Rabu, 04 Mei 2016

Warung Makan Khas Bali Putra, Nasi Jinggo dan Sate Lilitnya Bikin Nagih

Yogyakarta bisa di ibaratkan miniaturnya Indonesia sob. Bagaimana tidak disini dapat kita jumpai dengan mudah orang - orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya ada yang berasal dari Sumbawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Bali, bahkan Papua. Begitupula dengan plat kendaraan bermotornya, ada yang berplat BE (Lampung), BK (Sumatera Utara), M (Madura), N (Malang), EA (Sumbawa), DD (Sulawesi Selatan), DK (Bali), dan lain sebagainya.



Ane disini bukan membahas tentang beragam suku ya sob, tetapi ingin mengulik tentang kuliner yang bukan merupakan khas Jogja tetapi di jual di Jogja. Salah satunya Kuliner khas dari Pulau Dewata (Bali). Nama warung yang menjualnya adalah Warung Makan Khas Bali Putra dan terletak di Jl. Namburan Kidul No. 10 Yogyakarta (Timur Alkid Keraton).



Ane sendiri tahu tempat ini belum lama sob, ketika itu Ane melihat tayangan televisi yang menayangkan tentang ayam betutu dan sate lilit, eh lama - kelamaan merasuk juga ke fikiran Ane dan Ane nggak mungkin donk begitu kepingin langsung terbang ke Bali, selain faktor ekonomi (hehehe), juga masalah waktu yang nggak memungkinkan sama sekali. Dengan beragam cara Ane pun searching - searching di internet warung makan mana yang menjual berbagai makanan khas Bali di Kota Jogja ini, dan akhirnya Ane menemukannya. "Warung Makan Khas Bali Putra" lah yang tertulis di situ. Pada akhirnya barulah tanggal 19 April 2016 kemarin Ane berhasil menyambanginya.



Warungnya cukup sederhana, hanya ada beberapa meja dan kursi saja yang terpasang. Terlihat sudah ada beberapa pengunjung saja yang sedang menikmati hidangannya. Anepun mengambil salah satu tempat duduk yang masih kosong. Kebetulan Ane duduk sangat dekat sekali dengan tempelan harga menunya. Maklum sob, disini tak menyediakan daftar menunya yang biasa diletakkan di atas meja. Jadi mau tidak mau harus membaca daftar menu yang ada terlebih dahulu bila ingin mengetahui harganya.



Semua menunya pastilah makanan khas Bali, menu - menu makanan tersebut diantaranya ada nasi jinggo, plencing, sate lilit, ayam betutu, dan lain sebagainya. Di sela - sela Ane sedang melihat daftar menunya, Sang Penjual pun menanyakan kepada Ane menu apa yang hendak Ane pesan. Ane ketahui belakangan kalau Sang Penjual tersebut adalah bernama Bu Dayu yang biasa di panggil dengan Niang.
"Mau makan apa?", tanya Ibu Niang dengan logat Bali nya yang masih sangat kental.
"Nasi Jinggo dan Sate Lilit ya Bu", balas Ane.
"Minumnya?", tanya dia kembali.
"Es susu putih saja", timpal Ane.
"Baik mas", jawab beliau.
Tak sampai 5 menit, kini pesanan yang Ane pesan pun sudah ada di hadapan Ane.



Nah inilah sob yang Ane suka, nasi jinggo disajikan menggunakan daun pelepah pisang sebagai alas atasnya. Seporsi nasi jinggo tersebut terdiri dari nasi putih, suwiran daging ayam, daun pepaya, kering tempe, mie goreng, srundeng, dan sambal. Sehubungan Ane pesan sate lilitnya, maka sudah ada tambahan sate lilit didalamnya.



Owalah begini tow yang dinamakan dengan sate lilit itu? segumpal daging yang sudah dihaluskan dan di tusuk menggunakan batang bambu. Kurang lebih Samalah penyajiannya dengan sate kambing yang sama - sama menggunakan tusuk. Disini Ane sempat ragu - ragu tuh sob apakah sate ini halal atau tidak. Untuk memastikannya bertanyalah Ane kepada salah satu pegawai laki - lakinya dan ternyata jawaban beliau cukup melegakan Ane kalau sate lilitnya benar - benar halal dan layak untuk di konsumsi, karena apa? karena sate lilit tersebut terbuat dari ikan tuna. Woke, inilah sob penampakannya



