Senin, 08 Februari 2016

Teringat Masa Kecil di Museum Anak Kolong Tangga


Ane tak mengerti sob kenapa museum ini dinamakan Museum Anak Kolong Tangga. Ketika itu yang ada di fikiran Ane pertama kali adalah sebuah museum dimana museum tersebut berada di bawah jembatan atau bangunan tertentu. Ternyata dugaan Ane salah, museum ini justru berada di lantai atas tepatnya di Lt. II Gedung Taman Budaya Yogyakarta yang terletak di Jl. Sriwedani No. 1 Yogyakarta. Letaknya yang sangat strategis karena sangat dekat sekali dengan Titik Nol Kilometer Jogja membuat siapa saja dapat mengunjunginya dengan mudah.


Pintu masuk museum
Mainan anak yang berada di depan pintu masuk
Ada dua orang petugas yang sedang berjaga di depan pintu masuk museum, Anepun bertanya kepada beliau mengenai berapa besaran biaya yang harus Ane bayarkan untuk memasuki museumnya.
Ane     : Berapa ya mbak tiket masuknya?
Mbaknya : 4 ribu mas. Mau sekalian ambil gambar apa tidak mas?
Ane     : Iya mbak.
Mbaknya : Untuk ambil gambarnya minimal dikenai 5 ribu mas, jadi
          totalnya 9 ribu.
Ane     : Baik mbak, ini sekalian saya genapi 10 ribu.
Mbaknya : Terima kasih mas. Ini karcisnya
Ane     : Baik mbak, terima kasih.
Ya, kalau orang dewasa dikenai tiket masuk. Hal berbeda bila yang masuk adalah anak kecil di bawah 15 tahun, tak dikenai sepeserpun biaya tiket masuk karena memang museum ini diperuntukkan untuk anak kecil dengan maksud agar si anak tersebut mengenal dunia mereka.



Lalu ada apa saja sieh di dalam museum ini? Begitu Ane memasukinya, yang terlihat adalah ruangan museum yang berbentuk memanjang dengan berbagai macam koleksi. koleksi museum yang pertama kali Ane lihat saat itu adalah Foto seorang ibu yang sedang memakaikan kepada anaknya sebuah peci di atas kepalanya. Ane lihat secara detail kok muka (ekspresi) Si Anak tersebut lucu ya sob? mukanya ituloh sedang cemberut. Hayo dulu ketika sobat sedang kecil mengalami hal demikian nggak? hayo ngaku, ngaku, hehehe.




Di bingkai sebelahnya terdapat miniatur berbagai macam miniatur kendaraan seperti becak, dokar, delman, motor vespa, dan sepeda. Ada juga berbagai macam kapal laut seperti kapal klothok, rakit, dan lain sebagainya.



Di bingkai selanjutnya terdapat baju anak tradisional yang juga menjadi bagian dari kebudayaan setempat. Kalau Ane menganggapnya sieh bukan hanya baju saja ya sob, tapi pakaian. Soalnya di dalamnya terdapat berbagai pakian yang dikenakan di kepala. Untuk contoh saja ada blankon dan Ti'i langga. Tahu Ti'i langga berasal darimana? Okelah dari Pulau Rote, NTT.



Berbicara dunia anak itu tak terlepas dari cemilan. Hayo, dulu kalau sobat pas waktu kecil sukanya jajan apa? ah bohong kalau nggak suka jajan. Kalau nggak di turuti pasti nagis kan dan biasanya yang paling pusing kalau sudah nangis orang tuanya? hayo, ngaku - ngaku. Nah di musium ini ada loh sob camilan dan manisan yang dulu mungkin kita mengalaminya, seperti permen karet berbentuk bulat dan berwarna - warni dan bahkan roti tertua di dunia pun ada yang di temukan di sebuah kuburan seorang pria kaya pada tahun 2500 SM di Mesir. Weladalah! busyet!, setua itukah rotinya?



Nah ini dia yang mengingatkanku pada masa kecil yaitu mainan berupa mobil - mobilan, dulu Ane pernah membuatnya dari kayu tapi gagal dan selalu gagal. Namanya juga Anak kecil, ya kalau nggak jadi jadi ya nangis dan akhirnya minta dibelikan. Beruntung ibu Ane membelikan mobil - mobilan untuk Ane, bahkan bentuknya pun masih ingat seperti apa. Ckckck, dunia anak kecil itu memang mengasyikkan. Selain itu disini juga terdapat sepeda kayu yang ditemukan di sebuah desa kecil dekat Magelang pada tahun 1992. Gokar buatan sendiri yang asalnya tidak diketahui, ditemukan dalam kondisi terbengkalai di sebuah jalan dekat Alun - alun pada tahun 1998. Tak hanya dari dalam Indonesia saja, tetapi dari luar negeri pun ada. salah satu contohnya sepeda motor kayu, mainan yang di buat sebelum tahun 1975 di Desa Ibunda, Gunung Ruwenzori, Uganda, Afrika.




