Minggu, 06 Desember 2015

Menikmati Cita Rasa Mie Ayam Bu Tumini Yang Khas Dari Jogja


Ntah semalem ngimpi apa ini kok tiba - tiba pengen kulineran mie ayam. Di Jogja banyak sieh warung makan yang menjual mie ayam, tapi ada sebuah warung mie ayam yang menarik perhatian Ane ketika cari info sana - sini. Warung mie ayam apa itu? Yaitu Mie Ayam Bu Tumini yang terletak di Jalan Imogiri Timur No. 187, tepatnya persis di sebelah utara Terminal Giwangan. Bila sobat datang kesini nggak usah takut ke sasar karena warung ini sudah terpasang spanduk yang cukup panjang dan bertuliskan "Mie Ayam Bu Tumini".


Sebenarnya tidak hanya cari info sana - sini sieh yang membuat Ane datang kesini, tetapi juga karena keramaiannya itu loh. Ane bolak - balik lewat depan Terminal Giwangan yang nampak warung makan ini selalu saja dipadati oleh para pembeli dan parkirannya selalu full alias penuh. "Mengapa sieh warung ini selalu ramai", pikirku. Tak heran para pelayannya tak hanya melayani di dalam warung saja tetapi sampai ke luar warung.


Penasaran Ane terpecahkan akhirnya, mungkin karena mie ayam ini terbilang cukup murahlah yang menyebabkan banyak pengunjung yang datang kesini. Kebanyakan pengunjungnya sieh berasal dari kalangan anak muda. Bagaimana tidak disini terdapat berbagai pilihan macam porsi dengan satu macam menu pastinya yang dapat dipilih oleh pengunjung. Misal sobat hanya pesan Mie Ayam saja, bisa. Mie Ayam Ekstra Ayam, oke. Bahkan bila sobat yang kebetulan dompet lagi kempes dan ingin pokoknya ingin banget ngerasain mie ayam ini pun bisa hanya pesan Mie Ayam Setengah Porsi saja. Okelah Ane kasih selengkapnya daftar pilihan porsi yang dapat sobat pilih.


Lalu bagaimanakah dengan rasanya? bentar dulu yaw sob, Ane tak pesan dulu Mie Ayam Xtra Ayam dan sebagai minumannya Ane pesan segelas es teh saja. Sambil nunggu pesanan, Ane perhatikan tempatnya tuh. Warungnya cukup sederhana dengan meja dan kursi panjang yang tertata rapi, begitupula dengan kebersihannya yang terjaga. Daya tarik lainnya terdapat pada pelayannya yang memakai seragam, jadi terkesan rapi.


Tapi ada satu hal yang membuat Ane bertanya - tanya, semua pelayannya kok laki - laki yaw? padahal kan dari namanya saja sudah terlihat kalau mie ayam ini adalah milik Bu Tumini. Apakah Bu Tumini sedang berada di dapur dan bertugas sebagai chefnya saja, apakah Bu Tumini sudah tiada kemudian dilanjutkan oleh anaknya, mantunya atau kerabatnya. Apakah Bu Tumini bertugas sebagai peraciknya saja dan kemudian operasionalnya dijalankan oleh pegawainya. Ah nggak tahulah, yang terpenting cita rasa dari mie ayam itu sendiri, betul?. Kira - kira 20 menit kemudian datanglah pesanan Ane semangkok mie ayam dengan segelas es teh manis.


Weladalah, ini mienya mana? kok nggak kelihatan, Anda heran? kalau memang begitu keadaannya berarti sobat tidak sendiri, Anepun demikian. Jadi gini sob, inilah salah satu keunikan yang dimiliki oleh mie ayam ini. Tampak dari luar seporsi Mie Ayam Xtra Ayam ini terdiri dari daging ayam dengan kuah yang kental dan berwarna cokelat. Isinya memang full semangkok penuh hingga Ane kesulitan untuk mengaduknya. Tapi setelah Ane aduk ternyata muncul juga mienya dan beberapa potongan sawi. Biar tak sendiri, segelas es teh manislah yang menemaninya. Kan kasihan kalau sendiri seperti yang baca nulis ini, hehehe.


Tak banyak pilihan lauk yang dapat pengunjung ambil di meja, hanya kerupuklah yang tersedia dan tentunya alat untuk makan serta bumbu - bumbu tambahan mie ayam agar lebih sedap, manteb, dan jos.


