Sabtu, 21 November 2015

Candi Gebang, Si Mungil dari Sleman


Awal dari perjalanan Ane kesini adalah rasa keingintahuan yang begitu besar mengenai candi - candi yang ada di Jogja. Masing - masing candi memiliki cerita dan keunikan yang berbeda - beda tak terkecuali dengan Candi Gebang yang ada di Dusun Gebang, Kelurahan Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Jogja. Untuk menuju kesini terbilang gampang - gampang susah, ada apa gerangan? yuk simak cerita Ane berikut.
Berbekal informasi dari berbagai sumber di internet kemarin Jum'at Ane tekadkan untuk sejenak bersilaturahmi kesini. Sebenarnya agak males juga sieh soalnya kondisi langit saat itu agak kurang bersahabat dan sepertinya hujan akan segera turun namun karena lagi - lagi di dorong akan rasa keingintahuan yang besar jadilah Ane kesini. Perjalanan di mulai dari kost Ane menyusuri Jalan Gejayan menuju ke arah utara hingga perempatan Condong Catur (masyarakat biasa menyebut dengan perempatan Concad). Dari perempatan Condong Catur beloklah Ane ke arah kanan (menuju arah kampus UPN). Kurang lebih 100 meter sebelum perempatan lampu merah kampus UPN, Ane menemukan sebuah pertigaan yang di pinggirnya terdapat banyak papan reklame namun papan reklame yang terbesar bertuliskan "Perumahan Candi Indah".


Sayang beribu sayang dari sekian banyak papan reklame tersebut ternyata terselip sebuah papan petunjuk ke arah Candi Gebang (Gambar yang dilingkari warna merah) sehingga tidak begitu terbaca bila tidak teliti dalam melihatnya. Hufht kok bisa seperti itu yaw? seharusnya kan papan petunjuk ke arah Candi Gebang dibuat yang lebih besar agar bisa memudahkan pengunjung yang datang. Lagian kan bukannya penamaan "perumahan Candi Indah" ini didasarkan pada Candi Gebang yang ada di sekitarnya??? Okelah itu sebagai masukan saja. Dari pertigaan ini beloklah Ane ke kiri (ke arah utara) melewati Pasar Condong Catur hingga menemukan sebuah pertigaan yang ditandai dengan sebuah gapura yang terbuat dari besi berwarna merah muda.


Lantas Ane tidak langsung belok ke arah kanan. Ane lurus saja ke arah utara, ternyata eh ternyata Ane mulai menyadari kalau Ane tersesat. Untuk mengatasi hal itu, bertanyalah Ane kepada seorang bapak yang sedang mengaduk semen dan pasir di depan rumah rumahnya. Dari informasi yang Ane dapatkan, benar bahwa memang Ane salah jalan dan segeralah Ane putar balik menuju ke sebuah pertigaan tadi. Di pertigaan ini Ane sempat memperhatikan lebih seksama papan petunjuk ke arah candi Gebang, ternyata memang ada tapi,,,,, yaw begitulah, tulisannya sudah luntur dimakan usia sehingga Ane benar - benar tak melihatnya sebelumnya.
Dari keterangan bapak tersebut kalau nanti setelah belok ke arah timur dan lurus terus akan ketemu sebuah pertigaan lagi. Pertigaan tersebut tepat bersebelahan dengan sebuah minimarket. Nah dari situlah Ane di suruh belok ke arah kanan (selatan).


Mulai dari sini Ane bisa melihat papan petunjuk dengan jelas walaupun kecil. Mungkin karena papan petunjuknya tidak ada saingannya seperti yang terjadi pada pertigaan sebelumnya. Untuk sampai di lokasi dari pertigaan ini Ane harus menempuh perjalanan lagi sejauh 500 meter dan melewati 2 buah pertigaan yang mana pada pertigaan pertama papan petujuknya terbilang kecil dan tidak terlihat karena tersembunyi di antara tanaman - tanaman. Sedangkan pada pertigaan kedua walaupun papan petunjuknya kecil tetapi masih bisa terlihat. Bener deh sueeeer, Ane tidak buat - buat. Ini buktinya.

Papan petunjuk di pertigaan pertama yang terselip di antara tanaman - tanaman
Papan petunjuk di pertigaan kedua
Baru percaya kan??? setelah melewati pertigaan kedua ini Ane sempat dibingungkan lagi lokasi tepatnya candi. Pasalnya Ane merasa kalau di ujung jalan sudah tidak ada lagi belokan dan hanya kompleks perumahan saja yang ada. Bertanyalah Ane kepada seorang warga sekitar yang kebetulan sedang membersihkan rumput di halaman rumahnya. Dari informasi yang Ane dapatkan dari beliau kalau Ane harus lurus terus hingga mentok dan belok ke arah kanan melewati ladang penduduk. Benar saja tak lama kemudian sampailah Ane di lokasi Candi Gebang ini. Syukur ketemu juga nieh candi.



