Minggu, 27 Maret 2016

Sogul Jogja, Tentukan Sendiri Tingkat Kepedasanmu

Setuju tidak sob kalau habis turun hujan dan hawanya dingin itu enaknya cari yang hangat - hangat? Nah kebetulan nieh ya, paginya Ane berencana untuk wiskul di Sogul Jogja yang terletak di Jl. C. Simanjutak no. 24 A Terban Yogyakarta, eh pas siangnya malah turun hujan. "Wah rencana bisa gagal nieh bila sampai sore hujan tak kunjung reda", fikirku. Mungkin karena do'a anak baik yang soleh, tidak sombong dan rajin menabung ya *uweeek*, sekitar jam setengah 5 sore ternyata hujan pun reda. Tak mau menunggu - nunggu lagi, sore itu juga Ane optimis bakalan mendatangi tempat ini. Kenapa Ane mendatangi tempat ini pada sore hari? karena Warung Sogul Jogja baru buka jam 5 sore dan tutupnya jam 10 malam. Tempatnya yang tidak begitu jauh dari Kost Ane membuat perjalanan Ane tidaklah memakan banyak waktu, ya sekitar 5 menitan saja.


Warungnya cukup sederhana, cukup sempit dan tidaklah terlalu luas. Hanya ada beberapa meja dan kursi saja yang tersedia. Nampak sudah banyak para pengunjung yang datang, sampai - sampai Ane bingung mau duduk dimana ini, karena semua tempat duduk yang ada sudah terisi. Pelayannya nampaknya menyadari hal itu. Di ambillah beberapa meja lipat di bagian belakang warung dan ditempatkan di bahu jalan tepatnya di sebuah trotoar. Tanpa pikir panjang, Anepun langsung menempati salah satu di antara beberapa meja lipat tersebut.



Ada berbagai macam pilihan menu yang tersedia. Sekarang Ane baru tahu sob mengapa warung ini dinamakan dengan Sogul, kalau dilihat dari menu - menu yang ada bahwa Sogul sendiri merupakan sebuah akronim dari Sop dan Gule. Ada 2 macam sop yang tersedia, diantaranya ada sop ayam dan balungan. Sementara pada gulenya sendiri hanya ada semacam pilihan saja yaitu Gule ayam kampung dengan barbagai varian harga. Apakah hanya itu saja pilihan menu yang tersedia? ternyata tidak sob, masih ada varian menu yang lainnya yang sepertinya patut untuk di coba. Yapz, Menu - menu tersebut adalah Balungan dan Tom Yam yang terbuat dari udang. Sementara pada minumannya, hanya ada beberapa pilihan menu saja yang tersedia, diantaranya ada teh, jeruk, milo, kopi dan air putih.



Setelah mengamati menunya, kini saatnya Ane mengambil selembar kertas pemesanan untuk memesan apa yang hendak Ane pesan. Dari berbagai macam menu yang ada, Ane memilih Gule ayam kampung paha bawah pedas sebagai makanannya dan berhubung cuaca sedang dingin maka teh hangat sajalah sebagai minumannya. FYI, disini para pengunjung bisa menentukan seberapa pedas sop atau gule yang mereka inginkan.  So, bagi sobat yang doyan pedas - pedas Sogul ini patut untuk di coba. Selesai mencatat, Ane kasihkan kertas tersebut kepada salah satu pelayannya agar kemudian segera di proses. Ternyata apa yang terjadi sob? nunggunya lumayan lama selama menunggu jawaban darimu, bahkan salah seorang pengunjung yang lebih dulu datang daripada Ane itu sudah hampir 40 menitan mereka menunggu, akan tetapi pesanan yang mereka tunggu tak kunjung tiba. Ane sepertinya lebih beruntung dari pengunjung tersebut, hampir 30 menit menunggu datanglah pesanan yang Ane pesan.



Namanya aja gule ya sob, ya tampaknya seperti itu mempunyai kuah yang keruh dan ada yang membuat Ane senyum - senyum sendiri sob, gule ini disajikan bersama dengan sebiji emping melinjo. Dalam otak Ane timbul fikiran seperti ini,"kenapa ya kok gulenya disajikan hanya dengan sebiji emping melinjo saja?", agak banyakan dikit kek, atau malah nggak usah ada malah ndak apa - apa. Kan jadi geli dan lucu saja kalau begini. Ah nggak apa - apa deh, kita sebagai manusia tetap harus bersyukur bukan?



Baiklah sob, selain gulenya nasi yang tersedia pun terbilang cukup sedikit sehingga Ane setidaknya membutuhkan nasi seporsi lagi agar bisa kenyang.
Sekaranglah saatnya Ane mengeksekusinya. Dimulai dari kuahnya, bumbu rempah - rempah pada kuahnya terasa kuat di mulut dan rasa pedas muncul di balik kuahnya karena memang dalam pemesanan Ane tulis dalam kertas pemesanan menggunakan cabai berjumlah 7 biji. Tak hanya kuahnya saja yang lezat, pada daging ayam kampungnya pun demikian yang terasa empuk di mulut dan bahkan Ane tak merasakan alot sedikit pun. Overall, gule ayam kampung ini "Wuenak tenan, le leduk". 20 menit kemudian


