Senin, 18 Januari 2016

Menikmati Sate Klathak Pak Bari di Tengah Pasar

"Mau kemana ya sore ini?", itulah kegundahan hati Ane yang sedang giat - giatnya kulineran di bulan Desember lalu. Ntah kenapa dan mengapa kok tiba - tiba Ane kefikiran kalau masih ada satu tempat lagi yang belum Ane coba khususnya Sate Klathak. Nah berhubung Ane awal bulan sudah mencoba Sate Klathak Pak Pong, maka kali ini Ane akan mencoba sate klathak yang lainnya yaitu Sate Klathak Pak Bari.


Sate Klathak Pak Bari ini juga salah satu tempat kuliner yang cukup dikenal oleh masyarakat lo sob. Berbeda dengan sate klathak pada umumnya yang menempati kios - kios, Sate Klathak Pak Bari ini justru berada di Pasar Wonokromo. Konon katanya Sate Klathak Pak Bari biasanya buka dari sore hari sekitar pukul 7 malam sampai habis, biasanya sih jam 2 pagi. Nah agar tidak kehabisan dan kecewa, pada pukul 7 malam tet akhirnya Ane menuju kesana dengan mengendarai kuda hijau Ane.


Rutenya dari Terminal Giwangan Ane bergerak ke arah selatan kurang lebih 4,5 Km menemukan perempatan lampu merah Pasar Jejeran. Dari sini masih lurus sedikit kurang lebih 50 meter hingga menemukan sebuah belokan ke arah kiri (timur). Masuklah Ane kedalam belokan tersebut dan sampailah Ane di Warung Sate Klathak Pak Bari.



Ane kira kalau Ane termasuk yang awal datangnya, ternyata sampai sini kutubuneng udah banyak banget yang datang dan menunggu di kursi maupun lesehan. Tampak disana Pak Bari dan pegawainya sibuk kesana kemari meladeni para pengunjungnya yang datang.




Sehubungan meja dan kursinya udah nggak ada tempat alias sudah kepakai semua, yawsudah akhirnya Ane memilih menunggu di tempat lesehan saja. Cukup lama juga Ane menunggu pesanan yang datang, sekitar 30 menitan. Inilah pesanan Ane yang telah Ane tunggu - tunggu sebelumnya. Seporsi sate klathak dan segelas teh hangat.

Teh hangatnya mana? kok cuman satenya aja?
Untung Ane pernah ngerasain sate klathak ini sebelumnya, jadi lumayan sedikit tahu. Sate Klathak Pak Bari ini terlihat bumbu yang dipakai cukup sederhana hanya dengan menggunakan garam saja. Menurut Ane sate klathak baik disini dengan Sate Klathak Pak Pong sama - sama seporsi 2 tusuk sate saja. Tusuknya sama - sama terbuat dari jeruji besi dengan begitu panas yang dihasilkan akan merata pada semua dagingnya dan tentu hasilnya akan enak untuk di lahap. Selain itu sate disajikan bersama kuah semacam gulai kambing.



Semakin Ane membandingkan antara sate ini dengan Sate Klathak Pak Pong, semakin Ane penasaran saja akan rasanya. Yummm, yummm yummm, walaupun sate ini dibumbui hanya dengan menggunakan garam saja dan tidak di bumbui kecap sebelum dibakar yang kebanyakan orang lakukan, menurut Ane rasanya tetap enak dan wuenak tenan. Tak sedikitpun Ane merasakan alot pada dagingnya. Tapi kalau boleh berpendapat ya sob, daging ini lebih kecil bila dibandingkan dengan daging pada Sate Klathak Pak Pong. Apakah hal ini berpengaruh terhadap harganya?


Itu tuh sob, gelas teh hangatnya. Tapi isinya sudah ludes
Yupz benar sekali. Seporsi sate klathak dan segelas teh hangat dihargai sebesar 20k saja. Ya, harga yang lebih murah bila dibandingkan dengan Sate Klathak Pak Pong. sebelum Ane pulang ke kost, Ane sempatkan sebentar untuk mengambil gambar proses pembakarannya. Nah inilah proses pembakaran sate klathaknya yang sedang ditunggu - tunggu oleh para penikmatnya.


Daging masih berupa daging mentah
Setelah di tusuk, kemudian di bakar
Proses pembakaran sedang berlangsung
Gimana menarik untuk mencicipinya? Eow iya sob, soal rasa kan setiap orang berbeda - beda. Jadi yaw rasakan sendiri aja ya kenikmatan yang diberikan dari Sate Klathak Pak Bari ini. Sampai jumpa.

14 komentar:

  1. yang ini sederhana yo mas, tapi ketok'e lezat..
    tau ga mas, pas liat update sate klathak di dashboard bloggerku tak kira tuh sate sudah dimakan dulu sama mas Anis sebelum difoto karena cuma 2 tusuk satenya di piring, oalah..ternyata memang 2 tusuk saja perporsi ha ha ha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak bener, memang luezat tenan :-) tapi yaw itu tadi mbak Monica, sayangnya cuman dapat 2 tusuk saja. Banyak bisa, tapi yaw banyak juga uangnya yang dikeluarkan, hehehe

      Hapus
  2. wah antri berapa manusia tu mas hehe.... masalah perut mas Anis mantap dah... hehe... lanjut mas... lama" bisa" makan gratisan sampe mana-mana hehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ntah mas, nggak ngitung, tapi kalau yang ngantri wanita cantik sieh mas (sambil tengok kanan kiri) aku inget, sekitar 5 orangan lah, hehehe. Pizzzzz. Amien, Alkhamdulillah masih dapat gratisan dari Sang Maha Pencipta mas Angkis, masih di beri oksigen gratis :-)

      Hapus
  3. rame banget yah kak, tempat makan di Jogjaaah.
    Semua jenis sate adaaaa. berkali - kali ke Jogja belom pernah nyobain sate Klathak T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener kak, ramenya ngepol... Iya kak, mau yang biasa, pedes, atau bahkan Klathak ini pun ada. Kapan - kapan kalau ke Jogja jangan lupa nyobain Sate Klathaknya Kak :-)

      Hapus
  4. Waduh pulang kerja lihat yang beginian :D
    bentar ahh habis ini cari. Hahaha
    walaupun beda sama sate klathak tapi yg penting sama sama sate. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikut mas,,, walaupun udah makan, bolehlah aku di ajak apalagi di bayarin,,, hahaha. Iya mas, bener. Yang namanya sate biasanya pakai daging, yaw tetep enyak :-)

      Hapus
  5. itu 2 tusuk, gedenya semana sih??? 20 rb??? di sini sate ayam 10 tusuk, dgn potongan lumyan aja 22 rb mas -__-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda loh mbak,,, ini sate kambing, hehe. Kalau sate ayam mah disini 10 tusuk cuman sekitar 14 ribuan saja mbak. Gedenya ya lumayan, tapi nggak gede - gede amat, kalau di ukur dengan potongan yang biasa di jual ya bisa dapat 5 tusukan lah mbak.

      Hapus
  6. Aduh jadi laperr...lengkap banget review nya

    BalasHapus
  7. Wah asyik sekali. Sate Klatak ini sering saya dengar namun belum ada kesempatan untuk mencobanya. Unik juga. Tusukan satenya pake besi. Panasnya masuk ke dalam daging tentunya. Membuatnya menjadi matang merata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tow mas? Ntar kalau begitu bila ada kesempatan bertandang ke Jogja, jangan lupa untuk mencobanya mas :-) .Iya mas bener banget, tusukan satenya pakai besi, matang merata dan hasil panggangannya enak banget :-)

      Hapus

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me