By the Way bingung tidak cerita Ane mengenai jalan menuju ke arah Candi Gebang ini? okelah kalau bingung Ane kasih gambarannya secara umum saja. Beginilah petanya, sebelumnya mohon ma'af yaw sob bila gambarnya tidak sebaik yang diharapkan soalnya yaw yang menggambar adalah pelukis amatir, jadi hehehe.



Di depan pos petugas terdapat sebuah papan yang di dalamnya terdapat tarif yang harus dibayarkan oleh para pengunjung yang datang. Langsung saja cekidot.



Papan tersebut tidak berlaku bagi Ane, mengapa? mungkin ini rezeki anak soleh yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung, hehehe. Nggak tahu sob beneran Ane nggak tahu, mungkin bapaknya habis bangun tidur kali yaw karena memang saat Ane datang bapaknya lagi tidur dan kaget melihat kedatangan Ane. Ane di suruh langsung saja ke candinya. Ane sempat berfikir mungkin nanti bayarnya ketika Ane hendak mau pulang saja. Yawsudahlah langsung saja Ane masuk. Sebelum ke candinya, Ane sempat mikir kalau.



Tak terkecuali di Candi Gebang ini yang masih sepi pengunjung. Kesan pertama ketika Ane memasukinya adalah candinya yang kecil nan mungil tetapi kebersihannya terjaga. Pemandangan semakin cantik karena terdapat tanaman pagar yang mengelilinginya. Di sebelah timur candi terdapat sebuah sungai Larang yang mengalir dari utara ke selatan, sedangkan di sebelah barat dan selatan terdapat lahan pertanian serta terdapat kebun penduduk di sebelah utara.
Alangkah ruginya donk kalau kita ke candi tetapi tidak belajar mengenai sejarahnya. Jangan hanya foto saja di candi lalu di upload di FB kemudian mengharapkan komentar dari teman dan ada yang ngelike, atau nggak aplod di Instagram biar kelihatan keren gitu. Biar kita pulang membawa sesuatu yok kita sama - sama berkenalan dengan Candi Gebang yang mungil ini.



Berdasarkan gambar yang Ane dapatkan di lokasi bahwa Candi Gebang pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pada bulan November 1936. Saat itu, ditemukan arca Ganesa. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh jawatan purbakala dengan mengadakan penelitian dan penggalian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa arca tersebut tidak berdiri sendiri namun merupakan bagian dari suatu bangunan. Hasil penggalian ditemukan reruntuhan bangunan yang terdiri dari bagian atap candi, sebagian kecil tubuh dan sebagian kaki yang masih utuh. Dari temuan yang ada selanjutnya dilakukan penyusunan percobaan, meskipun bagian tubuh bangunan banyak digunakan batu pengganti. Pemugaran Candi dilakukan pada tahun 1937 sampai dengan 1939, yang dipimpin oleh Prof. DR. Ir. V.R. Van Romondt.
Sejarah Pendirian Candi Gebang
Sejarah berdirinya Candi Gebang belum diketahui secara pasti, tetapi dapat dipastikan bahwa Candi Gebang bercorak Hindu. Hal ini dapat diketahui dengan ditemukannya Lingga Yoni dan arca Ganesa. Di samping itu, berdasarkan bentuk kaki candi yang mempunyai proporsi tinggi ini menunjukkan bahwa Candi Gebang berasal dari periode tua sekitar abad VIII - IX (kurang lebih 730 - 800 M). Keunikan dari candi ini adalah tidak ditemukannya tangga masuk kemungkinan tangga masuk terbuat dari kayu atau bahan lain yang mudah rusak, sehingga sampai sekarang tidak ditemukan kembali.



Keistimewaan lainnya adalah titik pusat candi yang bertepatan dengan titik pusat halaman candi. Candi ini menghadap ke arah timur. Di dalam bangunan candi terdapat Yoni, di kanan-kiri pintu masuk terdapat relung dengan arca Nandiswara, sedangkan relung yang berisi Mahakala, arcanya tidak ada.



Foto Yoni di dalam bangunan candi
Relung di sisi utara dan selatan dalam keadaan kosong. Di sebelah barat terdapat relung yang diisi dengan arca Ganesa yang duduk di atas sebuah Yoni. Ganesa di sebut juga Vighnecvara yang bertugas menghilangkan segala rintangan.