Jreng, jreng, jreng, habis sudah semuanya
Soal harga cukup bersahabat kok sob, seporsi gule ayam kampung, dua buah porsi nasi putih dan segelas es teh hanya dibanderol dengan harga 20,5k saja dengan rincian sebagai berikut:



Bila sobat tertarik untuk datang dan mencicipinya, berikut gambaran rutenya:
Dari Tugu Jogja, bergeraklah ke arah timur melalui Jl. Jenderal Sudirman melewati jembatan dan sobat akan bertemu pertigaan lampu merah. Masih lurus lagi ke arah timur hingga menemukan perempatan lampu merah yang di samping kanannya terdapat Toko Buku Gramedia. Dari sini beloklah ke arah kiri (utara) melalui Jl. Cik Ditiro hingga bundaran UGM. Beloklah ke arah kiri (barat) melalui Jl. Terban hingga perempatan Lampu Merah yang di samping kirinya terdapat Mirota Kampus. Dari sini, beloklah ke arah kiri lagi melalui Jl. C. Simanjutak hingga sobat menemukan tempat yang sobat maksud. Warung Sogul ini cukup sempit, sehingga kurang begitu kentara bila dilihat dari jalan. Sebagai tandanya di sebelah kanan jalan terdapat Gerai "Karita Muslim", yang di cat berwarna pink. Nah, Warung Sogul ini berada tepat di depan Gerai "Karita Muslim" tersebut.



Bila sudah sampai, parkir kendaraan sobat dan ambillah selembar kertas pemesanan yang sudah tersedia, lalu isi menu apa yang akan di pesan dan dikasihkan kepada pelayannya kemudian tunggu deh. Selamat menunggu ya, eh maksudnya selamat menikmati.
Sampai jumpa!

Tips:
Warung Sogul buka dari jam 5 sore sampai 10 malam, namun begitu sebaiknya sobat datang di awal waktu. Soalnya warung ini bisa tutup sebelum jam 10 malam bila stok persediaan sudah habis.
Begitu sobat datang, jangan menunggu untuk dilayani oleh para pelayannya, tapi langsung aja ambil kertas pemesanan, diisi dan kemudian kasihkan kepada pelayannya. Kenapa begitu? biar sobat tak lama menunggu.
Pelayanannya terbilang cukup lama, kalau perut sobat sudah keroncongan sebaiknya cari warung yang lain aja atau nggak, tetap menunggu tapi sambil ngemil terlebih dahulu.
Sebelum makan, biasakan mengambil foto terlebih dahulu, eh maksudnya berdoa terlebih dahulu. Nah habis itu silahkan sobat mau melakukan apa saja terserah, foto kek, atau langsung makan kek, silahkan.

12 komentar:

  1. Anis bikin ngiri ajah. Itu gulai ayam kampung cuma RP 13.000 nasi Rp 2.500? Duh kelewatan yang jual. Murce amat.
    Btw, makan terus inih..., ntar kalau balik ke Lampung, lewat Cilegon mampir yak...ta traktir ikan bakar rica-rica...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Jogja gituloh,
      Iya nieh mbak, lagi program penggemukan, soalnya nieh badan gak gemuk - gemuk,,,
      Okelah mbak, siapppp,,,, enaknya ikan bakar Rica - rica,,,, beneran lho di traktir :-)

      Hapus
    2. Iye...kontak2 ye...ditunggu. Tapi jangan hari kerja yak.

      Hapus
    3. Okelah mbak,,, aku juga punya sahabat disitu,,, ntar suatu saat kalau lewat Cilegon tak hubungi :-) terima kasih mbak Levina sudah mau repot - repot buat nraktir, hihihi

      Hapus
  2. kelihatan nikmat banget, apalagi yg pedes-pedes, harganya terjangkau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, bener banget,,, dan nikmat :-)

      Hapus
  3. Wahhhh aku baru tahu, bisa kucoba ini, mas.

    BalasHapus
  4. tak kira sogul itu menu baru gitu mas, tenyata kependekan dari sop dan gule ya...
    he he he kasian mas Anis, ga kenyang, nasinya sedikit, tapi bisa nambah nasi toh mas, atau mas anis takut lama lagi ya, minta tambah nasi bisa 30 menit lagi nunggunya, he he he piss mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak,,, bener banget, kan nggak mungkin kalau harus nunggu lagi 30 menit gegara cuman nambah nasinya doank, hehehe,,,, Akhirnya ya sekalian pesen, kira - kira nasinya dapatnya cuman sedikit ya sekalian nambah,,, :-)

      Hapus
  5. itu menunya lama mungkn baru dimasak saat dipesan ya mas ;D.. gpp juga sih lama, asal beneran enak ;).. unik jug nih gule tp level pedesnya bisa kita minta.. next kesana aku mw pesen super pedes ah... gule itu mah makanan wajib bgt di kampungku.. aku ga tau ya kalo gule jogja ini rasanya gimana.. tp kalo gule sumatrakan biasanya lbh banyak lg bumbunya, dan puedess.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Fanny, bener banget,,, menunya baru dimasak saat dipesan. Tapi enak kok mbak, bumbu rempahnya terasa kuat di lidah,,, sieeep deh, pokoknya disini bisa pesan sepedas apapun,,, Apalagi penyuka gule dan sekaligus penyuka rasa pedas, wajiblah hukumnya mampir kesini, hehehehe

      Hapus

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me