Bagaimanakah dengan rasanya? pertama pada nasi jinggonya menurut Ane enak banget, suwiran daging ayamnya cukup empuk nan lezat, daun pepayanya tak terasa pahit dan cenderung segar, kering tempenya terasa agak manis, srundengnya cukup gurih, dan sambalnya cukup pedas. Lebih - lebih pada sate lilitnya yang begitu lunak dan terasa sekali daging ikan tunanya. Pokoknya nagih banget deh sob!  Tak heran bila banyak testimoni - testimoni yang tertempel di salah satu sisi dindingnya mengenai kelezatan nasi jinggo dan sate lilitnya ini. Dua kata untuk ini semua,"Wuenak tenan, Le leduk".


Sayang, testimoni Ane tidak ada
Jreng, jreng, jreng, habis sudah semuanya!
Soal harga masih sangat bersahabat kok sob, seporsi nasi jinggo, segelas es susu putih, dan setusuk sate lilit hanya di banderol 14k saja. Seusai membayarnya Ane sempat berbincang - bincang sebentar dengan Bu Niang. Beliau orangnya ramah, setiap pertanyaan yang Ane lontarkan beliau jawab dengan baik. Dari beliau Ane ketahui kalau dia berasal dari Kabupaten Buleleng tepatnya di daerah Seririt. Awalnya beliau berjualan dengan membuka lapak yang kecil, namun demikian atas keuletannya lama - kelamaan warungnya mulai dikenal dan berkembang hingga seperti yang sekarang ini. "Warung ini buka dari jam 7 pagi hingga 8 malam", begitulah papar beliau di akhir perbincangan kita.
Gambaran rute menuju lokasinya:



Warung Makan Khas Bali Putra ini letaknya sangat strategis, sehingga sangat mudah sekali untuk ditemukan. Dari Alun - alun Kidul Kota Jogja, bergeraklah ke arah timur melalui Jl. Langenastran Kidul hingga menemukan perempatan. Masih lurus lagi bersambung ke Jl. Namburan Kidul hingga kurang lebih 100 meter sampailah sobat di warung yang sobat maksud.

12 komentar:

  1. ada juga toh warung makan bali di sana mas? enak donk bisa sering2 makan sate lilit, di Batam ga ada euy, kalau mau sate lilit ya buat sendiri he he he...
    tapi aku selalu buat pake ayam belum pernah pake ikan, kalau pamanku dulu malah pake daging bebek buatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada mbak, hehehe...
      Malah enak buat sendiri donk mbak, bisa di kira - kira sendiri bumbunya seperti apa dan banyaknya seberapa...
      Sekali - kali pakai ikan mbak Monic, enak lho... Pakai daging bebek enak pow mbak? jadi penasaran, :-)

      Hapus
  2. wah satenya makriukk mas... jadi ngiler hehe hapenya mas anis penuh dengan foto" makanan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah itu bukan sate mas,,, tapi kerupuk, :-)

      Hapus
  3. Kalo nasi bali yg asli, sate lilitnya pake batang sereh mas, bukan bambu :).. Makanya biasanya mahal.. tapi di warung ini utk nekan hrga, batang sereh nya diganti bambu ya :).. kurang wangi serehnya aja kalo ga pake itu, tapi aku percaya ini enak juga :D.. pd dasarnya aku suka juga nasi bali..apalagi kalo dikasih sambel yg pedeees .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eow gituw tow mbak? baru tahu aku, hehehe
      Iya juga sieh mbak, masuk akal juga kalau sate lilitnya tusuk aslinya pakai batang sereh terus di ganti pakai bambu buat neken harga. Kalau harganya agak kemahalan bisa - bisa malah nggak laku. Thanks dah mbak Fanny udah di beri tahu, :-)
      Kalau enak, memang enak kok mbak... pedes selalu meningkatkan nafsu makan ya mbak? hehehe *salam pedasss*

      Hapus
  4. Ternyata Sate Lilit itu makanan khas Bali ya? Mantabs banget

    BalasHapus
  5. Mbak anis warung bali putra sekarang buka ikan bakar khas bali di jl babaran 2b umbulharjo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tow mas??? wah semakin sukses aja warungnya dan kini mulai melebarkan sayapnya,,,, keren dah, keren,,,

      Hapus
  6. Balasan
    1. Halal gan, sudah saya tanyakan secara langsung ke penjualnya,,,,

      Hapus

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me