Rabu, 11 Januari 2017

Pantai Labuan Sait (Padang-Padang Beach)

Belum lama melaju, tiba-tiba roda kuda hijau Ane terhenti ketika Ane membaca sebuah papan nama bertuliskan "Labuan Sait-Padang Padang Beach" yang ada disebelah kanan jalan. Dalam hati Ane berkata "Lho bukannya tadi itu Pantai Padang-padang ya, disini kok ada lagi ya nama pantai tersebut?", Ah bikin penasaran saja ini.





Untuk menjawab rasa penasaran Ane, mampirlah Ane ketempat tersebut. Ane parkirkan kuda hijau Ane terlebih dahulu diseberang jalan pintu masuk berupa candi bentar. Dari tempat parkir, segera Ane langkahkan kaki Ane masuk kedalam. Rupanya ada 2 orang petugas loket yang sedang bertugas. Di pos tersebut tertulis besaran harga tiket masuk Pantai Labuan Sait berbahasa inggris: 5k (Child) dan 10k (adult).



Candi bentar yang ada dipinggir jalan
Candi bentar setelah melewati loket tempat pembelian tiket masuk
Loket tempat pembelian tiket masuk
Namun kenyataannya tidak demikian, Ane diharuskan membayar hanya dengan uang 5k saja. Mungkin tarif yang dipasang tersebut berlaku untuk wisatawan mancanegara. Setelah mendapatkan selembar tiket, Ane pun menyempatkan diri untuk bertanya kepada salah seorang dari mereka,"apakah beda antara Pantai Labuan Sait-Padang Padang ini dengan Pantai Padang-padang yang ada disebelahnya?", dan beliau menjawab "keduanya sama, yang berbeda hanyalah dari segi jumlah pengunjung dan garis pantainya saja. Pengunjungnya lebih ramai dengan garis pantai yang lebih pendek". Beliau juga menambahkan bahwa tempat ini pernah juga dijadikan lokasi shooting film berjudul "Eat, Pray, Love" yang dibintangi oleh aktris Hollywood Julia Roberts.


Dari gambar selembar tiketnya saja sudah menggoda iman, apalagi kenyataannya ya? :-)


Wow, kalau begitu tak sabar rasanya untuk segera melangkahkan kaki ke pantainya. Setelah berterimakasih dan pamitan kepada mereka, Ane berjalan kaki turun kebawah. Jalannya berupa anak tangga yang sudah di semen. Disamping kiri Ane melihat sebuah pura yang tidak begitu luas namun bersih, beberapa langkah kemudian Ane sungguh terkejut dengan jalan yang ada.



Tak seperti pada Pantai Kuta maupun Sanur, untuk sampai dipantainya Ane harus melewati sebuah jalan yang cukup sempit menyerupai lorong diantara himpitan tebing batu. Saking sempitnya Ane harus memiringkan badan ketika berpapasan dengan wisatawan lainnya. Tak jarang pula Ane melihat kera-kera berseliweran kesana-kemari.

Jalan sempit yang menyerupai sebuah lorong
Mungkin dalam hati dia berkata, "Apa loe liat-liat? nggak bawa makanannya saja liat-liat", dasar pelit loe.

Sesampainya dibawah, barulah Ane dapat melihat betapa cantiknya pantai ini. Garis pantainya cukup pendek namun sangat menawan, birunya air lut dengan gelombang yang tidak begitu besar, putihnya pasir pantai dan tingginya tebing-tebing disekitarnya. Apalagi hadirnya batu-batuan karang di pinggir pantai menambah eksotisnya pantai ini. Pun dengan hadirnya banyak bule yang hanya memakai dalaman saja sedang berjemur membuat Ane betah berlama-lama disini, eh. Lumayan buat cuci mata, hahaha.




Dia berjemur, Ane melihat... Cukup adil bukan? :-)
Banyak aktifitas yang dapat mereka lakukan disini, diantaranya berjemur. Mereka tinggal menggelar kain dan merebahkan diri diatasnya. Ada yang surfing, berenang, bermain kayak, bahkan ada juga yang membaca buku dibawah teriknya matahari. Kalau wisatawan lokal? hmmm paling banter ya hanya berenang saja. Kebanyakan sieh foto-foto terus duduk-duduk santai di tepi pantai termasuk yang nulis ini, hehehe.


Bule-bule yang sedang berjemur di Pantai Labuan Sait
Ada yang sedang surfing
Josss!
Bermain kayak
Atau bahkan membaca buku dibawah teriknya matahari
Ditepi pantai sendiri banyak terdapat pedagang yang sedang memperdagangkan barang dagangannya. Ada yang menjual souvernir dan pernak-pernik khas Bali serta adapula yang menjual makanan dan minuman dengan harga yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan harga pasaran. Kalau sobat haus ataupun lapar dan ingin mendapatkan harga makanan dan minuman yang lebih murah tentu sobat harus membawa bekal sendiri sebelumnya.





Puas duduk-duduk didekat ujung tangga, Ane bergerak kearah kanan menjauhi tempat tersebut dan mendekati batu-batu karang yang ada ditepian. Bukannya pemandangan yang ada semakin jelek, justru semakin menawan. Pantas saja pantai ini sudah begitu terkenal dan banyak para wisatawan berbondong-bondong kesini, pemandangannya sungguh memanjakan mata sieh.





Ckckck. Sebenarnya sieh Ane masih ingin berlama-lama lagi disini, tapi apa boleh buat cacing yang ada didalam perut sudah pada konser semua. Ini pertanda bahwa keharusan Ane untuk segera meninggalkan lokasi pantainya dan kemudian mencari tempat makan terlebih dahulu. Nggak mau kan Ane makan disini tapi begitu totalan habisnya tak terkirakan, hehehe.

4 komentar:

  1. pemandangan pantainya bagus ya, apalagi disana juga ada tempat wisata lainnya yang bisa kita kunjungi..

    BalasHapus
  2. Wah enaknya naik kendaraan sendiri begini yak. Tiap tempat bisa berhenti. Btw banyak bule juga. Itu foto dari deket apa jauh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heem mbak, yang jelas tidak terikat ama rental kendaraan, :-)
      Itu ambilnya dari jauh, jaraknya kurang lebih 50 meteran,,,, :-)

      Hapus

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me