Kamis, 12 Mei 2016

Sate Klathak Pak Jede, Alternatif Kuliner Sate Klathak di Kota Jogja

Duh, sudah lama nieh sob Ane tak makan sate kambing. Terakhir kali makan sate kambing bulan januari lalu di Sate Petir Pak Nano. Banyak sekali memang warung sate yang tersebar di Jogja ini. Sebut saja Sate Klathak Pak Pong dan sate Klatak Pak Bari yang keduanya merupakan khas dari Jejeran. Di Jejeran sendiri banyak berdiri sate klathak - sate klathak lainnya yang tak kalah enaknya. Nggak tahu kenapa ya sob Ane kali ini ingin sekali untuk nyate klathak lagi. Tapi apa boleh buat, buat ke Jejerannya sendiri lagi males yasudah akhirnya Ane putuskan untuk mencari sate yang dekat - dekat saja. Berdasarkan informasi yang Ane dapatkan dari internet, ternyata ada tow di Kota Jogja ini warung yang menjual sate klathak khas jejeran tersebut. Ya, warung itu adalah Warung Sate Klathak Pak Jede yang terletak di Jl. Nologaten 46 Depok Sleman, Yogyakarta.



Tanpa berfikir panjang, berangkatlah Ane menuju ke Lokasi. Tak sampai 8 menit sampailah Ane di lokasi. Warungnya sangat luas, begitu juga dengan lahan parkirnya. Di bagian depan warung terpampang dengan jelas daging kambing yang di gunakan. Dagingnya nampak segar dan cukup menggoda.



"Selamat siang mas! mau pesan apa?", Terdengar suara dari salah seorang pelayannya yang menyambut Ane dengan ramah. Dengan cepatnya Ane langsung menjawab, "Selamat siang juga mas! Sate Klathak aja mas". Rugi donk sob kalau sudah kesini tanpa merasakan sate klathaknya. "Baik mas!, lalu untuk minumannya?", balas beliau. "Air es aja mas", jawab Ane. Soalnya tuh ya sob minum teh dan jeruk Ane udah biasa, sementara yang lainnya kurang mood jadi ya minuman itu aja deh yang akhirnya Ane pesan. "Baik mas, silahkan di tunggu terlebih dahulu", timpal beliau. "Oke mas", timpal Ane.



Sambil menunggu pesanan yang datang, Ane sempat memperhatikan daerah sekitar. Ada 2 cara para pengunjung dalam menikmati satenya, ada sistem meja dan kursi dan adapula yang berupa lesehan. Tapi sob untuk lesehannya sendiri tak banyak tempat yang tersedia, hanya ada dua buah tempat saja. Di bagian dindingnya tertempel foto - foto beberapa pejabat seperti Ganjar Pranowo yang sepertinya pernah mampir kesini, dan ada pula beberapa artis seperti waw waw waw Pak Bondan. Dengan adanya Pak Bondan ini semakin memantapkan hati Ane kalau Sate Klathak Pak Jede ini benar - benar enak dan layak untuk di coba.



Eyalah kenapa Ane tadi langsung pesan ya sob? padahal di setiap meja sudah terdapat daftar berbagai menu makanan dan minuman yang ada. Kalau untuk makanannya Ane mah tidak merasa menyesal, tetapi untuk minumannya ituloh ternyata ada es kunir asem/beras kencur. Mau ganti menu minuman tapi sudah dibuatkan, Hmmm yaudah deh nggak apa - apa yang penting wareg (kenyang).



Di bagian belakang dari daftar menu tersebut terdapat suatu penjelasan mengenai sejarah sate klathak. Eh by the way, any way busway, sobat tahu tidak mengapa kok dinamakan dengan sate klathak? Okelah kalau belum tahu, akan Ane kasih tahu pumpung disini ada penjelasannya.
Berikut penjelasannya, teng tong:
Sate klathak berasal dari istilah yang diberikan oleh warga sekitar Jejeran, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta untuk daging kambing yang dibumbui garam krosok (garam laut kasar) yang kemudian di panggang di atas bara arang. Seiring dengan persaingan dagang kemudian berkembang dengan ditambahkannya beberapa bumbu spesial oleh setiap pedagang sate agar menjadi lebih gurih. Pertama kali sate ini dijajakan oleh warga di sekitar Pasar Jejeran pada tahun 1960-an, saat itu pedagang sate klathak yang terkenal diantaranya adalah Mbah Cupet, Mbah Ambyah, dan Mbah Umar.



Tapi ada versi lain yang menyebutkan sate ini dinamakan sate klathak karena berasal dari suara daging yang dilumuri garam dan di bakar sehingga berbunyi "klathak - klathak". Bahkan ada yang menyebut istilah klathak berasal dari suara buah melinjo yang jatuh ke atap pedagang sate di dalam pasar yang kebetulan banyak pohon melinjonya pada saat itu.



Nah itulah sob berbagai versi yang menjelaskan mengapa sate ini dinamakan sate klathak. Tapi dari kesemuanya itu yang penting ada satu kata sob yang menggambarkan tentang sate ini, yaitu "enak".
Bagi sobat yang ingin menyantap menu lainnya selain sate klathak, juga bisa karena selain sate klathaknya sendiri di Warung Sate Klathak Pak Jede juga menyediakan menu - menu diantaranya sate kambing, tongseng, gule, tengkleng, dan lain sebagainya.




