Senin, 15 Februari 2016

Mengintip Keanekaragaman Hayati di Museum Biologi Jogja Part 2

Masih ada beberapa ruangan lagi yang bahkan jauh lebih menarik menurut Ane sob. Di ruangan ke-8 ini kita dapat menjumpai berbagai macam spesies hewan yang hidup di darat seperti kambing, rusa, bebek, gagak, elang, ayam, King Kobra, dan Ular Sanca.
Eow iya sob, supaya nyambung ceritanya sebelumnya silahkan dibaca dahulu di bagian 1 nya ya: Museum Biologi Yogyakarta Part 1


King Kobra
Ruang 8
Kerangka kambing
Kepala dan Tanduk Rusa
Kiri: Bebek, Tengah: Elang, Kanan: Ayam
Ular Sanca
Ada juga hewan yang hidup di air khususnya di air laut seperti duyung, hiu zebra, hiu martil, ikan pari gitar, dan bahkan ikan sidat dengan tubuh yang memanjang berbeda dengan bentuk tubuh ikan pada umumnya. Hah nampaknya Ane belum lihat yang beneran nieh kecuali hiu dan ikan sidat yang hidup di air tawar. Apalagi khusus ikan pari yang udah bolak - balik masuk TV dan katanya indah banget membuat Ane ingin langsung menyaksikan yang beneran di habitat aslinya. Tapi yasudah deh, sekarang bermimpi saja dulu siapa tahu suatu saat nanti bisa menjadi kenyataan.


Duyung
Hiu Zebra
Hiu Martil
Ikan Pari Gitar
Ikan Sidat
Masih di air laut, ada berbagai jenis penyu yang terpajang disini di antaranya penyu hijau, penyu lekang, penyu sisik, dan lain sebagainya. Selain di air laut, ada juga hewan yang hidup di air tawar salah satu contohnya berbagai jenis katak dan wow Ane dikagetkan dengan berbagai macam peralatan yang ntah apa fungsinya Ane tidak tahu. Ada pancing, pistol, dan senapan yang diberi peluru anak panah. Kalau pancing mah Ane sudah tahu fungsinya, nah kalau pistol dan senapan yang di beri peluru anak panah untuk apa ya? Ane pernah sieh sob melihatnya di TV, ketika itu anak panah digunakan sebagai salah satu peralatan penelitian yang berfungsi untuk meneliti mengenai tingkah laku hewan ketika akan melahirkan dan sebagainya. Mungkin kurang lebih seperti itu ya fungsi daripada alat ini.


Penyu Hijau
Penyu Lekang
Berbagai jenis katak
Peralatan yang Ane maksud
Tak jauh dari Ruang 8, di Ruang 9 ini ada berbagai macam jenis hewan darat dan beberapa di antaranya ada yang merupakan hewan langka seperti harimau, kucing emas, kuskus, orang utan, dan buaya muara. Tergiur dengan pemandangan tiga sekawanan harimau, Anepun ikut - ikutan berekspresi garing seperti dia. So, itu bukan trio harimau ya sob, tapi quarted harimau, hehehe.


Quarted harimau, tapi satunya palsu
Kucing emas
Kuskus
Orang Utan
Buaya Muara
Banyak bangsa primata yang dipamerkan disini. Sebagian besar dilindungi dan terancam punah, hewan - hewan tersebut di antaranya Owa, monyet ekor panjang, kukang, bekantan, dan lain sebagainya.


Narsis dulu ah
Owa
Kiri: Owa, Kanan: Monyet Ekor Panjang
Bekantan
Kukang
Apakah masih ada binatang yang lain? eow, tenang aja sob masih ada. Binatang - binatang lain tersebut seperti luwak/musang, Babi Kutil/Jawa, Tapir dan Kuntul Kecil (Eitz, jangan salah mengeja dan membaca ya sob. Huruf U jangan diganti dengan huruf yang lainnya nanti bisa - bisa malah berabe urusannya, hehehe).


