Minggu, 25 Januari 2015

Sego Megono Kang Ali (Kuliner Khas Pekalongan Ada di Yogyakarta)

Pada hari Jum'at kemarin, tepatnya tanggal 23 Januari 2015 berangkatlah Ane dan dua sobat Ane yang masing-masing berinisial Mas Ferdi dan Chandra ke tempat ini. Ada pepatah yang mengatakan "Tak kenal maka tak sayang", maka dari itu kita kenalan dahulu yaw sob.

Nama Ane Anis, Sego Megono Mantab
Nama Saya Ferdi, Sego Megono Jempol
Kala itu mas Ferdi dan Chandra datang ke kosan Ane untuk bermain, obrolan santai layaknya seorang sahabat yang sudah lama tidak bertemu (1 hari saja kok lama, hehe) kita mulai. Ntah bagaimana awal terjadinya, tiba - tiba muncullah ide Ane untuk mengajak mereka berdua menghabiskan malam itu dengan wisata kuliner di Yogyakarta. Setelah ngalor - ngidul bahas makanan yang sempat membuat kita bingung karena saking banyaknya wisata kuliner di Yogyakarta, akhirnya atas kesepakatan bersama jatuhlah pilihan kita pada Sego Megono. Ow iya lupa masih ada seorang sahabat Ane yang belum Ane kenalkan. Nieh orangnya yang menyebalkan (Ane kalau ketemu dia sering berdebat), haha.

Ngopo An, jenengku Chandra 
Hari semakin sore, mereka berdua akhirnya pulang ke kostnya untuk segera mempersiapkan diri begitu juga dengan Ane. Kita janjian dari kost berangkat ba'da magrib.
Akhirnya waktu yang kita sepakati bersama pun tiba, Kurang lebih Pukul 19.00 WIB berangkatlah kita menuju ke Sego Megono ini dan dibutuhkan waktu kurang lebih 20 menit untuk sampai kesini dari kost kita. Setelah sampai sana, suasana begitu ramai dan pengunjung silih berganti berdatangan membuat kita semakin penasaran. Seperti apa dan bagaimanakah rasanya. Gurih, asin, pahit, atau malahan hambar, hehe. Kalau belum ngerasain sendiri pokoknya belum yakin. Kondisi warungnya, kurang lebih seperti Angkringan yang menjual nasi kucing.
setelah sedikit mengantri, akhirnya kita sampai juga pada gilirannya. Porsi kecil, sedang, atau besar begitulah kira - kira pertanyaan yang terlontar dari seorang anak muda yang mungkin masih sebaya dengan kita dan memang seorang anak muda tersebut adalah seorang pelayan disini. Ane langsung jawab: "porsi besar kang". Begitu juga dengan Mas Ferdi. Berbeda dengan kita berdua, Chandra memilih memesan porsi kecil karena memang dia belum lama sebelumnya telah makan. Berbagai macam lauk pauk tersedia disini dan kita bebas memilihnya sendiri. Sepotong pisang goreng dan tahu bacem akhirnya sebagai pilihan Ane untuk menemani Sego Medononya.

Ane sego Megono Kang
Unik kan sob Segonya. Dalam bahasa jawa sendiri Sego dapat di artikan sebagai nasi dan megono sendiri Ane kurang tahu artinya sob, karena memang dalam bahasa jawa sendiri tidak ada akar kata yang asli dari megono tersebut. Yang jelas secara umum dapat kita lihat bersama bahwa sego megono tersebut adalah nasi yang disajikan dengan sambal dan sayur nangka yang dimasak dengan parutan kelapa. Sego Megono ini sendiri adalah kuliner khas Pekalongan yaw sob, bukan khas jogja (kalau khas jogja bernama gudeg) yang kebetulan hadir di Yogyakarta.
Disini, sego megono sendiri disajikan dengan beralaskan piring yang terbuat dari rotan dan diatasnya dilapisi dengan sebuah kertas minyak. Menurut Ane, masalah rasanya sendiri kurang lebih seperti urap kelapa (dalam bahasa jawa). Satu kata untuk sego megono ini.

Pecah
Menarik bukan? Nah bagi siapa saja yang kebetulan berkunjung ke Yogyakarta dan ingin merasakan sego ini, dapat langsung menuju kesini yang beralamat di Jalan Lingkar Utara, Paugeran, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Kalau alamat mentahan begitu kan mungkin ada yang masih bingung yaw sob tepatnya. Oke dah Ane kasih tahu arahannya.
Bila sobat datang dari Surakarta, bisa langsung arahkan kendaraan menuju ke Jalan Lingkar Utara atau berbelok ke kanan dan sampai menemukan Ruko Casa Grande yang terletak di sebelah kanan jalan. Sebelum Ruko Casa Grande, lihatlah sebelah kiri jalan. Pastilah ketemu.
Bila sobat datang dari arah magelang, dari terminal jombor beloklah ke kiri atau ke Jalan Lingkar Utara dan setelah menemukan Ruko Casa Grande yang terletak di sebelah kiri, majulah sedikit dan lihatlah sebelah kanan jalan. Pasti ketemu.
Bila sobat datang dari arah Kebumen/Purworejo, dari Gamping beloklah ke kiri atau ke Jalan Lingkar Barat dan bersambung ke Jalan Lingkar Utara sampai menemukan terminal Jombor dan bacalah paragraf sebelumnya.
Nah kalau dari dalam kota, carilah kampus UPN Veteran yang dapat dicapai dari Jalan Babarsari. Dari sini, beloklah ke arah kanan atau ke timur di Jalan Lingkar utara dan sampai ketemu Ruko Casa Grande yang terletak di sebelah kiri. Majulah sedikit dan lihatlah sebelah kanan jalan. Pasti ketemu.
Singkat cerita, setelah 20 menit kemudian

Teng teng
Makan sudah, saatnya membayar. Ternyata murah lo sob, Ane cuman habis Rp. 8.500,- dengan rincian Nasi megono porsi besar Rp. 4.000,-, Tahu bacem Rp. 2.000,-, pisang goreng Rp. 1.000,-, dan sebagai minumannya teh hangat Rp. 1.500,-. Tapi yang membuat Ane kaget, harus mengeluarkan biaya lagi untuk parkir sebesar Rp. 1.000,-. Padahal sebelumnya Ane tidak melihat tukang parkirnya. Tapi yaw sudahlah tidak apa - apa ngamal sedikit, hehe. Nah, bagi sobat yang ingin menekan biaya lagi bisa kok, caranya pesan porsi kecil dan tidak pakai apa - apa dijamin tidak mahal deh, hehe.
Begitu saja ya sob mengenai cerita Ane mengenai wisata kuliner di Sego Megono Kang Ali yang ada di Yogyakarta. Ayo, tunggu apa lagi segeralah capcus ke TKP. Sampai jumpa.

4 komentar:

  1. Sedikit menanmbahkan . Sego = nasi .
    Megono berasal dari kata mugo2 ono = semoga aja ada ( untuk besok dan sekarang ) . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Kang atas tambahannya,,, :-)

      Hapus
  2. Selalu kesini kalau lagi kangen sama makanan kampung halaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enak ya mas ya,,, nggak harus pulang ke kampung halaman,,, :-)

      Hapus

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me