara membuatnya mas?".
"Ini mas, begini caranya", timpal beliau sambil menjelaskan kepada Ane bagaimana cara membuat seruit itu.

Diambilnya setengah sendok sambal terasi

Setengah potong terong rebus dan setengah sendok tempoyak
dan satu sendok kuah gulai taboh ikan tapa serta ikan pepes satu dua suir
Semua di aduk sampai ulet dengan menggunakan tangan hingga halus dan lembek dan inilah hasilnya yang dinamakan "Seruit Lampung" itu.
"Owalah begitu tow mas", jawab Ane.
Sesuai dengan petunjuk masnya, Ane pun menirukannya dengan cara berulang - ulang dalam menikmati hidangan seruit yang ada di meja makan ini hingga akhirnya semuanya habis. Lalu bagaimanakah dengan rasa seruit itu sendiri? rasanya itu khas agak Aneh di lidah Ane. Gurihnya ikan, masamnya tempoyak, dan rasa khas sambal terasi bercampur padu menjadi satu sehingga sulit untuk dijelaskan. Maklum baru pertama kali ini Ane nyeruit jadi perlu pembiasaan sedikit, walau begitu tetap saja sob

Tak habiskan semuanya terkecuali beberapa lalapan dan bagian tulang yang memang tak enak untuk di konsumsi, hehehe
Bagi sobat yang penasaran dengan rasanya silahkan sobat bisa langsung datang kesini ya sob ya, tidak lengkap rasanya bila sobat sudah berada di Lampung tetapi tidak sekalian mencicipi makanan khasnya. Untuk kesemua menu yang Ane santap, Ane harus membayar agak mahal sob yakni 65k dengan rincian:
1 seruit polos, harga 15k
1 Taboh Iwa Tapa, harga 29k
1 Nasi, harga 6k
1 Serbat Kweni, harga 15k
(Harga Bulan September 2021)


Jam Buka: 10.00 - 22.00 WIB
Let's Go

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me