Selasa, 26 April 2016

Lengketnya Nasi Goreng Pliket Pak Dakir


Sore ini mau makan dimana ya? setelah tadi pagi ngerasain Es Pisang Ijo dan Coto Makassar, rasanya ingin cari tempat yang baru lagi buat kulineran. Entah mengapa sob Ane kalau lagi malas - malasnya untuk keluar, ya paling cari tempat makan di sekitar kostan aja, tapi kalau lagi semangat - semangatnya dalam satu hari bisa mendatangi 2 atau 3 tempat sekaligus buat tempat makan. Maklum, di Jogja sendiri banyak sekali tempat - tempat makan yang bisa dikunjungi. Nah berhubung sekarang lagi semangat - semangatnya untuk keluar maka setelah tadi pagi mendatangi La Capila, sekarang mendatangi Warung Sate Pak dakir yang terletak di Jl. HOS Cokroaminoto 75 Jogja.



Tapi sob disini bukan satenya yang akan Ane coba, melainkan menu lainnya yaitu Nasi Goreng Pliket yang konon katanya mempunyai rasa yang nikmat dan enak sekali. Apakah benar begitu? Ntahlah, Ane sendiri tidak tahu karena sebelumnya Ane belum pernah mencobanya. Maka dari itu untuk membuktikannya Ane menyambangi warung ini di sore hari.




Sesampainya disini warung dalam keadaan sepi, hanya ada beberapa pengunjung saja yang sedang menikmati pesanannya. Warungnya cukup sederhana dengan meja dan kursi yang tertata secara rapi. Di bagian dinding warungnya tertempel daftar menu yang dapat Ane pesan. Namun ada yang unik sob, yakni terjadi pada menu nasi goreng pliketnya. Selama ini Ane hanya mengenal nasi goreng pliket saja tetapi begitu sampai disini Ane baru tahu kalau nasi goreng ini juga disebut dengan nasi goreng Butet. Konon katanya nasi goreng ini dinamakan demikian karena setiap kali Butet kesini, nasi goreng inilah yang beliau pesan. Ow gitu tow.



ternyata tak hanya Butet saja yang pernah kesini, tetapi pecinta kuliner nusantara pun pernah menyambangi tempat ini. Siapa lagi kalau bukan Pak Bondan, lalu Ane yang dirundung penasaran dan kebetulan Ane duduk tak jauh dari para pegawainya bekerja, bertanyalah Ane kepada mereka tentang kapan Pak Bondan berkunjung kesini dan salah satu dari mereka menjawab kalau Pak Bondan pernah mampir kesini tahun 2007. Waow, sudah lumayan lama juga ya.



Sang Pegawai tersebutpun tak lupa menanyakan tentang pesanan apa yang hendak Ane pesan. Dengan gesitnya Ane langsung menjawab Nasi Goreng Pliket untuk makanannya dan es tape hijau untuk minumannya. Pelayanannya pun terbilang cukup cepat, tak sampai 10 menit pesanan yang Ane pesan kini sudah ada di hadapan Ane.



Secara penampilan tak ada yang istimewa sob pada nasi goreng pliket ini, sama seperti nasi goreng pada umumnya terdapat potongan buah tomat, kubis (kol), dan taburan bawang goreng. Lalu dimana letak keistimewaannya? ternyata setelah tak aduk - aduk, Nasi goreng ini di masak dengan mencampurkan potongan daging kambing bagian lemak dan sumsumnya.



Lalu bagaimanakah dengan rasanya? Hmmm, untuk rasanya sendiri memang benar - benar lezat, semuanya serba pas di lidah, tak asin, tak juga manis serta memang nasi goreng ini terasa pliket di mulut. Ow iya sob kata "pliket" sendiri dalam bahasa Indonesia berarti lengket. Jadi ya kalau diartikan dalam bahasa Indonesia berarti Nasi goreng lengket. Eh nggak boleh dink, lawong nama kok diartikan. Jadi yang menjadikan nasi goreng ini pliket karena adanya campuran lemak dan sumsum daging kambingnya. Dua kata untuk ini," Wuenak tenan, Le leduk", bedalah dengan rasa nasi goreng - nasi goreng pada umumnya. Saking lahapnya kurang dari 12 menit


Habis sudah semuanya
Soal harga, tenang aja sob masih tergolong cukup bersahabat dengan kantong kita. Untuk semuanya dibanderol dengan harga 19k saja dengan rincian nasi goreng pliket 17k dan es tape hijau 2k. Sehubungan orangnya ramah Ane pun memutuskan untuk sedikit berbincang - bincang kepada Pak Dakirnya sendiri sambil Ane membayarnya,
Ane       : Ini dengan Pak Dakirnya sendiri bukan ya Pak?
Pak Dakir : Iya mas, saya Pak Dakirnya sendiri
Ane       : Wah, kebetulan Pak kalau begitu bisa ngobrol - ngobrol
            sedikit tentang warung bapak. Sudah lama ya pak warung 
            bapak ini berdiri?
Pak dakir : Iya mas, dari tahun 1966
Ane       : Bukanya dari jam berapa sampai jam berapa Pak?
Pak dakir : Saya itu buka dari jam setengah 5 kadang - kadang ya
            jam 4 sore hingga jam 10 malam. Itu saja sudah bisa
            menghidupi 10 karyawan mas termasuk saya sendiri. Jadi
            ya itu walaupun untung sedikit tapi merata
Ane       : Berkah berarti Pak
Pak Dakir : Ya itu mas maksud saya yang penting berkah.
Ane       : Benar Pak, benar. Kalau boleh tahu resep nasi goreng
            pliket ini darimana Pak? apakah dari percobaan bapak
            sendiri atau bagaimana?
Pak dakir : Ini dari resep orang tua saya mas.
Ane       : Eow, 
Sehubungan ada beberapa pengunjung yang datang lagi maka Ane segera meminta izin untuk pamit pulang dan beliau pun mempersilahkannya.
Berikut gambaran rute menuju Warung Sate Pak Dakir:



Dari Titik Nol Kilometer Jogja, bergeraklah ke arah barat (belok kanan bila dari arah Malioboro) hingga menemukan pertigaan lampu merah RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, masih lurus terus hingga menemukan perempatan lampu merah. Masih lurus lagi ke arah barat melalui Jalan Wirobrajan dan melewati jembatan hingga menemukan perempatan lampu merah lagi. Dari sini beloklah ke arah kanan (utara) hingga Jl. HOS Cokroaminoto 75 atau kurang lebih 20 meter sesudah Pasar Klithikan Pakuncen.



Warungnya berada tepat di sebelah barat laut dari Pasar Klithikan. 

8 komentar:

  1. nasi gorengnya bikin penasaran, ingin merasakan pliketnya..

    BalasHapus
  2. wah itu deket rumah saya yang dulu mas... kuncen mantap dah.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eow,,, berarti sering kesini donk dulunya? :-)

      Hapus
  3. wah nasi gorengnya kliatan enak banget ini mas....jadi laper pagi2 liat begini ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung aja mbak, buat nasi goreng, hehehe

      Hapus
  4. yg bikin aku tertarik ini krn pake sumsum itu.. krn biasanya aku ga gitu doyan nasi goreng apalagi yg banyak kecap gitu.. tp kalo rasanya gurih suka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha,,, iya mbak, beda banget deh mbak dari kebanyakan nasi goreng biasa. Kudu di coba mbak, bila pulang ke Solo mampir ke Jogja, :-)

      Hapus

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me