Selasa, 09 September 2014

Pendakian Gunung Andong

Gunung Andong merupakan gunung yang berada di Kabupaten Magelang yang mempunyai Gunung ketinggian 1726 mdpl. Gunung ini tidak terlalu tinggi, tak heran bila gunung ini belum banyak didatangi oleh para pendaki. Gunung ini sangat cocok buat para pendaki pemula untuk melatih ketahanan fisik sebelum mendaki gunung yang lebih tinggi lagi.
Satu minggu lagi adalah kelahiran ane yang ke-23 (lumayan tua yaw, hehe) tanggal 28 Februari 20014 sempat bingung mau kemana hari besok, masa di hari ulang tahun kok di rumah saja jadi kan kurang asyik. Nah setelah kesana kemari berfikir lebih jauh, terbesit di dalam fikiran untuk mendaki gunung Andong yang berada di Kabupaten Magelang ini. Tanpa ba bi bu lagi ane menghubungi sobat ane yang sudah bolak-balik ke Gunung Andong untuk menemani ane kesana. Alkhamdulillah akhirnya dia bersedia untuk menemani ane. 
Satu minggu sudah berlalu, akhirnya datang juga hari ulang tahun ane. Ditemani 2 orang sobat ane dan seorang pemandu jalan yaitu sobat ane sendiri Rifai, ane meluncurlah ke Gunung Andong dengan mengendarai Sepeda motor. Ane berangkat ke gunung Andong pada pagi hari, karena ane bersama dengan sobat-sobat ane tidak merencanakan untuk menginap di puncak. Jadi bisa di bilang pendakian singkat, karena pada sore harinya kita langsung pulang.
Tidak butuh waktu lama untuk sampai di Gunung Andong dari Yogyakarta, dua jam kemudian sampailah kita di basecamp Gunung Andong.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB, artinya kita bertiga harus pergi menunaikan ibadah shalat jum'at terlebih dahulu karena waktu itu bertepatan pada hari Jum'at, sedangkan Ifah menunggu di basecamp karena satu-satu nya pendaki perempuan yang ada di group kita. 
Shalat jum'at sudah, istirahat serta makan pun sudah, tepat pukul 1 siang kita melakukan registrasi terlebih dahulu dan selanjutnya untuk mendaki ke atas. Dimulai dari perkampungan penduduk, sudah nampak gunung Andong yang siap untuk di daki.


Track yang kita lalui pertama adalah berupa jalan yang sudah di block dengan semen bercampur pasir. di persimpangan jalan kita menemui sebuah pertigaan, dari situ kita belok ke kanan dan jalan berganti tanah karena sudah memasuki perladangan penduduk. Keluar dari perladangan penduduk, kita mulai memasuki hutan dengan track berupa undak-undakan yang masih rapi dan selanjutnya berganti dengan jalan setapak. Bagi sobat-sobat petualang yang ingin mendaki Gunung Andong, jangan takut apalagi khawatir untuk kesasar. Di sini terdapat papan petunjuk untuk sampai di puncak. Narsis dahulu di salah satu papan petunjuk ah, hehe



Di samping kanan dan kiri track dipenuhi berbagai tanaman khas gunung salah satunya pohon cemara sehingga menambah suasana menjadi indah dan tenang serta udara yang bersih menambah nafas menjadi segar. Tak lama melangkah kemudian sampailah kita di batuan besar yang dapat kita gunakan untuk beristirahat.


Beranjak dari batu besar ini, track yang kita lalui masih sama seperti sebelumnya yaitu berupa tanah. 40 menit kemudian dari basecamp sampailah kita di Pos 1 (Pos Gili Cino) dan 30 menit kemudian sampailah di Pos 2 (Watu Wayang).

Pos 1 (Gili Cino)
Pos 2 (Watu Wayang)
Langkah demi langkah, track yang kita lalui semakin terjal. 30 menit dari Pos 2 sampailah kita di sebuah pertigaan, bila belok ke kiri menuju sebuah makam dan bila kita berbelok ke kanan akan sampai di Puncak.


Di dorong rasa penasaran yang lebih jauh, akhirnya kita berbelok ke kiri guna melihat akan keberadaan makam ini. Benarlah bahwa memang terdapat sebuah makam yang telah di pugar dengan di bangun sebuah gubuk yang berdinding dan beratapkan seng. Kita bukanlah pendaki yang paling awal sampai di gunung ini, namun sudah ada satu group yang beranggotakan banyak yang sudah sampai di sini.


