Jumat, 24 Juni 2016

Soto Pites Mbah Galak, Pedasnya Soto dari Cabai yang di Pites

Selepas dari Hutan Pinus Imogiri, Ane sempat dibingungkan dengan tempat makan mana yang akan Ane datangi sob. Tiba - tiba Ane teringat akan sebuah tempat yang cukup rekomended di Kota Jogja ini yakni Warung Soto Pites Mbah Galak yang terletak di Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta. Awalnya Ane duga hanya ada tiga tempat saja yang rekomended di dalam Pasar ini buat kulineran, ternyata eh ternyata dugaan Ane salah, ada sebuah tempat lagi yang mungkin bisa di coba yakni disini.



Posisi Ane dan adik Ane sekarang masih di Hutan Pinus, sementara waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang. Itu artinya bila Soto Pites Mbah Galak ini tutup sesuai dengan tutupnya Pasar Beringharjo yang Ane tahu sampai jam 4 sore maka kita masih bisa mengejar waktu untuk sampai sana. Setidaknya jam setengah 2 siang kita sudah sampai di sana.
Tanpa berlama - lama lagi meluncurlah kita menuju TeKaPe sekaligus pulang ke kost. Tanpa di sangka dan di nyana di tengah perjalanan tiba - tiba datang mengguyur, apa boleh buat langsung saja kita berteduh di salah satu emperan toko. "Jogja di guyur hujan, Iyess", begitulah sob perasaan Ane ketika itu karena memang sudah lama Kota ini tidak di guyur hujan. Di salah satu sisi bersyukur, namun di sisi lain merasa kurang senang juga. Kenapa gitulho kok hujan pas di perjalanan. Oke gak apa - apa, eh namanya nasib baik memang tak kemana ya sob sekitar hujan 30 menitan hujan yang tadinya deras berubah menjadi terang walapun masih ada gerimis rintik - rintik dan sinar matahari mulai terlihat kembali.



Jalan lagi dan tak sampai 30 menit sampailah kita di Pasar Beringharjo. Sambil memarkirkan kendaraan motor kita, Ane bertanya kepada Sang Penjaga parkir dimanakah lokasi yang Ane maksud itu, Sang Penjaga parkir tersebut pun memberitahukan kepada Ane kalau Soto Pites Mbah Galak ada di lantai 1 sisi timur. "Begitu masuk pintu F2, belok kanan dan kemudian belok kiri. Nah Soto Pites Mbah Galak ini terletak tidak jauh dari pintu masuk tersebut", tukasnya.
Lantas kita melangkahkan kaki kedalam, apa yang diberitahukan Sang Penjaga parkir tersebutpun benar, akhirnya kita menemukannya.



Warungnya cukup sederhana menempati salah satu lapak yang ada di pasar ini. Hanya ada beberapa meja dan kursi saja yang terpasang. Cukup sepi dan hanya ada seorang pembeli saja yang sedang menikmati sotonya. Di salah satu sisi dindingnya terpasang sebuah daftar menu yang tersedia disini. Ada dua jenis menu makanan dan minuman saja yang dapat kita pilih, diantaranya:
1. Soto Daging Sapi
2. Soto Ayam
3. Wedang/Es Kolang - kaling
4. Sar Saparela/Limun Belanda
"Galak Sotone, Suegerrrr Wedange", begitulah tulisan yang ada di bagian bawah daftar menu tersebut.


Suasana di warung soto saat itu
Daftar menu yang tersedia
"Mau makan apa mas?", tanya salah seorang pegawai saat Ane baru saja duduk di salah satu meja yang tersedia.
"Soto Pites 2, es teh 1, dan es kolang - kaling 1 ya Mbak?", balas Ane dengan cepat.
"Tunggu sebentar ya mas!", timpal beliau.
"Baik mbak", jawab Ane.
Sobat pasti heran kan kenapa kok bukan simbah - simbah yang jualan melainkan mbak - mbak? Nah itu dia sob, kalau sobat bingung, Ane pun tambah bingung. Tapi menurut kabar yang beredar kalau Mbah Galaknya sendiri sudah tiada dan kini diteruskan oleh keponakannya.
Tak butuh waktu lama, kini dua buah porsi soto, segelas es teh dan segelas es kolang - kaling pun sudah ada dihadapan kita.



Dalam semangkok soto berisi potongan daging sapi, nasi putih, tauge, seledri dan mempunyai kuah yang bening agak kecokelatan. Nah, inilah sob mengapa Soto ini disebut dengan Soto Pites Mbah Galak, tak seperti pada soto umumnya yang menggunakan sambal sebagai bahan agar soto tersebut pedas, tetapi penyajian soto ini menggunakan cabai rawit yang di pites menggunakan ibu jari sehingga bentuk cabainya masih terlihat. Unik bukan? semisal penjualan soto ini masih terbilang baru mungkin bisa di bilang strategi pemasaran sob agar berbeda dan laris, tapi soto pites ini sudah di jual sejak tahun 1950-an. Cukup lama bukan?
Sedangkan pada minumannya Ane pesan segelas es kolang - kaling. Es ini hanya berisi kolang - kaling yang diberi sirup berwarna merah. Cocoklah buat menemani makan siang menjelang sore ini.



Rasanya cukup gurih dan khas, potongan daging sapinya cukup lembut di mulut, adanya cabai rawit yang di pites membuat soto ini timbul rasa pedas yang berbeda sehingga air keringat keluar dari sela - sela pori - pori kulit Ane. Lengkap sudah dengan hadirnya segelas es kolang - kaling ini yang menghilangkan rasa dahaga Ane. Dua kata deh sob, "wuenak tenan, Le leduk".



Soal harga, tidak membuat Ane khwatir sob, untuk semuanya hanya dibanderol dengan harga 21k saja. Berdasarkan informasi yang Ane dapatkan dari Sang Penjualnya bahwa Jam buka Warung Soto Pites Mbah Galak ini dari jam 7 pagi hingga setengah 3 sore. Untung saja sampai sini jam 2. Coba tadi kalau sampai sini jam setengah 3, mungkin akan lain ceritanya. So, warung soto ini tidak mengikuti jam tutupnya Pasar Beringharjo ya sob, tapi lebih awal.
Ingin baca perjalanan Ane bersama Sang Adik Ane? Klik saja link berikut ini:
Lari Sejenak ke Hutan Pinus Imogiri Bantul Bersama Sang Adik

6 komentar:

  1. WAh cocok banget nih dijadikan menu buka puasa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas,,, tapi sayang pas buka puasa warungnya tutup, :-)

      Hapus
  2. wah kuahnya membuatku ngiler jarak jauh mas hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sing mblayang terus,,,, Langsung datangi tempatnya mas, hehehe

      Hapus
  3. wah cocok ni buat yang hobi pedes, kebayang deh itu pedesnya cabe dipites2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang,,,, pedesnya minta ampun,,, :-)

      Hapus

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me