"Kalau Anda memiliki seruling, mainkanlah nada yang indah", itulah yang tertulis di atas sebuah bingkai. Di dalam bingkai tersebut nampak seorang anak kecil dengan ekspresi wajah yang sedang serius memainkan seruling dengan bentuk seperti burung. Disini suruh menyanyi, tapi di bingkai yang lain suruh berfikir,"Ada perbedaan besar dalam bahasa Inggris antara boneka dan boneka tangan". Lawong yang tua aja belum tentu ngerti apalagi masih kanak - kanak? hmmm.


Berbagai macam seruling
Berbagai macam boneka
Dunia anak memang membuat siapa saja tersenyum. Dulu ya sob, ketika Ane masih kecil udah bolak balik main apa yang dinamakan gansingan. Sering sieh Ane bersama dengan sahabat - sahabat kecil Ane bertanding. Yah tapi apa boleh buat, selama itu juga gak pernah menang. Baru di puterin beberapa detik aja gangsingannya udah berhenti begitu saja. Eh tapi pernah dink sesekali menang dan ketika menang perasaannya ituloh seneng banget. Wah keren, disini di pajang juga tuh mainan.


Berbagai macam permainan gangsingan


Di dunia anak, bagi seorang anak puteri pastilah tahu dengan yang namanya boneka. Ya, disini tak hanya boneka berupa permainan saja yang ditampilkan tetapi juga boneka yang berbau adat antara lain "Tau - tau" (boneka kecil dari Suku Toraja, Sulawesi Selatan). Biasanya Tau - tau ini diletakkan di gua - gua kecil di atas tebing. Menurut Ane ada makna yang mendalam lho sob di Tau - tau ini, bagaimana tidak lawong mereka di buat untuk menjamin bahwa anggota keluarga yang meninggal tidak dilupakan begitu saja. Selanjutnya kepala dari "sigale - gale" yang dibuat ntah tahun berapa yang berasal dari Pulau Samosir, Danau Toba. Selain dari keduanya, masih ada satu lagi yaitu sebuah lukisan di atas kotak kaca yang mempunyai representasi dari boneka Toraja. Benda yang masih berhubungan dengan budaya bisa dilihat di bawahnya.


Gambar Tau - tau dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Gendongan bayi, Kalimantan Timur
Sebuah model rumah adat Minangkabau
Kita sebagai orang yang sudah tua alias sudah tidak muda lagi, pasti setuju kan sob kalau dunia anak itu sibuk? Ada acara bermain, masak - memasak, dan bahkan menyimpan uang pun dilakukannya. Eh bagian ini juga mengingatkanku pada masa kecil, dulu Ane pernah tuh ya menyimpan uang (menabung) dan tabungannya itu berbentuk seperti ayam yang terbuat dari atom. Eh setelah agak banyakan dikit, tergoda juga untuk mengambilnya. Kemudian Ane Ambil tuh uang yang ada di dalam celengan tersebut dengan cara di cutik - cutik, Tapi akhirnya dimarahin oleh orang tua Ane karena ketahuan, ya gagal deh. Tapi tak mau menyerah begitu saja, lain hari Ane mencobanya lagi dan untuk kali ini aman. Uangnya tahu untuk apa sob? beli kelanting, hehehe. Dunia anak itu memang dunia yang membahagiakan.



Semuanya mulus - mulus saja sob, tapi bagaimana dengan yang satu ini? "Senjata", nah lho, sebenarnya dari Museum Anak Kolong Tangga tidak menyukai apa yang namanya senjata. Tapi kok malah disini di pajang ya? Nah itu dia sob, disini ada penjelasannya bla bla bla dan pada barisan terakhir tertulis, "Mengapa kamu tidak mencoba untuk menjadikan mainan senjata sebagai tema diskusi di kelasmu?". Dari mainan - mainan yang di pajang disini sungguh menarik sieh sob, ada tembak - tembakan, pistol, pedang, keris, ketapel, sedangkan pada kendaraan yang menunjang untuk pertempuran ada kuda, pesawat, meriam, dll.




Wuih, di museum ini ada sindiran ternyata. Sobat tidak menyukai dongeng di waktu dulu? kalau begitu adanya, berarti sobat tidak pernah muda. Bukan Ane lho sob yang bilang, tapi itu tuh di bingkainya ditulis demikian.



Pindah ke cerita binatang. Kan kita kenal tuh ya kalau cerita binatang itu biasa disebut dengan fabel. Eow ternyata cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia ini sudah ada sejak 3000 an tahun lalu. Ane sempat ngakak juga ketika baca salah satu tulisannya yakni, "ada burung gagak yang mencuri buah "beri" dari "Antilope" yang sedang bermain catur dengan singa, dia tidak melihat seekor serigala yang menyelinap diantara sekawanan kambing yang mengikuti anjing hutan yang membawa sebuah keranjang dan membuntuti kucing belalang yang menggiring sekawanan angsa menuju kolam, sewaktu singa menyanyi dan..... Ah jadi yang pintar dan bodoh siapa ya? ah ntahlah, Ane malah tertawa bingung jadinya, hehehe.