Nah sekarang Ane mau mencobanya. Yummm yummm, soal rasa memang khas, menurut Ane rasanya itu terasa manis seperti manisnya gudeg yang merupakan masakan khas dari Jogja dengan bumbu rempahnya yang terasa kuat di lidah. Pokoknya khas deh berbeda dengan mie ayam pada umumnya, beneran. Nah disini Ane bisa mengambil kesimpulan, tak heran bila warung makan mie ayam ini selalu dipadati oleh para pengunjung. Selain terletak pada harganya yang terbilang cukup murah tetapi juga mie ayam ini memiliki cita rasa yang khas berbeda dengan cita rasa yang dimiliki oleh mie ayam pada umumnya. Anepun makan dengan lahapnya dan tak terasa habis juga semangkok mie ayam ini.


Kini saatnya Ane hitung - hitungan dengan masnya yang berjaga di kasir. Total yang harus Ane bayar semangkok mie ayam dan segelas es teh adalah 12k saja. Murah kan? :-). Oh iya menurut berbagai sumber yang ada, Warung Mie Ayam Bu Tumini ini buka dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Ane lupa tidak tanya sama pegawainya kapan tepatnya warungnya mulai buka dan tutup.
Dah sampai disini dulu yaw sob cerita Ane, dah sore nieh Ane mau muter - muter Jogja lagi buat cari - cari lagi kuliner yang memang yahud dan terbilang josss. Mau ikut? Ayok ajalah

18 komentar:

  1. Kok kelihatannya enak. :(
    Saya lemah banget sama mie ayam. Seminggu bisa makan 3x hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak,,, bener banget, wuenake poll,,, manisnya malah cenderung seperti gudeg dan khas,,,, segera eksekusi mbak,,, Wah seminggu bisa 3 kali makan mie? manteb tuh, hehe

      Hapus
  2. mas, OMG.... itu dr penampakan foto aja udh bikin aku nelen ludah -__-.. suka ama mie ayam yg kuahnya kentel gini.. bumbu lbh nendang biasanya... Hadeuuhh knpa jauh bgt tapi yaak :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. He'em mbak,,, kuahnya memang kenthel banget, tapi manis,,, enaklah pokoke, khas... Ntar kalau ke Jogja cobain deh mbak pokoknya

      Hapus
  3. Kuah Mie Ayam Bu Tumini ini kelihatan kental, Mas. Pasti sedap sekali. Jadi ikut lapar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaw mbak betul banget, memang kental dan sedap,,, la wong ketika menceritakan tentang mie ini masih ingin kesana lagi,, hehehe

      Hapus
  4. Sekilas nampak neg mienya soalnya agak kental gimana gitu. Tapi penasaran juga sama rasanya, kalau rame gini biasanya rasanya endang gulindang. Dekat terminal? baiklah, klo ke jogya mampir kesini. banyak banget yg mau diampiri. hehehe Maklum doyan mbadok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha,,,, bener mbak, kelihatannya kayak nggak menarik, tapi kalau pecinta rasa manis ini cocok banget mbak dan rekomendasi lah,,,, iya tepat di utara pintu masuk terminal. Kalau doyan Nggaglak (weleh bahasane kok le matching banget) saya juga sama mbak,,, ntar kalau sudah di Jogja dan ingin wiskul, aku mau kok mbak nemenin,,, tapi di traktir yaw (ngarep),,, hahahaha

      Hapus
  5. mbak ini kok murah banget ya makanan disanaaa...

    hmmm nikmat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ma'af mas,,, ini saya laki - laki loh, jadi bisa di panggil mas, hehehe. Iya mas, di Jogja masih terbilang murah, mungkin nggak seperti di Jakarta atau kota - kota besar lainnya...

      Hapus
  6. Ya ampun kaaak :(
    aku jadi ngidam mie ayam ini.
    Kalo aku ke Jogja, bawa kesini yaaaaaaaah !!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaw kak,,, bisa di atur,,, apalgi kalau dibayarin, wuh langsung hunting dah,,, hahaha

      Hapus
  7. ahhh kok keliatnya maknyusss hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho'oh bener,,, jangan nunggu sponsor lo mas,,, beli aja setengah mangkok bisa kok,,, hahahaha (nggak maksud mengece lo) pizz

      Hapus
  8. hahhhh? harganya 8rb doang buat mie ayaaaam? *langsung mendadak laper*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaw kak,,,, kalau mendadak lapar, ajak - ajak kak Ria,,,, hayuk kesitu sama - sama, tapi ntar aku di traktir yaw kak,,,, hahahaha

      Hapus

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me