Luwak/Musang
Babi Kutil/Jawa
Tapir
Kuntul Kecil
Semuanya kok binatang semua ya, yang dipamerkan, memang nggak ada po nis tentang tumbuh - tumbuhannya? Nah itu sob yang menjadi pertanyaan Ane sebelumnya dan ternyata tak hanya berupa hewan saja yang dipamerkan, tetapi juga ada berbagai macam tumbuh - tumbuhan. Di ruangan yang terakhir yakni Ruang Koleksi Tumbuhan (Herbarium basah), ada banyak bermacam - macam tumbuhan yang ada seperti spesies Oryocarpus Integra Merr, Mamilkara Kauki Dubord, Areca Catercha linn, Ipomenbatatas Linn, dan lain sebagainya. Cuman Ane bingung sob, maklum pengetahuan Ane tentang tumbuhan ini sangatlah terbatas, kayaknya semua tumbuhan sama saja, tetapi ada yang beda ketika Ane melihat ada tumbuhan yang di taruh dalam gelas kaca yang mempunyai struktur memanjang, ntah apa namanya Anepun lupa.


Depan: Oryocarpus Integra Merr
Oryocarpus Integra Merr
Depan: Mamilkara Kauki Dubord
No.2: 
Areca Catercha linn
Kiri: Ipomenbatatas LinnKanan: Mamilkara Kauki Dubord
Kalau di atas sempat bingung, nah kalau yang ini sudah tidak bingung lagi. Why? karena selain tumbuhan yang mungkin asing bagi kita juga ada tumbuhan yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari - hari. Tumbuh - tumbuhan tersebut antara lain wijen, padi, beras, jagung, buncis, bengkuang, gambas/oyong, laos, temulawak, secang, cengkeh, temu ireng, jati belanda, dan lain sebagainya.


Deretan tumbuh - tumbuhan sehari - hari
Kiri: buncis, tengah: bengkuang, kanan: gambas
No. 1: Laos, 2: Temulawak, 3: Secang, dll
Nah itulah sob, beberapa spesies yang dapat kita saksikan bersama. Sebenarnya masih banyak lagi spesies - spesies yang lainnya, penasaran? silahkan sobat datang dan saksikan sendiri di Museum Biologi UGM ini. Bagaimanakah cara menujunya kesini? berikut rutenya:


Letak Museum Biologi Yogyakarta sangatlah strategis, karena dekat dengan Pura Pakualaman. Dari Titik Nol Kilometer bergeraklah ke arah timur (belok kiri jika dari arah Malioboro / Jl. Ahmad Yani) melalui Jl. Senopati hingga bertemu perempatan lampu merah. Masih lurus lagi melalui Jl. Sultan Agung melewati Jembatan Sayidan hingga sobat bertemu perempatan lampu merah lagi. Masih lurus lagi dan pelankan laju kendaraan sobat (bagi yang membawa kendaraan) sambil melihat ke arah kanan jalan, karena sebentar lagi sobat akan menemukan lokasi yang sobat maksud.
Jam buka museum: Senin - Kamis : 8 Pagi - 4 Sore
                 Jum'at        : 8 Pagi - 3 Sore
                 Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional : Tutup
Tiket Masuk    : Pelajar dan Mahasiswa : 5  Ribu rupiah
                 Umum                  : 7  Ribu rupiah
                 Wisatawan asing       : 15 Ribu rupiah

4 komentar:

  1. Ngeri ikan Sidatnya hahhahahha, kata temanku susah dapatnya kalo mancing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, bener, ncen sulit dapatnya kalau mancing

      Hapus
  2. tapi tetap koleksi tumbuhannya ga sebanyak hewan ya mas...
    museum biologi ini juga sepi kayaknya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak,,, Koleksi tumbuhannya cuman seruangan saja. Sementara untuk hewannya beruang - ruang. Tapi lumayan mbak, pas saya kesana ada yang sedang berkunjung kok mbak, ya satu atau dua orang saja

      Hapus

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me