Selasa, 02 Agustus 2016

Warung Makan Pak Bejo Jogja, Pesona Kuliner Pinggir Kota

Kalau ikan wader di goreng dan disajikan menggunakan nasi putih itu sudah biasa sob, tapi bagaimanakah bila wader itu disajikan dengan nasi pecel? Kalau sobat sudah tahu sebelumnya ya syukurlah, tapi sob bagi Ane ini sesuatu yang baru. Kalau bisa mah yang namanya makanan apa dengan makanan apa tetap bisa, tapi permasalahannya apakah enak? Di Jogja sendiri ternyata ada sebuah warung yang menawarkan pecel wader lho sob, warung tersebut bernama Warung Makan Pak Bejo yang terletak di Dusun Wiyoro, Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.



Rasa penasaran pun kini menghantui fikiran Ane, tapi apa boleh buat saking penasaran akan citarasa yang ditawarkannya akhirnya Ane menyambangi tempat tersebut pada tanggal 30 April 2016. Duh, sudah lama ya sob? nggak apa-apa deh. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari kost Ane membuat perjalanan Ane cukup singkat, hanya sekitar 15 menitan saja.
Warungnya cukup sederhana dengan dindingnya yang terbuat dari bambu. Warungnya cukup sepi hanya ada seorang pembeli saja yang sedang menyantap menu makanannya, maklum Ane datang kesini pas sore hari sob mau tutup lagi. Konon katanya warung ini selalu ramai pada saat jam makan pagi atu siang.


Warung Makan Pak Bejo tampak depan
Masuk ah
Begitu Ane beranjak dari tempat parkirnya, Ane langsung menghampiri penjualnya dan memesan apa yang ingin Ane pesan. Sesuai rencana pesanlah Ane seporsi pecel wader untuk menu makanannya dan es campur untuk minumannya. Sebenarnya selain pecel wader ada juga sieh sob menu yang lainnya diantaranya ada soto, sego wader, sego welut, pecel welut, dan lain sebagainya.



Setelah masuk kedalamnya ternyata ada dua jenis tempat duduk yang dapat Ane pilih, ada lesehan dan adapula meja dan kursi. Biar terkesan santai Ane lebih memilih di tempat lesehan saja. Tak perlu nunggu terlalu lama pesanan yang Ane pesan kini sudah ada dihadapan Ane.


Sistem lesehan
Seporsi pecel wader dan semangkok Es campur siap di sikat habis
Pecel Wader
Pecel wader disajikan menggunakan piring rotan yang diatasnya diberi alas berupa lembaran daun pisan. Secara penampilan pecel wader ini tidaklah berbeda jauh bila dibandingkan dengan pecel - pecel pada umumnya. Seporsi pecel wader terbuat dari sayuran bayam, kubis, kacang panjang, taburan seledri dan sedikit bawang goreng yang di siram dengan bumbu kacang. Nah inilah sob yang membedakan antara pecel Pak Bejo ini dengan pecel lainnya yakni hadirnya sebuah wader goreng yang cukup menggoda. Menurut Ane pecel ini cocok bagi penyuka rasa pedas, karena didalamnya juga terdapat dua macam sambal yang siap membakar lidah.



Rasanya? hmmm enak nan lezat sob, bumbu kacangnya cukup kental, sayuran yang digunakan juga segar. Nah ini dia wadernya, wadernya ituloh garing banget sehingga terasa kriuk - kriuk di mulut. Lengkap sudah dengan hadirnya dua macam sambal yang cukup membuat muka basah. Huha, huha, dua kata untuk ini deh sob,"Wuenak tenan, Le leduk".



Es Campur
Seperti pada umumnya es campur disajikan dengan menggunakan mangkok bercap Ayam J***. Semangkok es campur ini berisikan dawet, kacang hijau, cincau, es serut, dan memiliki kuah santan yang kental serta sebagai pemanisnya digunakan susu hitam kental manis. Sebenarnya ada ketan hitam yang tersedia bila Ane menginginkannya, berhubung Ane nggak suka dengannya maka Ane pesan untuk tidak di beri ketan hitamnya.



Berhubung pedas, kini Ane menyeruput es campurnya dulu sebentar. Rasanya ternyata tak kalah lezatnya dibandingkan dengan pecelnya sob, Manisnya kuah santan berpadu dengan manisnya susu hitam serta hadirnya kacang hijau benar - benar membuat es campur ini terasa nikmat di minum. Rasa pedas dan haus Ane kini hilang seketika.



Soal harga masih sangat bersahabat dengan kantong kok sob, untuk semuanya hanya di banderol dengan harga 16k saja dengan rincian 12k untuk pecel wadernya dan 4k untuk es campurnya.
Jam buka warung: Pukul 08.00 - 16.00 WIB.
Soalnya saat Ane masih disana, tepat pukul 4 sore ketika Ane belum keluar warung ini sudah mulai di tutup, itu artinya tinggal nunggu Ane saja untuk keluar dari warungnya.
Sedangkan untuk hari Jumat Tutup/Libur.



Gambaran rute menuju warungnya:
Dari Titik Nol Kilometer Kota Jogja bergeraklah ke arah timur melalui Jl. Panembahan Senopati, Jl. Sultan Agung, dan Jl. Kusumanegara melewati Kebun Binatang Yogyakarta (Gembira Loka Zoo) hingga menemukan perempatan lampu merah setelahnya. Dari sini beloklah ke arah kiri (utara) melalui Jl. Janti hingga sobat akan menemui lagi perempatan lampu merah di Jl. Ringroad Timur. Beloklah ke arah kanan (selatan) melalui Jl. Ringroad Timur hingga menemukan perempatan lampu merah lagi. Dari sini beloklah ke arah kiri (timur) melalui Jl. Raya Wonosari hingga perempatan lampu merah pertama (perempatan Wiyoro). Beloklah ke arah kanan (selatan) hingga kurang lebih 400 meter sampailah sobat di tempat yang sobat maksud.



Warungnya terletak di sebelah kanan (barat) jalan.
Selain disini, Warung Pak Bejo ini sudah membuka cabang baru di Jl. Wonosari Km.9 Yogyakarta (Barat Jogja TV).
Atau mau makan di tempat lain yang dekat dengan warung ini? tenang saja sob, masih ada kok yakni di Warung Makan Pak Suko 
Sampai Jumpa!

4 komentar:

  1. ketoke lezat... nyam2..glek glek he he he..
    wadernya kliatan kriuk banget tuh mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. He'em mbak, yok kita santap bersama, hehehe

      Hapus
  2. Nasi pecal dikasih lauk ayam, telor ataupun ikan rasanya pasti nikmat yach?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Adel, terus yang penting sambal kacangnya kentel (tidak encer) banget,,,, nikmat!!!

      Hapus

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me