Sobat udah tahu kan pastinya dengan istilah pasar malam? Apasih biasanya yang ada di dalam pasar malam tersebut? kebanyakan kan mainan anak - anak ya sob. Disini disebut dengan Dunia komedi putar (dunia dengan sekali putaran banyak kesenangan). Di putar terus mang, sampai pagi.




Loh, di bagian depan tadi ada boneka. Disini ada boneka lagi, tapi bentar dulu sob kalau yang di bagian akhir museum ini bonekanya berbeda dengan boneka yang ada di awal tadi, boneka di bagian sini adalah boneka panggung seluruh dunia, macam - macam boneka, tradisional, boneka kertas (bongkar pasang) dan lain sebagainya.



Tak lengkap dong bila dunia anak tak dikenalkan dengan yang namanya wayang? hanya contoh kecil saja yang ada disini, mulai dari Cepot, Hanoman, Raden Wrekudara/Bimasena, Bagong, dan lain sebagainya.


"Apa yang kulihat di kantor kepala sekolah?", nah itulah kira - kira yang tertulis di sebuah bingkai di bagian akhir museum ini. Ada yang menarik disini sob yakni kehadiran sebuah alat hitung yang totalnya 100 butir berupa bulatan - bulatan kecil. Melihat alat ini serasa mengingatkanku ketika Ane masih SD dulu. Ah gokil pokoknya kalau di ingat - ingat. Kira - kira masih ada nggak ya alat seperti itu?


Apakah ada jenis permainan yang aneh - aneh? jawabannya ada sob, ntah apa yang dimaksud Anepun merasa asing sob. Apalagi kerajinan mainan dari Cina dan Jepang, tambah semakin asing aja.



Dah sampai sini saja sob isi dari Museum Anak Kolong Tangga ini. Ane kira ada baiknya bila kesini bersama anak - anak, ntah itu saudara sobat, keluarga kecil sobat (yang Ane maksud adalah anak sobat), atau anak - anak lainnya yang sobat sayangi. Pasalnya semua isi yang ada di museum ini benar - benar diperuntukkan untuk anak - anak. Dengan begitu anak - anak yang akan berkunjung akan mengenal dan memahami kehidupan mereka sekarang ini. Selain itu juga tentunya akan menambah wawasan bagi mereka.




Gimana, cukup menarik bukan?
Museum ini ramah bagi anak. Museum ini buka dari hari Selasa - Minggu pada pukul 9 pagi hingga 4 sore. Sedangkan pada hari Senin tutup. Lalu bagaimanakah cara menuju ke Museum Anak Kolong Tangga ini? berikut rutenya:
Dari Titik Nol Kilometer bergeraklah ke arah timur (kiri dari arah Malioboro) melalui Jl. Panembahan Senopati. Sesudah melewati Gerbang Taman Pintar, sobat akan menemukan sebuah jalan ke arah kiri (utara), nah masuklah kedalam jalan tersebut melalui Jl. Sriwedani. Sesudah melewati Toko buku yang banyak buku - bukunya sobat akan menemui sebuah bangunan yang bertuliskan "Taman Budaya Yogyakarta" yang ada di sebelah kiri jalan. Masuklah kedalam bangunan tersebut, jangan ragu - ragu karena Museum Anak Kolong Tangga ini berada di Lt. 2 dari Gedung Taman Budaya Yogyakarta tersebut.




Selamat bermain sambil belajar!

10 komentar:

  1. museumnya lucuuu, kalo ngajak Alfi kesini pasti dia suka palagi untuk anak dibawah 14 tahun gratisan ya masuknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak,,, gratis masuknya. Suka pastinya mbak, lawong yang tua aja bisa senyum - senyum sendiri kalau ingat masa kecil, hehehe

      Hapus
  2. Wah musiumnya unik ya mas, kalau misalkan bawa si kecil ke sini pasti seneng deh,. Ehh tapi ane belum punya si kecil :D
    Nikah aja beloom.. Hahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha,,, berarti nikah dulu, punya anak baru di ajak kesini mas.... eh misal belum punya juga gak apa - apa dink. ya hitung - hitung mengingat masa kecil mas, hehehe

      Hapus
  3. saya masih anak2 jadi gak keinget masa lalu hehehe

    BalasHapus
  4. wah seru...seru....banyak banget yang mau dilihat kalau ke sana...
    ha ha ha lucu yang cerita cutik cutik celengan, mas Anis masih mending, cutik celengan sendiri, dulu aku cutik celengan big bro, bentuk ayam juga, jadi kalau sudah dengar penjual es tung tung dari kejauhan cepat cari celengan dan lidi tentu saja, dan selalu berhasil...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha,,,, berarti isinya nggak nambah - nambah ya mbak? terus nggak marah tuh big bro? hahahaha, gokil banget. Tapi itulah masa kecil, sungguh mengasyikkan kalau di ingat - ingat,,,,

      Hapus
  5. Aku pas cilik seneng jajan Udele mantili karo gulali .... wah, ketahuan umurnya, hahahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Opo kui mbak udele mantili? hehehe (garuk - garuk kepala soalnya nggak ngerti). Hahaha masalah umur nggak bisa dibohongi mbak :-)

      Hapus

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me