Senin, 01 Juni 2015

Berkunjung Ke Benteng Vredeburg


Berkunjungnya kapan, ceritanya kapan. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. wuihhh, sok - sokan bijak nieh. Pada akhir 2013 lalu Ane berkunjung ke salah satu museum yang ada di Yogyakarta yaitu Benteng Vredeburg. Sebetulnya sieh Ane sudah bolak - balik berkunjung kesini soalnya letaknya yang sangat sangat sangatlah strategis yakni di Titik nol kilometer Yogyakarta.


Siapa sieh yang tidak tahu titik nol kilometer Yogyakarta? sudah pada tahu semua kan? yapz pokoknya sebelah selatannya Jalan Malioboro atau Pasar Bringharjo, sebelah utara keraton DIY, atau sebelah barat Taman Pintar atau shoping.
Setelah membayar tiket masuk sebesar 2K, selanjutnya Ane berkeliling mengelilingi bangunan museum terlebih dahulu sebelum memasuki ruang museum. Di sela - sela berjalan santai, Ane sudah disambut oleh pahlawan kita Panglima Jenderal Soedirman.

Gimana sudah mirip kan?
Tentu seorang pahlawan nasional kita ini bukanlah yang sebenarnya melainkan sebuah patung yang terpatri di sebelah kiri jalan. Bergerak menuju ke arah timur, disana Ane temui sebuah tangga naik yang tidak Ane ketahui sebelumnya. Ternyata eh ternyata berupa sebuah parit yang mengelilingi bangunan museum.


Di keempat sudut parit tersebut mempunyai menara pantau yang disebut seleka atau bastion. Dengan adanya bastion ini semakin menarik pula wajah dari Benteng Vredeburg ini.

Salah satu wajah di sudut museum, maklum sob lagi tilpunan
Begitu juga dengan ini
Benteng Vredeburg yang dibangun pada tahun 1765 ini pada awalnya bernama Rustenburg (benteng peristirahatan), namun dengan adanya gempa yang terjadi di Jogjakarta pada tahun 1867 bangunan tersebut rusak dan diperbaiki kembali dan merubah nama benteng menjadi Benteng Vrederburg (benteng perdamaian).



Puas mengelilingi bagian luar ruangan museum, kini saatnya Ane memasuki ruangan museum karena ingin mengetahui lebih jauh tentang isi museum dan ada apakah gerangan disana.




Di Benteng Vredeburg terdapat dua sisi bangunan, yakni di sebelah selatan dan utara. Di sebelah selatan, Ane menemui berbagai foto, diorama, maupun lukisan yang berkaitan dengan perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan dan mempertahankannya.



Sama seperti sebelumnya, sisi bangunan sebelah utara pun banyak dijumpai berbagai macam diorama, foto, maupun patung. Misalnya saja diorama yang menggambarkan suasana kemerdekaan di Jogjakarta pada masa itu dan sebuah patung pahlawan nasional.

Merdeka!!!

Ma'af yaw bukan bermaksud apa - apa
Jam buka museum dari Hari Selasa - Jum'at pada pukul 8 pagi sampai dengan 4 sore dan Hari Sabtu - Minggu pada pukul 8 pagi sampai dengan 5 sore. Untuk Hari Senin dan hari libur nasional tutup. Begitulah kira - kira cerita mengenai petualangan Ane di Benteng Vredeburg ini. Sampai Jumpa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me