Foto Candi di sisi utara dan selatan
Foto relung candi di sisi utara dan selatan
Foto candi di sisi barat
Foto relung candi di sisi barat yang terdapat arca Ganesa
Pada bagian puncak atap candi terdapat lingga yang ditempatkan di atas bantalan seroja. Bagian atas lingga tersebut berbentuk silinder. Pada puncak atap bagian dalam terdapat ruangan kecil berbentuk rongga. Pada atap bagian luar terdapat relief berbentuk kepala manusia seperti berada di sebuah jendela.
Sekarang sudah faham kan mengenai lokasi penemuannya, keunikannya, dan bahkan sejarahnya?. Ane berkunjung kesini terbilang singkat sob kurang lebih hanya 30 menitan saja. Habis tak ada dirimu sieh yang menemaniku, ceileh. Coba kalau dengan kamu pastinya akan lebih lama lagi berkunjung kesini, hehehe. So, ayok segera angkat ransel sobat dan berkunjung kesini dan buktikan sendiri keunikan dari Candi Gebang ini.
Setelah puas mengeksplorer candi selanjutnya Ane balik lagi ke pos penjaga untuk membayar biaya retribusi, tapi mungkin ini rezeki anak soleh yang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung, wekekekekeke, jadinya Ane kesini hanya bermodalkan bensin saja. Dah gitu aja ya sob cerita Ane mengenai petualangan di Candi Gebang ini dan tunggu cerita Ane selanjutnya. Sampai jumpa.

10 komentar:

  1. hehe mungkin karena ada mas anisnya mas jadi sepihhh hehehe pizzzz

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyem ki,,, wah jan mas Angki ki jian,,,,

      Hapus
  2. Wiiiiii aku malah baru denger ada candi gebang ini mas.
    Sayang sekali ya padahal, lagian itu petunjuk arahnya kecil amat kalo gak fokus malahan nggak akan kebaca ya :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sudah denger langsung aja ke TKP mbak Anggi,,,,Nah itu diya mbak yang membuatku kemarin sempat tersesat, walaupun sebelumnya sempat baca - baca temen - temen dari blogger, tetep saja nyasar,,, hehehe,, papan petunjuknya kurang besar

      Hapus
  3. Cerita perjalanannya ke candinya itu lho, menarik banget dan ada kritikan membangunnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Jogjaready ,,,, sudah berkunjung

      Hapus
  4. Di sini emang petgasnya agak sungkan minta retribusi hehehhehe, :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa iya sieh mas Nasir??? padahal kan di depan udah terpampang tarifnya,,, pengunjung kan pastinya sudah sadar diri untuk kontribusinya,,, tapi kalau begitu, yaw berarti petugasnya baik sekali :-)

      Hapus
  5. Memang patut disayangkan itu papan petunjuk arah ke Candi Gebang seakan-akan terpinggirkan. Padahal ya "cuma" di ConCat lho. Tapi seenggaknya candi Gebang masih terawat dan bersih. Eh, apa jangan-jangan kalau papan petunjuknya lebih cetho malah bakal banyak yg ke sini dan bikin suasananya jadi nggak syahdu seperti yang di Candi Ijo itu :D.

    Yang menarik dari Candi Gebang ini menurutku salah satunya relief kepala di bagian atap candi. Itu disebutnya kudu. Setahuku, kudu ini cuma terdapat di candi-candi Dieng, misalnya saja di Candi Bima. Jadi apa mungkin arsitektur Candi Gebang ini dahulu yang membuat candi-candi di Dieng sana ya?

    Terus, itu Candi Gebang kan punya ruangan pemujaan yang ada yoni (tanpa lingga) itu. Nah, untuk bisa masuk ke ruang pemujaan itu mesti naik ke bangunan candi, akan tetapi struktur Candi Gebang kan nggak ada tangganya. Gimana ya cara orang dulu buat masuk ke sana? Apa pakai tangga kecil dari kayu gitu ya?

    Ada banyak pertanyaan menarik dari Candi Gebang yang seakan tersembunyi ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Wijna,,, tapi setidaknya papan petunjuknya dibuat cetho biar nggak membingungkan para pengunjung,,, kalau masalah banyak atau tidaknya pengunjung yaw harapannya sih banyak,,, sekarang Candi Ijo ramai lo mas, belum lama aku kesana,,,,
      Kurang tahu mas kalau ada kaitannya antara Candi Gebang dengan candi - candi yang ada di Dieng,,, dulu pernah ke Dieng tapi kurang memperhatikan ew,, malah cuman di Candi Arjunanya yang buat foto - foto saja...
      Setahuku pas baca - baca di papan penjelasan Candi Gebang, kemungkinan dahulu tangganya dibuat dari kayu dan tentunya rapuh di makan usia dan sekarang sudah tidak bisa dijumpai lagi.... Tapi itu malah menjadi keunikan tersendiri bagi Candi Gebang.
      Yang terakhir setuju mas, ada banyak pertanyaan menarik dari Candi Gebang ini,,, soalnya kapan persisnya dibuat yaw nggak jelas cuman diperkirakannya saja. Begitu juga dengan tangganya,,,,

      Hapus

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me