Eh, pesanan Ane sudah datang, nah inilah sob penampakan dari sate klathak itu sendiri. Satu porsi isinya cuman 2 tusuk dan tusuknya itu terbuat dari jeruji besi. Sate ini disajikan bersama dengan kuah gule dan sambal kecap. Unik kan?




Penyajian seperti ini mengingatkanku pada 2 buah warung sate dekat Pasar Jejeran yang cukup melegenda yakni Sate Klathak Pak Pong dan Sate Klathak Pak Bari. Sepertinya Ane semakin tahu aja nieh sob kalau yang dinamakan sate klathak itu benar - benar unik, satenya cuman dapat dua biji, disajikan dengan menggunakan kuah gule dan tusuk satenya berasal dari jeruji besi. Lalu bagaimanakah dengan Sate Klathak Pak Jede ini? apakah sama enaknya dengan sate klathak milik Pak Pong atau Pak Bari?



Oke, mari kita rasakan bersama. Menurut Ane sieh enak, rasanya seperti Sate Klathak milik Pak Pong maupun Pak Bari, struktur dagingnya terasa lembut di lidah, tak sedikitpun Ane merasakan alot maupun asin dan begitu juga dengan kuah gulenya yang terasa gurih di kecap. Dua kata untuk sate klathak ini," Wuenak tenan, Le leduk". saking enaknya Ane pun memutuskan untuk menambah nasinya lagi satu porsi. Eh sebenarnya nggak ada kaitannya dink sob antara enak atau nggak enak, soalnya memang dari kost Ane sudah kelaparan banget dan satu porsi nasi tak cukup buat kebutuhan perut Ane jadinya ya nambah lagi deh satu porsi, hehehe. 15 menit kemudian


Habis sudah semuanya
Soal harga cukup bersahabat kok sob, seporsi sate klathak, dua porsi nasi putih, dan segelas air es hanya dibanderol dengan harga 27k saja.



Gimana, tertarikkah sobat buat mencobanya? Kalau tertarik dan belum tahu bagaimana cara menuju kesininya, berikut gambaran rutenya:
Dari Tugu Jogja, bergeraklah ke arah timur melalui Jl. Jend. Sudirman hingga perempatan lampu merah yang di pojok sebelah kanannya terdapat Toko Buku Gramedia. Beloklah ke arah kanan (selatan) melalui Jl. Suroto hingga mentok bertemu dengan jalan yang memutar. Mutarlah sedikit dan begitu ada belokan ke kiri (timur), beloklah ke belokan tersebut dan ikuti jalan tersebut hingga menemukan perempatan lampu merah. Dari sini masih lurus lagi mengikuti jalan satu arah ini hingga sobat menemukan perempatan lampu merah. Beloklah ke arah kanan (timur) melalui Jl. Laksda Adisucipto hingga bertemu pertigaan lampu merah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Masih lurus lagi melewati Museum Affandi dan jembatan kali code hingga kurang lebih 150 meter lagi Ada sebuah belokan ke arah kiri (utara), Nah beloklah ke arah tersebut melalui Jl. Nologaten dan tak lama kemudian kurang lebih 850 meter sampailah sobat di Warung Sate Klathak Pak Jede ini.



Jam buka Warung Sate Klathak Pak Jede ini berdasarkan informasi yang Ane dapatkan dari pelayannya, dari pukul 11 siang sampai pukul 11 malam.
Selamat menikmati!

11 komentar:

  1. pagi2 sudah disuguhin sate klatak, mantep bener mas..
    tusuknya pake jeruji, kekar bener :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan langsung di ma'em saja mas, :-)

      Hapus
  2. khas sate klathak ini juga selalu pakai besi itu ya mas buat tangkainya...
    walaupun sederhana bumbu minimalis, justru enak ya kelihatannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, bener banget...
      Walau bumbu minimalis terus di tusuk dengan jeruji, di situ mbak enaknya soalnya kan panasnya bisa merata,,, :-)

      Hapus
  3. wah la ini yang makjossshh mas anis hehehe... mantap...

    BalasHapus
  4. kalau kambing cuma bisa melihat saja, tidak terlalu suka daging kambing, keluarga ku demen baik nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti kalau gituw beli mbak Evrina, buat keluarga mbak, hehehe

      Hapus
  5. ini sebenernya gede ato ga si mas? dari foto kliatan ukuran satenya biasa aja kayak sate biasa... kalo biasa aja, cuma 2 potong tp hrgnya 20rb sih, rada kelewatan ya.. kecuali kalo potongan dagingnya gede2, okelah.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasa aja mbak,,, Untuk sate klathak dengan harga segitu 2 tusuk udah biasa mbak, cukup standar,,,,

      Hapus
  6. weleh penyajiannya cuma dua tusuk toh... irit yaa

    dari dulu pengen banget nyobain sate klatak
    tapi belum sempet sempet jugaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas,,,, cuman 2 tusuk doank, hahaha irit,,,
      Silahkan atuh mas, ntar kalau berkunjung ke Jogja jangan lupa buat nyobain, :-)

      Hapus

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me