Tak mau berlama-lama di sini, akhirnya kita memustukan untuk segera ke Puncak. Dari makam ini, kita balik ke pertigaan tadi dan lurus ke arah puncak. Tidak butuh waktu lama untuk sampai di puncak, pukul 15.36 WIB sampailah kita di puncak. Namun sayang, kondisi puncak masih berkabut sehingga kurang bagus untuk berfoto-foto.



Berkibarlah benderaku Sang merah putih di 1726 mdpl.


Sambil menunggu cuaca dan kondisi cerah, dan cacing dalam perut sudah keroncongan serta cuacana dingin, akhirnya ane mengambil seperangkat nesting, kompor, gas, dan air langsung deh ane masak air untuk membuat secangkir kopi, teh, dan lainnya. Seruputttt, seruputttt, segarnya kopi asli lampung ini.


Puas meminum kopi, ganti memasak mie untuk mengganjal yang sudah keroncongan. Tidak terduga, berangsur-angsur kabut semakin hilang dan cuaca di puncak semakin cerah. Ane tinggal dahulu tuh masakannya demi mengejar moment yang terbaik ini.


Mungkin karena bentuk puncaknya seperti andong lah sehingga gunung ini dinakaman gunung Andong. Gunung merapi pun tampak dari sini.


Tak lama kemudian, kabut turun lagi. Inilah puncak gunung, perubahan cuaca tidak bisa di tebak dan di prediksi, kadang cerah dan kadang cuaca buruk serta tidak jarang juga turun hujan. Ane melanjutkan masak mie sambil menunggu sunset tiba. Apapun makanannya bila bersama-sama makan, terasa hangat dalam persahabatan.


Tidak terasa ane sudah berumur 23, waktu begitu terasa cepat.


Waktu sudah menunjukkan pukul 17.15 WIB, namun sunset yang ane nantikan tidak tampak juga karena kabut di puncak masih belum berangsur baik. Dengan berat hati kita meninggalkan puncak gunung agar tidak kemalaman sampai di rumah. Sampai jumpa Gunung Andong, pengalaman ini pastinya tidak akan pernah terlupakan oleh ane. Semoga tulisan ini bisa dijadikan sedikit referensi dan bermanfaat bagi sobat-sobat semua yang membutuhkan.

Wejangan:
  1. Gunung Andong ini sangat cocok bagi para pemula karena tidak terlalu tinggi dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam pendakian normal.
  2. Walaupun tidak terlalu tinggi, namun kita harus menjaga sikap dan tidak meremehkannya. Seandainya kita meremehkan alam, bisa jadi alam juga akan berbalik meremehkan kita.
  3. Papan petunjuk sudah tersedia di Gunung Andong ini, bagi sobat-sobat petualang, jangan takut kesasar untuk mendaki gunung ini walaupun belum pernah kesini.
  4. Jagalah selalu kebersihan gunung agar gunung ini tampak bersih dan rapi.
  5. Sebelum melakukan pendakian, berdoalah terlebih dahulu

12 komentar:

  1. Haha selamat mas dah hampir 24,,

    BalasHapus
  2. Pengen banget ke Gunung Andong tapi belum kesampaian...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaw sampean paling nggak memperiotaskan kesini mbak,,, coba kalau ada niatan, pasti dah sampai disini juga, hehehe

      Hapus
  3. waaaah keren keren, salam lestari :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mas,,, salam lestari juga :D

      Hapus
  4. wuuhhh gunung andong emang kece badai sedap mas joshhh dah,.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha,,, cocok mas buat santai dan kemping ceria a aa :-)

      Hapus
  5. anis kapan2 ayo hiking bareng, udah ke gunung yg ada di jabar belum? kalo belum ayo kesini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayok mbak evrina,,, belum pernah ew, bisa - bisa,,, kapan itu?

      Hapus
  6. kalo liat gunung ini jadi inget gunung batu n gunung munara di jawa barat. sama-sama asik buat pemula, naeknya juga cuman sekitar 2jaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama berarti mas sama Gunung Andong :-)

      Hapus

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me